Rekan AZA,
   
  Maaf nich saya baru pulang daru survey kabel bawah laut pake side scan sonnar 
dan ROV Sea Eya falcon 1255 inspection class, karena arus cukup deras jadi saya 
tunda 6 minggu.
   
  Mengenai kapan kita akan ketemu bisa kita rencanakan minggu depan. Mungkin 
antara hari Rabu (25/06/08) atau Kamis (26/06/08).
   
  Salam,
   
  Hasan
  

Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  APa kabar Kang Hasan ? 
Apakah sudah jadi Bisnis Plannya ?
Kapan nich jadi rapat ?

Salam,
Zaenal

At 23:19 14/05/2008, hasanuddin windenda wrote:
  Rekan AZA dan INBers,
 
Saya sedang menggarap bisnis plan dan prospek bisnis ROV yang sangat 
menguntungkan ini, karena 80 persen wilayah kita adalah laut. Pasar masih 
terbuka luas dan frekwensi penggunaan sanat tinggi. Strategi bisnisnya sangat 
jitu. Mudah2an bulan Juni selesai. Kita rapat tanggal 9 Juni 2008. Customer 
kita sangat banyak. Namun kita harus siap dari segi teknologi, pilot dan juga 
engineernya.
 
Terlampir cover dari Peluang Bisnis ROV.
 
Salam,
 
Hasanuddin-GM76

Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    
   Rekan Sapto, Arief, Huzaeri, Kang Hasan dan Rekans,

  
   Menyambung pembicaraan via telpon tadi siang dengan Rekan Arief dan Huzaeri, 
maka untuk meeting berikut yang perlu segera diketahui/dituliskan adalah Bisnis 
Plan:

  
   1. Pasarnya kemana saja ? (perusahaan apa saja ? dan frekwensi pemakaian ROV 
berapa kali per bulan atau per tahun  ?
  
   2. Spesifkasi ROV yang diperlukan seperti apa ? 
  
       a. Inspection class yang mana ?
  
       b. Working class yang mana 
  
       c. atau gabungan keduanya yang teman teman ITB masih mampu mendesign dan 
memprodukisnya sendiri.
  
   3. Harga sewanya berapa per pemakaian ROV per hari 
  
   4. Scope of work sewanya apa saja dengan harga yang tercantum dalam butir 3.
  
   5. Perusahaan yang mempunyai kelengkapan administrasi apa saja yang bisa 
menawarkan jasa penyewaan ROV?
  
   6. Budget harga beli/ongkos produksi sendiri ROV berapa ?
  
   7. Berapa target pemasukan dari hasil sewa ROV beserta perlengkapannnya per 
bulan.tahun.
  
   8. Kebutuhan modal kerja untuk operasional yang diperlukan berapa per 
bulan/tahun baik untuk overhead maupun maintenance ROV dengan perlengkapannya.
  
   9. Life time ROV berapa lama, sehingga bisa menentukan besarnya depresiasi 
ROV berapa % per tahun ?
  
   10.Dengan assumsi bunga investasi 18% per tahun, pemasukan hasil sewa dan 
pengeluaran untuk investasi maupun operasional bisa dihitung sehingga akan 
memperoleh angka
  
       berapa tahun kembali modal dan berapa % keuntungan  per bulan/tahun 
untuk selanjutnya berdasarkan lie time ROV dan perlengkapannya. 

  
   sedangkan updating peminat ROV bertambah menjadi :

  
   1. Kang Hasan 
  
   2. AZA 
  
   3. Tedjo 
  
   4. Witarto 
  
   5. Indera Sadikin 
  
   6. Robby 
  
   7. Adryan 
  
   8. Agus Triwiyono
  
   9. Wayan 
  
   10.Prasetyo 
  
   11.Tri Agusman 
  
   12.Handjono 
  
   13.Aristo Y Suratman 
  
   14.Husein Akil
  
   15.Nur Hasan
  
   16.Asikin
  
   17.Agus Rusmantoro
  
   18.Arifin Nugroho
  
   19.Imam Purnama
  
   20.Arief
  
   21.Sapto 
  
   22.Nugroho Adi.
  
   23.Teuku Reiza
  
   24.Huzaeri 

  
   Yang menjadi salah satu concern juga adalah apakah memungkinkan penggunaan 
kapal Hovercraft yang buatan dalam negeri untuk menunjang operasional ROV untuk 
kedalaman sampai dengan 300 meter dibawah laut ? 

  
   Jika telah siap dengan bisnis plan yang menyangkut 10 butir diatas, kita 
segera lakukan meeting bersama.
  
   Ayo kapan meetingnya ? 

  
   Salam,
  
   Zaenal

  
   At 11:24 14/05/2008, sapto adinugroho wrote:

    
   Mas Aza,
  
   Sebelumnya maaf saya baru gabung lagi dengan forum
  
   ini, sebelumnya saya sempet khawatir jangan2 issue
  
   mengenai rov ini sempet menurun.
  
   Terus terang kami juga sangat memerlukan ke 10 info
  
   tersebut, karena akan memberikan input sangat besar
  
   mengenai konsep design yang sedang kami jalankan.
  
   Kami dari tim ITB sekedar memberikan report kemajuan
  
   pengembangan ROV kami.
  
   Seperti yang sempet saya infokan sebelumnya mengenai
  
   salah satu strategi menguasai teknologi dibidang ini.
  
   Jika kita hanya konsentrasi untuk membuat ROV sendiri
  
   dng jalan membeli sparepart dari luar dan membangun
  
   menjadi sebuah ROV  sesuai dengan kebutuhan kita,
  
   sebenarnya bukan masalah lagi buat kami. Mungkin perlu
  
   sedikit konsentrasi mengenai fasilitas pengujian
  
   seperti pressure Chamber utk menguji kehandalan
  
   komponen terhadap hydrostatic pressure dan beberapa
  
   fasilitas untuk fabrikasi. Dan fasilitas inipun kita
  
   juga punya designnya tinggal dieksekusi dari beberapa
  
   program research yg sedang kami ajukan.
  
   Namun jika kita bicara produksi ROV itu sendiri untuk
  
   sekala industri, ketersediaan komponen termasuk after
  
   sale service menjadi sebuah kendala yang cukup besar.
  
   Jika sudah berhubungan dengan persaingan bisnis ,maka
  
   bagaimana komponen2 utama utk rov tsb bisa terjamin
  
   tersupply ke kita termasuk waktu repair jika ternyata
  
   ada komponen yang malfunction menjadi factor yang
  
   cukup crucial.

  
   Hal ini pernah saya ungkapkan juga kepada mas AZA,
  
   bagaimana bersaingan untuk mendapatkan sparepart
  
   tersebut di kalangan ROV Services di ASIA  membuka
  
   celah masuknya permainan yg  tidak sehat.
  
   Untuk mengatasi ini Kita sudah mulai dengan membuat
  
   salah satu prototype komponen pendukung ROV yaitu 
  
   Thruster, meskipun dengan kapasitas baru 80 N, namun
  
   komponent ini sudah berfungsi dengan baik, dan sudah
  
   melewati uji hydrostatic pressure sampai 30 bar ( jika
  
   diconvert menjadi operating depth sekitar 300 m), dan
  
   endureance. Dan sudah siap untuk dipakai di beberapa
  
   candidate Underwater vehicle kita. (beberapa pict
  
   thruster kami, sy attachkan)

  
   Setelah Thruster selanjutnya yg akan menyusul adalah
  
   underwater Rotary actuator, underwater
  
   brusher,Underwater cutter, Jetter, Multi function
  
   Manipulator, Sonar Transducer (altimeter, Hydrophone,
  
   pinger, acoustic modem, dan bbrp sonar device
  
   lainnya).
  
   Namun jika menunggu semua berhasil dibikin sendiri
  
   tentu saja terlalu lama, jadi sambil jalan disaat kita
  
   produksi, sedikit demi sedikit komponen yang kita
  
   pakai digantikan dengan buatan kita. Sampai akhirnya
  
   kita bisa buat full Indonesian ROV with 100 % local
  
   content Components.

  
   Jika sudah seperti ini baru kita bisa bicara mengenai
  
   kemandirian. Dan underwater tools / vehicle survey kan
  
   bukan hanya ROV. Masih ada AUV( Autonomous Underwater
  
   Vehicle, ADV (atmospheric Diving Suits), Manned
  
   Submersible, atau bahkan First Indonesian Submarine…
  
   Dan untuk lebih mempublikasikan riset kami , dirasakan
  
   perlu semacam forum yang mempertemukan seluruh ahli
  
   dan praktisi dibidang underwater technology . Untuk
  
   keperluan tersebut kami akan menyelenggarakan
  
   International Conference on Underwater system &
  
   Technology, 4-5 november 2008, Bali , Indonesia. Dan
  
   kemungkinan ada exhibition dan demo dari beberapa
  
   peserta maupun vendor yang tertarik dibidang ini.
  
   Demikian info yang dapat saya update saat ini.
  
   Oh ya jadinya kapan rencana meeting ke depan mas AZA?,
  
   Maaf kemaren saya kebetulan ada acara keluarga di luar
  
   kota dan sempet terjebak di cengkareng .
  
    Wassalam

  
   Sapto Adi Nugroho


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.16/1431 - Release Date: 13/05/2008 
19:55

       

Kirim email ke