Dear all,

Saya pikir sudah clear dan jelas, apabila Ahmadiyah telah melakukan penghujatan 
agama (dalam hal ini Islam), dan pilihan bagi mereka adalah kembali ke pangkuan 
Islam atau membentuk agama baru dengan tidak mengandung unsur Islam sedikitpun. 
Proses2 bagaimana implementasinya, kita serahkan kepada pemerintah dan lembaga2 
yang berwenang dengan harapan adanya keputusan yang tegas mengenai posisi hukum 
dan tahapan sosialisasi serta pembinaan.

Karena semampus2nya kita berdebat di sini, tidak akan terwakilkan di tingkat 
pemerintahan. Saya pikir juga, diskusi tentang Ahmadiyah, AKKBB, dan FPI (LKI) 
di milis ini apakah dapat kita cukupkan sampai di sini?? Saya agak kelelahan 
mengikuti flow walau saya bertanggungjawab juga karena memposting suatu opini 
pembubaran Ahmadiyah dan proses hukum terhadap pelaku kekerasan. Namun apabila 
sudah menyentuh aspek terdalam akidah suatu agama secara mendetail, saya 
sedikit berkeberatan. Terima kasih

Reiza




----- Original Message ----
From: Muhammad Geovani <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, June 8, 2008 9:22:19 AM
Subject: [indonesia] Re: Renungan : Sikap Adil kepada FPI, AKKBB dan Ahmadiyah

Dear Temans,

Lama2 diskusi tentang ini jadi sgt menyebalkan yah? lah wong sudah jelas2 
AHMADIYAH melakukan penodaan/penistaan terhadap agama ISLAM kok masih dibela? 
pake dikasih embel2 HAM dan kebebasan beragama lagi, isu mayoritas-minoritas 
dlsb, ingat ngga kasusnya SALMAN RUSDHIE, KARIKATUR RASULULLAH SWT oleh 
wartawan DENMARK,dll. utk kasus2 spt itu reaksi mayoritas umat islam relatif 
seragam toh? (kecuali tentunya tokoh2 "nyleneh" yg masih bela mreka), knapa 
kali ini reaksinya berbeda2 (padahal 90-95% aliran2/Mahzabs dalam Islam sudah 
mengFatwa bahwa AHAMDIYAH ini sesat? inikah bukti kemenangan Ghawzul fikrinya 
org2 kafir & munafikun? Naudzubillahi min Dzalik.

Terus terang saya sendiri merasa blumlah termasuk muslim yg taat, apalagi 
kategori pemikir islam,hanya dapat menyampaikan sesuai dgn kapasitas keilmuan 
yg sgt terbatas. tapi saat agama anda dinodai lalu anda hanya CENGENGESAN 
apalagi MEMERANGI/MENGHUJAT orang2 yg berusaha menghentikan PENODAAN/PENISTAAN 
agama tsb, gak kebayang ntar apa anda MASIH PUNYA MUKA saat bertemu ALLAH SWT & 
minta syafaat dari RASULLULLAH SAW kelak di Akherat padahal anda mengaku 
MUSLIM?  

Benar bahwa ISLAM itu rahmatan lil Alamin, lembut & penuh kasih sayang kepada 
sesama, jgnkan kepada sesama muslim, kepada orang non muslim yg toleran sejauh 
tidak mengganggu ibadah & kehidupan kaum muslimin (dlm hadist disebut kafir 
dzinmy) kita diwajibkan menjaganya dari ucapan maupun perbuatan yg dapat 
menyakiti mereka. But kalo diri, keluarga apalagi Din (Agama) kita 
diganggu/dinista/dinodai sbg muslim kita wajib tuh mencegah/memeranginya karena 
itu dalam ISLAM ada 2 faktor yg tak terpisahkan yaitu Amar Ma'ruf (Menyeru pada 
Kebaikan) &  Nahi mungkar (Mencegah Kemungkaran). Nah Amar Maruf ini relatif 
lebih gampang brur, byk temen2 muslim pandai melakukannya, resiko relatif 
kecil, paling banter di ledek sok alim lah, "muna" lah dll. bahkan byk dai2 
kondang kaya raya krn amar maruf ini.

But Nahi Munkar cuma sedikit yg punya nyali utk mencegahnya, krn resikonya 
berat brurs kadang2 dipenjara, hilang harta benda, dimusuhin, bahkan ada yg 
sampe korban nyawa..krn itu level keimanan dari Nahi Mungkar ini ada 3 
tingkatan, yg paling tinggi adalah muslim yg berani mencegah kemungkaran dg 
"tanganya" (bisa diartikan sesuai dg kekuasaan/jabatan yg di dibebankan 
kepadanya), yg kedua menolak kemungkaran dg ucapannya (demo, tulisan dll) yg 
ketiga dg hatinya (maksudnya dlm hari aja gitu, tatuut)dan yg ke tiga inilah 
seLEMAH-LEMAHNYA Iman. Apa mau dicap ALLAH & RASUL Nya punya iman LEMAH? bagi 
cowok jantan, dicap lemah syahwat aja malunya setengah mati toh? hehe

Nah, berkaitan dg mencegah kemungkaran dg "Tangan" ini,dalam pelaksanaannya 
tiap individu menyesuaikan dg kapasitasnya masing2, bagi pejabat negara/wakil 
rakyat yg gunakan "tangannya" utk merilis UU ttg AHMADIYAH secepatnya, bagi 
temen2 muslim lulusan ITEBE pun layaknya punya langkah konkret melawan 
penistaan ini sesuai dg kapasitas otaknya, mosok kalah kreatif sama rakyat RRC 
yg bisa boikot produk UE (i.e Carrefour dll) saat Uni Eropa/Perancis mulai 
campur tangan masalah TIBET? akibatnya UE nyerah tuh, minta maaf sama RRC.

Saya juga gak membenarkan kekerasan yg dilakukan Laskar Islam diMonas,but 
seyogyanyapun kita berusaha memahami kapasitas mereka (byk yg bilang hanya 
lulusan sd,smp tapi punya semangat kuat dlm membela agama ini) dan situasi 
LAPANGAN saat itu yg penuh provokasi dari mulut2 busuk AKKBB plus rentetan 
letupan pistol dari anggota AKKBB. Dan melalui forum ini saya tantang anda2 
sekalian (terutama yg suka gelut di wisudaan) apa bisa menahan diri ngga kasih 
bogem mentah ke kelompok jurusan lain saat telinga anda dibuat memerah oleh 
kata2 kasar/makian dari jurusan lain tsb? padahal anda2 anak ITEBE toh? yg 
katanya the best top 5% dari lulusan UMPTN? dan notabene pun yg dihina HANYA 
anda pribadi atau kelompok/jurusan anda? Lha ini Agama anda dinista masih 
santai wee, sungguh sangat mengenaskan.

Apa temen2 muslim sudah lupa sejarah peperangan utk menumpas kelompok nabi 
palsu yg dipimpin Musailamah Al Kahzab dizaman Khulafaur Rasyidin? apa itu bisa 
dikategorikan melanggar HAM dan kebebasan berpendapat ( versi Amerika kali ya?)

Kalau memang AHMADIYAH tidak berniat MENISTAKAN agama, sudah dari dulu mreka 
harusnya menyetujui tawaran KELUAR dari AGAMA ISLAM. ( eh trus ada pertanyaan 
NYLENEH gimana donk bakal susah buat KTP, kawin dlsb krn baru ada 6 agama yg 
diakui NKRI, so What? Lalu krn alasan2 itu mreka dibiarkan terus menodai ISLAM?)

Akhirul Kalam, pesan saya utk teman2 muslim adalah, Jika tak bisa membela agama 
anda, atau saudara2 yg membela akidah agama anda lebih baik DIAM sajalah, toh 
ga masalah bagi Anda kalo saat ini masih termasuk lemah Iman (bisa jadi 
termasuk saya), daripada anda berdiri disisi kaum sesat & munafikun dan harus 
berhadap2an dg para mujahid. 

Salam,
Geo


      

Kirim email ke