Mas Basuki,
Dibuat saja perencanaannya akan ditanami apa saja yang dalam waktu 2
tahun bisa menghasilkan.
Atau tetap akan ditanami kedelai dan padi ? Kalau ditanami jarak
pagar tidak feasible dong karena waktu yang diberikan hanya 2 tahun
sedangkan umur jarak pagar adalah bisa 50 tahun.
Begitu juga gimana kepastian soal jarak ? apakah jatropha curcas atau
risinus ? kalau pakai risinus apakah telah ada mesin pengolah menjadi
minyak jarak dan mesin pengolah menjadi minyak solar nabati dari
jarak risinus ?
Setelah ditentukan tanaman yang akan dibudidayakan, lalu dibuat
cashflownya (jika belum ada nanti saya bisa kasih format yang biasa
dipakai Bank) sehingga teman2 yang interest bisa mengetahui dengan
mudah apakah proyek tersebut feasible untuk dijalankan atau tidak ?
jika feasible dengan potensi laba dan ROI berapa ? :-)
Salam,
Zaenal
At 09:49 12/05/2008, Basuki Suhardiman wrote:
Mas , ada 'jatah' 5000 Ha nih :-))
mampus dah ....
saya mau pakai nanam jarak juga ah ...
buat ganti in solar , buat nelayan di pantura , indramayu dsk ...
rencana musim tanam antara bulan juni hingga maks september ..
butuh waktu 7 bulan agar jarak bisa dipetik , dan utk menghasilkan 2
ton bio solar , butuh paling tidak 350 ha per hari utk supply ke
pengolahan (sek 3,5 ton jarak)..
piye mas (piye duwit nya) ?
Achmad Zaenal Abidin wrote:
At 12:45 09/05/2008, Tri Hidayatno wrote:
Pak Zainal,
Menurut saya, bahan baku BBN yang non-pangan diantaranya:
1. Bioethanol dari lignocellulose, misalnya dari limbah padat
Kelapa Sawit (yang paling potential adalah Tandan Kosong Kelapa
Sawit), serbuk gergaji. Sebenarnya pinus juga bisa, akan tetapi
kalau kita nanam pinus di lahan yang dulunya dipake padi, ya
sama aja bohong.
Apakah bisa kasih/ada angka effisiensinya per kg menjadi berapa
liter bioethanol untuk lignocellulose, serbuk gergaji dan pinus?
Apakah telah ada mesin pengolahnya menjadi bioethanol ?
Atau bisa juga dari bagasse sweet sorghum, karena kadar
celulosanya tinggi (Grainnya untuk pengganti gandum dan jagung,
sugar juicenya untuk ethanol juga gak apa2).
Yang mudah memperoleh bibitnya dimana ? cara menanam dan hasil per
HA berapa ? biayanya berapa ?
1. Biodiesel dari Limbah Minyak Goreng atau Fat.
Yang ini sulit sekali diperoleh karena masyarakat kita cenderung
menggunakan minyak goreng sampai benar2 menjadi jlantah "item" yang
lalu dibuang :-(
1. Biogas dari Limbah organic (Kotoran hewan, limbah cair kelapa
sawit, limbah pabrik makanan). Biogas dapat diproses lanjut
sehingga kadar air, sulfur, dan CO2 nya turun, sehingga dapat
dimanfaatkan untuk kendaraan (Bus Umum) seperti di sebuah kota
diSwedia.
Apakah ada referensi yang bisa sebagai acyan perbandingan ?
Salam,
Zaenal
--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG. Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.15/1426 -
Release Date: 10/05/2008 11:12
--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt