Premium Bakal Tembus Rp.6000
Kamis, 01-05-2008 | 04:00:00
JAKARTA, TRIBUN - Harga bahan bakar minyak (BBM) bakal mencekik leher!
Untuk BBM jenis premium (bensin) diprediksikan akan naik dari Rp 4.500
menjadi Rp 6.000 per liter. Solar yang tadinya Rp 4.300 bakal jadi Rp
5.500 per liter. Sedangkan minyak tanah melonjak Rp 300, dari Rp 2.000
menjadi Rp 2.300 per liter. Estimasi kenaikan harga BBM ini,
dibocorkan Kantor Berita Antara, Selasa (29/4) malam.
Masih menurut sumber yang diperoleh Antara, Departemen Keuangan
melakukan kajian kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut untuk Juni
2008, menyusul kenaikan harga minyak dunia yang hampir menembus 120
dolar AS per barel. Kenaikan sebesar itu akan memberi ruang fiskal
cukup longgar bagi APBN sebesar Rp 21,491 triliun serta menambah
penghematan anggaran menjadi Rp 25,877 triliun.
"Dari penghematan anggaran akibat kenaikan harga BBM itu, sebagian
besar Rp 11,5 triliun akan dialokasikan untuk pemberian program
Bantuan Langsung Tunai kepada 19,1 juta rumah tangga miskin untuk
periode Juni 2008-Mei 2009 sebesar Rp100.000 per rumah tangga," katanya.
Selain itu, juga akan digunakan untuk penambahan cadangan risiko Rp 3
triliun dari yang sudah dicadangkan pada APBN P sebesar Rp 8,254
triliun, pengurangan defisit Rp 8,377 triliun, dan tambahan subsidi
beras untuk masyarakat miskin sebesar Rp 3 triliun.
Menghadapi isu rencana kenaikan BBM, para pengusaha Kaltim resah. Yang
paling mereka takutkan adalah bakal membengkaknya biaya produksi
karena naiknya ongkos transportasi. Ketua Kamar Dagang dan Industri
(KADIN) Provinsi Kaltim Fauzi Bahtar menilai, secara umum kenaikan BBM
akan berdampak biaya transportasi yang memicu naiknya harga jual produk.
Menurutnya, mumpung kenaikan BBM belum terjadi, maka para pengusaha
perlu menghitung lagi kebutuhan bahan dasar dan efesiensi biaya
produksi. "Solusinya harus efesiensi pada biaya produksi dan
menghilangkan biaya birokrasi untuk perizinan bagi para pengusaha,"
ujarnya, kemarin.
Resah oleh ancaman naiknya biaya transportasi juga diungkapkan Iing T
Abram, pemilik Raisya Catering di Balikpapan. "Sampai sekarang saya
masih mengelola usaha rantangan, baik di perumahan maupun perkantoran.
Ada sekitar 500-an pelanggan sehari. Ditambah lagi dengan pesanan
khusus. Semuanya sistem antar di tempat. Otomatis, BBM menjadi bagian
penting dalam menentukan harga produk," ujar Iing.
Ibu empat anak ini mengaku mengalokasikan dana Rp 300.000 untuk
bensin dua mobil box dan dua motor untuk mengantar rantangan dan
alokasi pembelian solar Rp 100.000 untuk kendaraan operasional.
Semuanya hitungan per hari. Biaya BBM tersebut, ternyata masih
ditambah lagi dengan alokasi pembelian solar untuk genset jika listrik
mati, minimal Rp 50.000 per jerigen.
"Saya maunya BBM tidak naik. Tapi kalaupun naik, saya mau bertahan
dulu semampu saya bertahan. Kalau memang sudah terdesak, apa boleh
buat. Terpaksa saya naikkan harga produk," ujar Iing.
Kalangan pengusaha tahu tempe di Balikpapan pun mengeluh. Belum lama
ini, mereka sudah dipusingkan dengan harga kedelai yang melambung,
kini mereka pun harus menghadapi isu kenaikan harga BBM.
Mereka pun berupaya menekan penggunaan BBM hanya untuk kendaraan saja.
"Untuk memasak, kami pakai kayu sisa yang dibeli seharga Rp 800.000
per truk, dengan kapasitas pemakaian 1-2 bulan. Minyak tanah sudah
mahal, dijatah pula," ujar Amir, produsen tempe dan tahu di kawasan
Somber, Balikpapan Utara.
Tak hanya pengusaha, sopir angkutan umum (angkot) di Balikpapan pun
ikut resah. Kenaikan harga BBM akan sangat berpengaruh terhadap
penghasilan. Padahal pendapatan mereka semakin hari semakin tak
menentu, karena penumpang lebih memilih sepeda motor daripada angkot.
"Ya kalau bisa, tidak usah naiklah. Apalagi kebijakan tarif juga tidak
sejalan dengan kenaikan harga BBM serta kenaikan ongkos penumpang,"
ujar Metal sopir angkot nomor 3. Ia menambahkan ketika bensin Rp 2.400
per liter, ongkos angkot sebesar Rp 1.800. Setelah bensin naik jadi Rp
4.500/liter ongkos Rp 2.500. "Itukan gak seimbang dengan kenaikan
bensin," tambahnya
Sitoner salah satu sopir angkot nomor 1, menuturkan bahw a kalau
pemerintah akan menaikkan harga BBM maka kenaikan ongkos penumpang
menjadi keharusan. "Mau tidak mau kalau BBM naik ya ongkos harus naik
dong," katanya.
Menurut Acok, sopir angkot nomor 3 dan Tosir, kenaikan BBM seharusnya
tidak terjadi karena hal tersebut akan berdampak pada ekonomi bawah
"Seharusnya pemerintah melakukan terobosan atau cara lain, daripada
menaikkan harga BBM, karena kalau harga BBM rakyat kecil yang jadi
korban," pungkasnya.
Belum diputuskan
Isu rencana kenaikan BBM pada 1 Juni 2008 membuat kaget Ketua DPR
Agung Laksono. DPR juga belum diajak bicara. "Saya nggak pernah dengar
itu. Kok nggak dikonsultasikan dulu dengan DPR. Tapi itu domain
pemerintah. Namun karena menyangkut hal strategis, dan berkaitan
dengan masyarakat harusnya dikonsultasikan. Saya selaku ketua DPR saya
tidak setuju," kata Agung.
Agung berharap pemerintah mencarikan solusi lain, selain menaikkan
harga BBM. Mengenai solusinya, Agung menyerahkan semua pada pemerintah
yang berwenang menaikkan harga BBM. Agung menegaskan untuk memastikan
isu rencana kenaikan BBM pada 1 Juni 2008, pihaknya akan melakukan
komunikasi dengan pemerintah.
Skenario kenaikan harga BBM seiring dengan lonjakan harga minyak
mentah dunia yang saat ini mendekati 120 dolar AS per barel diam-diam
sudah tertuang dalam APBN-Perubahan 2008. Dalam APBN-P 2008,
pemerintah diberikan keleluasaan dari parlemen untuk menaikkan harga
BBM bila meroketnya harga minyak mentah dunia sudah tidak bisa
dikendalikan lagi oleh pemerintah.
"Opsi itu (kenaikan harga BBM) sebenarnya sudah ada di dalam APBN-P
kita,," jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Sementara itu Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta menegaskan
hingga saat ini pemerintah belum memutuskan untuk menaikkan harga BBM.
Bahkan ia memastikan, pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM
sampai dengan kuartal kedua (Agustus) tahun ini.
"Pemerintah tetap akan berpegang pada asumsi harga minyak sebesar 95
dolar AS per barel seperti tertera dalam APBN-P 2008. Tidak ada
skenario menaikan harga minyak," tegasnya, kemarin.
Melonjaknya harga minyak dunia, menurut dia, belum menjadi alasan
pemerintah untuk menaikan harga BBM dalam negeri. Kenaikan harga
minyak dunia yang terjadi saat ini, kata Paskah, baru terjadi dalam
tahap mingguan. "Itu tidak bisa menjadi ukuran," katanya.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo
Yusgiantoro mengatakan opsi kenaikan harga BBM merupakan opsi paling
akhir menyelematkan APBN-P 2008 dari kenaikan harga minyak mentah
dunia. "Presiden sudah sampaikan keputusan menaikkan BBM opsi
terakhir," katanya.
Menurut Purnomo, keputusan menaikkan harga BBM bukan perkara mudah
karena ujungnya adalah keputusan politik. "Keputusan politik itu
berat," katanya. Saat ini pemerintah mengkaji sejumlah opsi mencegah
kenaikan harga BBM diantaranya menekan volume konsumsi BBM bersubsidi
dengan berbagai program penghematan. Seperti penggunaan kartu kendali
(smart card), konversi minyak tanah ke gas, penghematan penggunaan
listrik. Selain itu mengurangi anggaran belanja kementrian dan lembaga
negara serta menambah defisit APBN lebih besar dari jatahnya 2,1
persen produk domestik bruto.
kebanyakan
Pengamat ekonomi, Tony A Prasetyantono mengatakan, kenaikan sebesar
28,7 persen untuk harga BBM seperti isu yang beredar, dinilai
berlebihan dan dapat mengakibatkan kepanikan di masyarakat. Ia setuju
dengan kajian pemerintah untuk meningkatkan harga BBM, karena hal itu
selain mengurangi subsidi, juga diharapkan akan membuat koreksi
terhadap permintaan BBM, sehingga subsidi yang diberikan juga semakin
berkurang. Namun demikian, katanya, pemerintah harus melihat kondisi
objektif dan kondisi psikologis masyarakat, sebelum menaikkan harga BBM.
"Yang logis secara psikologis, kenaikan BBM itu menurut saya tak lebih
dari Rp1.000. Sebab secara psikologis dan objektif masih dapat
diterima masyarakat," katanya.
Menurut dia, peningkatan harga BBM yang lebih dari Rp 1.000 akan
menambah runyam perekonomian. "Dan ini juga nantinya justru membuat
masalah baru. Alih-alih menyelamatkan defisit, tapi justru akan
menambah perkara," katanya.
Dikatakannya, kenaikan BBM pada 2004 berbeda dengan sekarang. Sebab,
2004 tidak ada krisis perekonomian global, sedangkan kini, tidak hanya
harga BBM yang terus melambung, tetapi juga dibayangi resesi ekonomi
AS yang memukul pertumbuhan ekonomi di berbagai negara.
Sedangkan Ekonom Institute for Development of Economic and Finance
(Indef) Aviliani mengungkapkan, meski kebijakan kenaikan harga BBM
tidak populis bagi masyarakat, tetapi mempunyai efek positif bagi
kesinambungan perekonomian nasional.
Aviliani menjelaskan pemerintah akan sangat terbebani oleh subsidi
bila tidak menaikkan harga BBM, dan berimbas pada sektor pembangunan
lainnya. "Bakal tidak ada kegiatan ekonomi pada kegiatan
infrastruktur. Program pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan
karena tidak ada anggaran yang cukup untuk itu," jelasnya bila
pemerintah tidak menaikkan harga BBM. (sar/bud/m21/persda
network/aco/ade/ant)
<http://www.tribunkaltim.com/Nasional/Premium-Bakal-Tembus-Rp.6000.html>http://www.tribunkaltim.com/Nasional/Premium-Bakal-Tembus-Rp.6000.html
__._,_.___
<http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/message/5419;_ylc=X3oDMTM0b21sYTFiBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BG1zZ0lkAzU0MTkEc2VjA2Z0cgRzbGsDdnRwYwRzdGltZQMxMjA5Nzc0OTM4BHRwY0lkAzU0MTk->Messages
in this topic (1)
<http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/post;_ylc=X3oDMTJwM2YzYjM5BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BG1zZ0lkAzU0MTkEc2VjA2Z0cgRzbGsDcnBseQRzdGltZQMxMjA5Nzc0OTM4?act=reply&messageNum=5419>Reply
(via web post) |
<http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/post;_ylc=X3oDMTJldnJiZG5uBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwNmdHIEc2xrA250cGMEc3RpbWUDMTIwOTc3NDkzOA-->Start
a new topic
<http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/messages;_ylc=X3oDMTJlamQ0cmRxBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwNmdHIEc2xrA21zZ3MEc3RpbWUDMTIwOTc3NDkzOA-->Messages
|
<http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/database;_ylc=X3oDMTJjdGcwOTBlBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwNmdHIEc2xrA2RiBHN0aW1lAzEyMDk3NzQ5Mzg->Database
|
<http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/polls;_ylc=X3oDMTJmZDBpMzZtBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwNmdHIEc2xrA3BvbGxzBHN0aW1lAzEyMDk3NzQ5Mzg->Polls
|
<http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/calendar;_ylc=X3oDMTJkc3JtbjZxBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwNmdHIEc2xrA2NhbARzdGltZQMxMjA5Nzc0OTM4>Calendar
TAHUKAH ANDA:
- Geothermal hanya menyumbang 800MW listrik (2.5% kebutuhan listrik)
dan hanya 4% dari 20,000 MW of geothermal potential Indonesia !
- Potensi geothermal Indonesia 40% dari Potensi geothermal dunia !
<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJkYmM4dnJhBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxMjA5Nzc0OTM4>
Yahoo! Groups
<http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/join;_ylc=X3oDMTJmOTU1a3R1BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwNmdHIEc2xrA3N0bmdzBHN0aW1lAzEyMDk3NzQ5Mzg->Change
settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email:
<mailto:[EMAIL PROTECTED] Delivery:
Digest>Switch delivery to Daily Digest |
<mailto:[EMAIL PROTECTED]
Delivery Format: Traditional>Switch format to Traditional
<http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy;_ylc=X3oDMTJkN2tqMmZwBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwNmdHIEc2xrA2hwZgRzdGltZQMxMjA5Nzc0OTM4>Visit
Your Group | <http://docs.yahoo.com/info/terms/>Yahoo! Groups Terms
of Use | <mailto:[EMAIL PROTECTED]>Unsubscribe
Recent Activity
* 5
<http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/members;_ylc=X3oDMTJmbDU2b3VwBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwN2dGwEc2xrA3ZtYnJzBHN0aW1lAzEyMDk3NzQ5Mzg->New
Members
<http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy;_ylc=X3oDMTJlYmF0bHZwBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzYwNTgzMzYEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MTcxNDY0BHNlYwN2dGwEc2xrA3ZnaHAEc3RpbWUDMTIwOTc3NDkzOA-->Visit
Your Group
Moderator Central
<http://us.ard.yahoo.com/SIG=13o2iek83/M=493064.12016262.12445669.8674578/D=groups/S=1705171464:NC/Y=YAHOO/EXP=1209782138/L=/B=8.X3CULaX.M-/J=1209774938702661/A=5028928/R=0/SIG=11e3tma2a/*http://new.groups.yahoo.com/moderatorcentral>Get
answers to
your questions about
running Y! Groups.
Best of Y! Groups
<http://us.ard.yahoo.com/SIG=13oo8jd3s/M=493064.12016306.12445698.8674578/D=groups/S=1705171464:NC/Y=YAHOO/EXP=1209782138/L=/B=9OX3CULaX.M-/J=1209774938702661/A=4763762/R=0/SIG=11ou7otip/*http://advision.webevents.yahoo.com/bestofyahoogroups/>Discover
groups
that are the best
of their class.
Yahoo! Groups
<http://us.ard.yahoo.com/SIG=13o7dlcq9/M=493064.12016263.12445670.8674578/D=groups/S=1705171464:NC/Y=YAHOO/EXP=1209782138/L=/B=9eX3CULaX.M-/J=1209774938702661/A=4836041/R=0/SIG=11o19ppl5/*http://advision.webevents.yahoo.com/dogzone/index.html>Dog
Zone
Connect w/others
who love dogs.
.
__,_._,___