prospek WIND ENERGY yang sempat dibicarakan oleh Mas Basuki, salah satu masalah adalah vangin 3-4 m/sec, di bawah ini cuplikan milis IndoEnergy, mungkin bisa di-kolaborasi, salam sukses setiyarso ---------------------------
From: Soejanto Poedjosoedarto <[EMAIL PROTECTED]> Date: Wed May 7, 2008 4:11 am Subject: Re: Formula untuk turbin angin kapasitas besar. [EMAIL PROTECTED] Send Email Mas, ada teman yang sudah menggeluti windmill ini bertahun2 yaitu Pak Hasan Hambali, pemilik hotel salak... Problem utama untuk windmill di Indonesia adalah arah angin yang berubah2 (tidak satu arah).... Coba anda hubungi [EMAIL PROTECTED] Salam, Soejanto windt08 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Saya mempunyai formula atau tepatnya metode atau rangkaian cara untuk menjalankan turbin angin kapasitas besar agar turbin angin ini bekerja pada harga maksimumnya hanya dengan kecepatan angin 3 m/s s/d 4 m/s, formula ini berdasarkan hukum-hukum fisika yang valid dan hitungan matematika yang dapat dipertanggung jawabkan, kemana saya harus membawa formula ini agar bisa dilaksanakan, dengan formula ini bisa dihasilkan listrik dengan biaya Rp.200,-/Kwh, dan sekaligus bebas polusi. ________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. Reply | Forward ---------- Forwarded message ---------- From: Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED]> Date: May 8, 2008 11:44 AM Subject: [indonesia] BBN yang bukan bahan pangan adalah Shorgun, Jarak risinus, Algae dan ketela mukibat. To: [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Rekans, Salah satu dari diskusi semalam dengan Mas Basuki, Takdir, Harlizon, Setiarso (semuanya ITB) dan Mas Indra Adil dari IPB ada beberapa catatan yang perlu dibahas disini bahwa : 1. Shorgun, merupakan bahan bakar nabati yang bisa digunakan sebagai BioEthanol. 2. Ternyata yang produktifitasnya cukup tinggi adalah jarak jatropha risinus bukan jarak jatropha Curcas seperti yang selama ini digencarkan. :-( 3. Algae dengan species khusus dari Indonesia telah berhasil dibudidayakan di Indonesia, hanya saja yang masih diperlukan segera adalah teknologi yang merubah minyak algae menjadi biodiesel. 4. Ketela Mukibat yang tidak bisa dimakan karena beracun, sebagai bahan baku minyak nabati Bioethanol. Tolong Rekans yang mempunyai pengetahuan dan kompetensi lebih jauh tentang keempat hal diatas agar bisa memberikan share pendapatnya disini. Begitu juga, tolong yang punya hubungan dengan IPB, UGM, UI termasuk Mas Inung, agar bisa dihubungkan dengan milist IA IPB, IA UGM dan IA UI supaya bisa sinergikan antara ITB, IPB, UGM dan UI dalam bidang bidang yang memerlukan kompetensi masing masing. Salam, Zaenal -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
