Bapak2, Ibu2 dan Kawan2 Milis Yth,

Menarik sekali ucapan Wapres Jusuf Kalla tentang krisis Energy Dunia, 
bahwa Indonesia berada pada posisi ditengah, yaitu sebagai produser 
Energi dan sekaligus juga sebagai Konsumer Energi. Indonesia adalah 
Exportir terbesar Dunia bahan bakar Gas (LNG). Namun kita saat ini 
menjadi Net-Importer BBM, sebab prodksi BBM kita lebih sedikit dari 
konsumi BBM Nasional. Kalau saja kita bisa mengurangi kebutuhan BBM 
melalui berbagai upaya penghematan konsumsi BBM atau mengalihkan ke 
sumber Bahan Bakar Gas (BBG), maka Indonesia malah akan diuntungkan 
dengan naiknya harga BBM di Luar Negeri, sebab kita menjadi Net-
Exporter BBM.

Namun bagaimanakah cara kita melakukan penghematan BBM ini? Kalau cara 
yang sedang diwacanakan oleh Pemerintah dengan melakukan penghematan 
BBM (Listrik) melalui pemadaman listrik di berbagai wilayah Indonesia 
secara reguler, maka akan berdampak kepada penurunan Produktivitas 
Nasional, Rencana ini didukung oleh HIPMI seperti diucapkan oleh calun 
Ketua Umumnya, sdr. Erwin Aksa pada acara Dialog Ketahana Energi dan 
Pangan di Palembang.

Kami sarankan agar Kantor2 atau Perusahaan yang mengalami jadwal 
pemadaman listrik pada hari-hari tertentu tetap bisa produktif, maka 
agar diterapkan Kerja Jarak Jauh atau Teleworking bagai para 
karyawannya yang memungkinkan, yaitu menggunakan PC atau Laptop dirumah 
masing-masing bagi yang memilikinya, dan bagi yang belum memilikinya 
makan para karyawan itu dapat menggunakan PC di Warnet-warnet atau 
Cybercafe yabg sudah banyak tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Sudah pasti hal ini akan memerlukan perbahan budaya kerja masyarakat, 
dari yang bekerka masuk kantor tiap hari, menjadi bekerja jarak jauh 
dari rumah atau warnet/cybercafe.Hanya pada hari-hari tertentu mereka 
kembali bekerja normal di Kantor. Seperti disampakan oleh Bapak Wapres 
Jusuf Kalla, dicelah-celah krisis, selalu ada hikmahnya, yaitu 
masyarakat Indonesia bisa makin produktif dan effisien melalui 
penerapan budaya kerja Teleworking. Selain menghemat pemakainan BBM, 
jalan-jalan di kota-kota besar akan menjadi sepi dan lengang, sehinga 
masyarakat tidak kehilangan waktu karena macetnya jalan-jalan seperti 
pada era sebelumnya.

Cara lainnya untuk menghemat BBM adalah dengan cara memproduksi 
Biofuel oleh kelompok-kelompok masyarakat Indonesia, sebab teknologi 
ini sudah diterapkan di Indonesia oleh beberapa orang, termasuk oleh 
salah seorang Anggota MASTEL, yaitu Bapak Darmoni Badri di Purwokerto, 
Jaaw Tengah. Dengan sedikit penelitian tambahan, perangkat Produksi 
Biofuel dapat dibuat di Indonesia secara massal dan murah. Contohnya 
bisa dilihat di URL:

http://masif.wordpress.com/2008/06/02/stop-press-strategi-jitu-
mengatasi-kenaikan-bbm-produksi-biofuel-rakyat/

Cara lainnya untuk menghemat BBM adalah dengan menggunakan "Brown 
Energy", yaitu mencampur bensin atau solar dengan H-H-O hasil 
elektrolisis campuran air dan KOH (Kaolin) atau Soda Kue. Namun  kami 
satan kan agar BPPT atau Lembaah Riset lainnya melakukan Standardisasi 
campuran air dan KOH atau Soda Kue agar tidak terjadi ledakan atau 
kerusakan mesin mobil atau GenSet yang menggunakan teknologi ini. Brown 
Energy ini ditemukan oleh Mr. Yull Brown dari Australia dan di 
Indonesia telah dibuktikan penggunaannya oleh  sdr. Pumpida 
Hidayatullah dan sdr. Futung Mustari. Silahkan dipelajari URL dibawah 
ini:

http://masif.wordpress.com/category/brown-wnergy-penghemat-bbm-59/

Silahkan ditanggapi dan dilaksanakan untuk secepatnya melepaskan 
Indonesia dari Krisis Energi/BBM.

Wassalam,
S Roestam
---------------------

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke