Rekan2 yth, Istilah 'blue energy' dipaikai untuk macam2, energi air pasang surut, energi solar, dll juga disebut 'blue energy' shg blue energy bisa berarti bukan energi fossil. Terlalu luas. Yg ditulis Rekan RDP sbg blue energy, cukup masuk akal, tapi mesti dianalisa lebih lanjut. Salam JD
----- Original Message ---- From: Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Cc: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, May 8, 2008 11:16:12 PM Subject: [indonesia] Re: Blue Energy /Re: [IndoEnergy] Re: Krisis Energi Sektor BBM dan Langkah-langkah Penyelesainnya Mas Rovicky dan Rekans, Jadi kesimpulannya Blue Energy forget it ? Energy alternatif BBN tetap forget it atau justru mengambil hikmah dan menjadi masuk nilai keekonomiannya setelah harga BBM naik terus ? yang justru akan menaikkan harga bahan baku BBN ? yang pada gilirannya menaikkan kesejahteraan petani jika mau menanam tanaman BBN ? :-) Lalu footernya menarik sekali untuk dibaca : TAHUKAH ANDA: - Geothermal hanya menyumbang 800MW listrik (2.5% kebutuhan listrik) dan hanya 4% dari 20,000 MW of geothermal potential Indonesia ! - Potensi geothermal Indonesia 40% dari Potensi geothermal dunia !Yahoo! Groups Links tetapi mengapa andil pengusaha nasional relatif kecil ? apakah tidak bisa diusulkan biaya survey/eksplorasi pertama oleh Pemerintah/Pemda ? sehingga untuk selanjutknya bisa lebih ringan untuk pengusaha Nasional yang masih terbatas modalnya untuk skala geothermal ? Salam, Zaenal At 22:07 08/05/2008, Rovicky Dwi Putrohari wrote: >Aku menuliskan uraian "mengintip BBB dari jauh" awal pekan lalu disini : >Grafis lengkapnya disini : >http://rovicky.wordpress.com/2008/05/01/penasaran-blue-energi/ > >rdp > >"Blue Energi", itu Create value ? >1 Mei 2008 at 4:58 pm | In Dongeng Geologi | > >Ntah kenapa beberapa mailist yang aku ikuti tiba-tiba membicarakan >masalah energi biru ini. Dan hampir semua dengan kepenasarannya sambil >ngucek-ngucek mata kagak percaya.Shocked.gifhaha.gif > >Ada satu kalimat kunci yang harus dimengerti adalah bahwa yang namanya >"create value" atau "create money" itu tidak selalu berarti "create >energy". Hampir semua yang mangatakan Blue Energy itu kemungkinan hoax >adalah karena menggunakan ilmu fisika tetapi bukan ilmu ekonomi. Jelas >berpikir riset ilmiah akan berbeda dengan berpikir bisnis. > >Dibawah sana saya coba menjelaskan bagaimana bisnis blue energi ini >tidak harus mengikuti hukum "fisika ansich" dalam arti menciptakan >energi. > > :( "Lah hiya mbok ya Pakdhe itu jadi bisnisman saja. Kalau nyetak >duik itu termasuk bisnis ngga, Pakdhe ?" : LMAO.gif > >Bisnis produksi itu tergantung dari harga dasar dari bahan yang akan >menjadi hasil produksinya. > >Bisnis Blue energy > >Gambaran dibawah ini memperlihatkan bagaimana proses pembuatan blue >energy. Aku sendiri belum menyaksikan dengan kepala sendiri. Tetapi >dari hasil ngobrol dengan pelakunya, secara mudah dapat digambarkan >seperti dibawah ini. Kalau ingin detail teoritisnya silahkan tengok >dongengan awal tentang Blue Energi ini sebelumnya. > >Intinya hanya mereaksikan Hidrogen dengan Carbon. > >Sepintas silahkan lihat grafik disebelah ini. Hidrogen diperoleh >dengan pemecahan air atau dikenal dengan water-splitting. Ini dapat >dilihat di tulisan tentang blue energi sebelumnya klik disini. >Prosesnya sederhana tetapi memang masih merupakan proses endoterm atau >sebuah proses yang memerlukan energi. Tentusaja ada ongkos untuk >melakukan water splitting ini. Tetapi berapa ongkos bahannya (harga >air) ?. Saya anggap zero jika anda mengambil air sungai. Atau paling >tidak hanya proses menimba air saja. Tentusaja akan memerlukan truk >tangki kalau saja air ini diambil dari tempat yang jauh. Untuk >sementara harga air ini ditiadakan. > >Demikian juga dengan karbon (C). Kalau C-nya dapat diperoleh dengan >mudah dan murah (misalnya dari asap) tentusaja harganya zero. Bahkan >selama ini Carbon emisi dianggap sampah. Dalam hal ini justru C-nya >ditampung. Lah kalau mau menampung sampah mestinya yang punya sampah >yang membayar, kaaan ? Seperti juga kalau misalnya menggunakan air >formasi dari sisa produksi sumur minyak. Mestinya perusahaan minyak >berterimakasih dan membayar handling cost :) > >Nah proses pemasakan Hydrogen + Carbon ini juga proses endoterm. >Tetapi jelas angkanya akan ada (tidak nol) dan mungkin signifikan. >Tetapi kalau anda bayangkan harga minyak saat ini yang sudah menyundul >angka 120US$/barrel ? Maka tentusaja dari sisi bisnis masih mungkin >akan menguntungkan bukaan ? > > :( "Pakdhe, emang energinya darimana dulu, > apakah energinya juga gratis ?" > >Disitulah kuncinya. Kalau saja mampu mendapatkan energi yang murah >dalam menyediakan energi listriuk untuk proses water splitting dan >pemasakan ini. Tentusaja nilai keekonomian keseluruhan proyek ini ada >disitu. Jadi tidak ada hukum fisika yang dilanggar, bahkan semuanya >mudah. Dengan pemikiran inilah bisa terjadi "create value", bukan >"create energy" dalam fisika ! :D > >Konon dengan mesin diesel pembangkit yang hemat solarnya ("mungkin" >dicampur air), maka ongkos penyelenggaraan listrik menjadi lebih >murah. Mesti mau buru-buru bilang mesinnya jadi cepet rusak … ya, kaan >? Nah asalkan segalanya sudah dihitung tentusaja ini bukan masalah >utama. Boleh saja usia mesin menjadi setengahnya, tetapi kalau jangka >operasi mesin 10 tahun tentusaja biaya bahan bakar yang mahal akan >menutup biaya (harga) mesin. > > pssst aku bisikin ya gini katanya "Team Blue Energy sudah berhasil >membuat (merekayasa atau ngulik, red) generator 50 KVA yang kalau >dipakai max capasity cuma butuh 4 liter perjam. Jadi 1 kwh = 4/50 = >0.08 liter. Sekarang generator tersebut kami pakai untuk aktivitas >membangun di CFEWS (ngelas tanki, gelas kilang dll)" > > Pssst Note : sakjane ya efisiensi sumber energi ini yang "kalau >emang beneran" terlaksana, mka sudah menjadi penghematan yang ruarr >biasa. > >Bisnis eksplorasi-produksi migas > >Sebagai pembanding saya membuat sederhana bagaimana create value dalam >bisnis migas seperti dibawah ini. Tentusaja ini penyederhanaan supaya >bisa diperbandingkan dengan diatas. > >Dalam bisnis migas, semua ongkos yang dihitung hanyalah ongkos untuk >menemukan (exploration/finding) dan ongkos memproduksi >(lifting/production) . Tentusaja disini perlu energi. NAmun sering >terjadi juga menggunakan gas yang diproduksi untuk menggerakkan turbin >genset. Dengan demikian listriknya jadi murah kan ? > >Sedangkan bahan dasarnya atau minyaknya sendiri dihargai NOL dibawah >sana. Dalam sistem PSC minyak itu dihargai NOL ! Negara tuan rumah >tidak mengutip harga khusus untuk setiap tetes minyak yang diproduksi. > >Mengapa ? > >Dalam sistem keuangan atau financial di E&P migas serta perjanian >kontrak eksplorasi (PSC) harga dasar minyak yang masih dibawah sana >itu tidak ada atau tidak dikenal. Sehingga dalam menentukan biaya >minyak tidak pernah dimasukkan dengan harga dasarnya. > >Itulah sebabnya maka dalam bisnis minyak ongkos eksplorasi dan >produksi itu suangat penting. Dan dari sini mungkin mudah memahami >mengapa sistem PSC di Indonesia dengan cost recovery ini sering >mengundang protes. Lah wong (seolah-olah) ongkose gratis, jadi >prinsipnya kontraktor hanya menyediakan modal (starter). Jadi >semestinya mudah dimengerti mengapa sistem PSC sangat populer di >negara-negara yang kekurangan pemodal. >BIOFUEL yang termehek-mehek > >Dengan pemahaman yang mirip, maka tentunya kita akan mudah memahami, >mengapa BIOFuel atau BIOdielsel menjadi mahal ? Ya tentusaja karena >harga dasar-nya sudah mahal. Dan proyek BIOdieselnya Pertamina-pun >akhirnya memilih mending mundur, karena harga CPO-nya (di)naik(kan). >Karena unuk membeli bahan dasar CPO-nya harus bersaing dengan penjual >martabak untuk menggoreng. Duh ! > >Lantas mengapa Minyak Jarak juga tidak berkembang ? Ya, karena petani >enggan menanam jarak wong pembelian harga biji jaraknya terlalu >rendah. Mereka memilih untuk menanam tanaman lain yang lebih >menguntungkan baginya, tentusaja. Silahkan ikuti diskusi di mailing >list Indonergy. http://groups.yahoo.com/group/IndoEnergy/messages > > :( "Pakdhe, kalau gitu semestinya harga bahan dasar yang nentuin syapa ?" > > :D "Itulah sulitnya thole, Harga jual biofuel sudah terlanjur >didengungkan akan lebih murah dari Diesel. Ya tentusaja kalau dihitung >mundur dengan skematis diatas, maka harga beli biji jarak pagar >menjadi sangat keciil. Kasihan petaninya kaaan" > >------------------------------------ > >TAHUKAH ANDA: >- Geothermal hanya menyumbang 800MW listrik >(2.5% kebutuhan listrik) dan hanya 4% dari >20,000 MW of geothermal potential Indonesia ! >- Potensi geothermal Indonesia 40% dari Potensi >geothermal dunia !Yahoo! Groups Links -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
