Back-up email for: [EMAIL PROTECTED]


--- On Tue, 7/1/08, CHPStar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: CHPStar <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: DEN VS AP2I-Multi Sector Partnerships
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Tuesday, July 1, 2008, 10:48 PM

IA ITB Yth,

Berikut adalah studi kasus yang sangat baik bagi Dewan Energi Nasional (DEN) 
yang akan dipersembahkan oleh Asosiasi Perencana Pemerintah Indonesia (AP2I) - 
Multi Sector Partnerships (Komisariat ESDM-PU-Kominfo-LIPI). Walaupun demikian 
kepentingan AP2I-Multi Sector Partnerships sangat berkepentingan pada 
Perencanaan Sistem Keandalan. Untuk itu AP2I Multi Sector Partnerships 
mempromosikan Public and Private Partnerships. Kegiatan Capacity Building yang 
paling bermanfaat Politik, Sosial dan Ekonomi tertinngi adalah 1) Energy Saver/ 
Cooperative CHP, 2) E-Planning Process, dan 3) New Energy Promotion.

Saat ini, AP2I Multi Sector Partnerships (bersama ethical sector lainnya) 
sedang mempersiapkan Indonesia Cooperative Action to Address  Climate Change: 
http://www.icaexpo.coop
Progress AP2I
 Bali Planning Process akan dipamerkan.

Semoga dapat mengharumkan nama Almamater.

Tjahjokartiko Gondokusumo
AP2I - Multi Sector Partnerships




PLTU Ombilin Gagal Beroperasi

                PERKIRAAN
Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban (P3B), pemadaman bergilir di
Sumbar dan sebagian daerah di Pulau Sumatera masih akan berlangsung
lama. Karena, menurut Manager Hukum dan Komunikasi P3B Eddy M Isral
Selasa (1/7), Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ombilin gagal
operasi. "Meski
telah diperbaiki, PLTU Ombilin tetap gagal beroperasi. Setiap diuji
coba, pembangkit tua itu terlalu tinggi getarannya. Getaran boyler-nya
masih tinggi saat kita cobakan untuk 30 MW, apalagi kalau mau dipakai
90 MW, bisa meledak. Jadi Ombilin belum bisa masuk sistem," kata Eddy. Selain
PLTU belum berfungsi, juga disebabkan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga
Air) Singkarak, sejak beberapa hari terahir ini berhenti beroperasi,
karena masuk tahap perbaikan. Akibatnya pemadaman listrik bergilir tak
bisa dihindari terjadi pada beberapa provinsi di Sumatera seperti
Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Palembang. "Mulai hari ini (Selasa,Red),
bertambah menjadi tiga kali dalam sehari dengan lama pemadaman selama 6
jam. Kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena kondisi pembangkit PLTA
Singkarak harus di perbaiki segera, jadi terpaksa waktu pemadaman
bergilir bertambah," ujar Eddy M Isral. Pembangkit
Listrik Tenaga Air (PLTA) Singkarak dengan kapasitas 174 MW sedang
diperbaiki, Eddy mengatakan, masa perbaikan tersebut sampai 7 Juli
mendatang karena terdapat kebocoran di bagian kran pengaliran air.              
                

Back-up email for: [EMAIL PROTECTED]



      


      

Kirim email ke