FYI

--- Pada Jum, 13/6/08, Bustanul Mulyawan <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: Bustanul Mulyawan <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [alumni_gamais_itb] Blue Energy
Kepada: "ppsdms" <[EMAIL PROTECTED]>
Tanggal: Jumat, 13 Juni, 2008, 1:19 AM










    
                         POLITIKA
 
 *"Blue Energy"*
 
 Selasa, 27 Mei 2008 | 03:00 WIB
 
 *BUDIARTO SHAMBAZY*
 
 Gara-gara harga minyak menyentuh langit, lima bos multi national corporation
 atau MNC, Rabu (21/5), diundang Senat AS untuk dengar pendapat. Senat marah
 setelah tahu profit MNC dari bisnis minyak lebih tinggi daripada Himalaya.
 
 Harga BBM mencapai 4 dollar AS per galon (1 galon sekitar 3,78 liter), harga
 minyak dunia telah melebihi 135 dollar AS per barrel. Gara-gara kenaikan
 harga BBM, semua harga barang naik sehingga AS mengalami resesi.
 
 Ambil contoh maskapai terbesar, American Airlines (AA), yang memangkas
 jumlah penerbangan dan memberhentikan ribuan karyawan. AA untuk pertama
 kalinya memungut biaya 15 dollar AS per koper penumpang agar tak rugi.
 
 Lima bos yang dipanggil Senat mewakili Chevron, ConocoPhillips, Shell,
 ExxonMobil, dan BP American (BPA). Mereka dimintai penjelasan tentang

 penyebab kenaikan harga BBM di Komisi Yudikatif, lengkap dengan sumpah.
 
 Mereka bilang, harga BBM naik karena 70 persen produksinya tergantung dari
 harga minyak dunia. Sementara harga minyak dunia melonjak karena suplai tak
 memenuhi permintaan dan pembatasan eksplorasi di Alaska.
 
 "Kedengarannya bosan dan tak menarik, tetapi hukum supply and demand jadi
 penyebab," ujar Presiden Shell John Hofmeister. Wapres Exxon Stephen Simon
 bilang, profit anjlok dari 10 sen dollar AS jadi 4 sen dollar AS per galon
 gara-gara kenaikan harga minyak dunia.
 
 Namun, Senat tak percaya. "Kalian selalu cari kambing hitam seolah-olah
 bisnis harus begitu. Profit kalian tiap kuartal naik. Kalian tak lagi punya
 etika tentang harga BBM yang layak bagi rakyat," kata Senator Dianne
 Feinstein.
 
 Senator Arlen Specter menunjuk data naiknya profit tahunan Exxon dalam lima
 tahun terakhir dari 11,5 miliar dollar AS menjadi 40,6 miliar dollar
 AS.
 "Mengapa profit naik, sementara konsumen membayar lebih mahal?" tanyanya.
 
 Simon menjawab, profit itu besar—kelak akan turun—untuk membayar investasi
 yang berskala besar. Dalam istilah ekonomi, menurut Simon, yang berlaku
 prinsip "current up cycle."
 
 "Ya, Anda bisa bicara dengan terminologi bagus yang bernama 'current up
 cycle' saat rakyat tak mampu membeli BBM 4 dollar AS per galon," sergah
 Senator Patrick Leahy. Berhubung semua senator marah, mereka memaksa bos-bos
 itu mengungkap gaji mereka.
 
 Wapres Chevron Peter Robertson mengatakan, ia digaji sekitar 1 juta dollar
 AS per bulan. Padahal, media massa memberitakan, Robertson mendapat 28 juta
 dollar AS per tahun, termasuk opsi membeli saham.
 
 Sebagai "hukuman", Senat berencana memberlakukan kembali pajak (windfall
 tax) yang dipungut dari profit itu yang jumlahnya bisa mencapai 80 miliar
 dollar AS. Inilah berkah demokrasi yang mengontrol MNC tak
 terlalu rakus.
 
 DPR mestinya mengadakan rangkaian dengar pendapat dengan semua
 pihak—termasuk pemerintah pengelola migas. Tujuannya agar rakyat paham
 mengapa subsidi mesti dikurangi.
 
 Rakyat, misalnya, ingin tahu Indonesia anggota OPEC yang menikmati profit
 berlimpah. Jika harga minyak 125 dollar AS per barrel, nilai aset OPEC saat
 ini 1,37 triliun dollar AS.
 
 Angka itu relatif sama dengan nilai total aset keuangan dunia— saham,
 obligasi, surat-surat berharga lainnya, dan deposito bank. Jika ditambah
 lagi dengan cadangan minyaknya, nilai itu naik jadi 3 triliun dollar AS.
 
 Jika harga minyak 200 dollar AS per barrel, kekayaan OPEC 6 triliun dollar
 AS. Dengan uang itu, OPEC mampu beli Bank of America hanya dengan produksi
 selama sebulan, Apple Computers selama sepekan, atau General Motors selama
 tiga hari.
 
 Terus terang, kini yang diributkan hanya akibat-akibat kenaikan harga BBM,
 bukan
 sebab-sebabnya. Pasalnya, data tentang permigasan (jumlah ekspor dan
 impor, eksplorasi, profit, dan sebagainya) tak terang benderang.
 
 Akibatnya fatal, polisi menyerbu Kampus Unas. Padahal, mahasiswa dan polisi
 bagian dari rakyat biasa yang hidupnya makin susah.
 
 Dalam situasi yang panas saat ini dibutuhkan kepemimpinan penyampai pesan
 yang terang benderang tentang kondisi sebenarnya. Dan, penyampai pesan mesti
 pemimpin-pemimpin yang punya kredibilitas.
 
 Kredibilitas didapat bukan dari janji-janji semata, tetapi juga dari
 keteladanan. Misalnya, setelah kenaikan harga BBM bulan Oktober 2005, banyak
 pejabat yang menghemat—termasuk menurunkan suhu penyejuk udara.
 
 Ini langkah konkret yang membentuk kredibilitas. Namun, kalau penghematan
 cuma "panas-panas tahi ayam", kredibilitas itu hilang.
 
 Hal penting lainnya, setiap pemerintah pasca-Reformasi diwarisi sistem
 pengelolaan permigasan yang kacau. Subsidi
 BBM bukan ciptaan SBY-JK.
 
 Untuk ada momentum mulai dari nol lagi sistem pengelolaan permigasan sesuai
 Pasal 33 UUD 1945. Bung Karno memaksakan kontrak karya yang membebani MNC
 dengan berbagai kewajiban yang menguntungkan bangsa.
 
 Megawati Soekarnoputri mau menyetop perpanjangan kontrak Blok Cepu dengan
 Exxon sampai 2010. Sayang, pemerintah setelah itu memperpanjangnya— momentum
 pun hilang lagi.
 
 Apa yang terjadi tak perlu disesali. Namun, sekali lagi, pemerintah dan DPR
 perlu mengadakan serangkaian dengar pendapat agar semuanya terang benderang.
 
 Kini pemerintah dan mahasiswa kayak minyak dengan air yang mustahil menyatu.
 Makanya, saya heran kok masih ada yang percaya blue energy yang bikin heboh
 itu.
 
 *http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 05/27/00182214/ 
*<http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 05/27/00182214/>
 

"Berlombalah dalam kebaikan, bersinergi dalam karya, dan berikan manfaat 
terbaik untuk seisi alam"


-------
regards,

PENDEKAR BERAS ORGANIK
 Bustan 0812 146 9036

Pusat Beras Organik :
 www.agribisnis- ganesha.com 

      
      

    
    __._,_.___
    
    
              
          
            Messages in this topic           (1)
        
        
          
            Reply           (via web post)
          | 
        
          Start a new topic        
           
    
    
    
                Messages  
        
        
        
        
        
        
        
      
    

                        
          


          Untuk berhenti dari keanggotaan milis, kirim email kosong ke :

[EMAIL PROTECTED]



Untuk bergabung, kirim email kosong ke :

[EMAIL PROTECTED]





          


        
      
                  
      MARKETPLACE
      
                  
            You rock! Blockbuster wants to give you a complimentary trial of - 
Blockbuster Total Access.

 



          
                              
    
      
    
    
    
      
       

      Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 

      Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch 
format to Traditional 


      
        Visit Your Group 
       |
      
        Yahoo! Groups Terms of Use       |
      
        Unsubscribe       
         
   

  
  
  
  
    
    


     


            
            
                      
                Visit Your Group              
             
                              
            
                          
              
                      Y! Messenger 
Instant hello 
Chat in real-time 
with your friends.                  
                    
                      All-Bran 
10 Day Challenge 
Join the club and 
feel the benefits.                  
                    
                      Moderator Central 
Yahoo! Groups 
Join and receive 
produce updates.                  
          
            
                  
          .
                           

        
        __,_._,___
        
         
        
        








        


        
        


      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke