Nimbrung Pro kontra pohon Nyamplung ,kalau ada track record pohon nyamplung bisa
 mencegah abrasi pantai , mohon dibuatkan summary termasuk financial aspects 
untuk di
presenrtasikan ke penguasa " Jabar " yang kebetulan dg adany "wind of change " 
saya punya hot line ke beliau2, termasuk untuk pendanaan dg "petro dollar " 
yang luar biasa bisa dilinkkan. WassW Lukman Z

--- On Mon, 7/7/08, Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Achmad Zaenal Abidin <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [indonesia] Re: Bagaimana jika kita gencarkan pohon  nyamplung sebagai 
tanaman  Biodiesel dikota kota dan penahan abrasi  pantai
To: [email protected]
Date: Monday, July 7, 2008, 8:08 PM


 
At 09:23 08/07/2008, Moko Darjatmoko wrote:

At  7/5/08, Achmad Zaenal
Abidin wrote:


4. Bagaimana jika dari pada
pohon pohon di setiap pinggir/tengah jalan di Jakarta maupun kota kota
lain/terutama pesisir tidak ada gunanya selain hanya kayu dan konservasi
air saja, untuk dibongkar/ditebang dan diganti dengan pohon pohon
nyamplung ? termasuk di pesisir pesisir pantai yang rawan abrasi/tsunami
untuk ditanami pohon nyamplung,karena telah kita telah siapkan
pembibitannya.

Aku bisa memahami urgensi mendapatkan alternative fuel, tetapi menebangi
pohon pohon peneduh jalan di Jakarta maupun kota kota lain untuk diganti
dengan pohon pohon nyamplung adalah usulan paling "gendheng"
yang pernah aku dengar.

Kalau tahu tidak ada manfaatnya ya pasti tidak akan diusulkan mas.
:-)


 Pertama, ada alasan
tertentu satu jenis pohon tidak dipakai sebegai peneduh jalan, dan
nyamplung adalah salah satunya -- karena akarnya tumbuh "liar"
kemana-mana dan dalam waktu singkat akan menjebol
pavement.

Informasi akarnya liar ini dari mana ? apakah
akar2nya akan bergerak keatas ? :-(

Berdasarkan kesaksian dari yang mengirim minyak nyamplung, di sepanjang
jalan pangandaran Pohon nyamplung  telah digunakan sebagai pohon
peneduh jalan tanpa menimbulkan kerusakan alan karena akar2nya, karena
akarnya dalam.





Siang ini saya telah terima
kiriman sample/contoh minyak nyamplung 2 botol sebagai bahan baku
Biodiesel/solar dan beberapa biji buah nyamplung.

(harga biji nyamplung adalah + Rp. 2.000,-/kg, dimana persentasi
untuk menjadi biodiesel diatas 50% per kg= > 0,5 liter
biodiesel/kg).

Kedua, siapa bilang nyamplung ini bisa jadi "solusi" yang ideal
untuk sumber bio-fuel (bio-diesel)? Entah dari mana ZA dapat angka
fantastik "persentasi untuk menjadi biodiesel diatas 50% per kg=
> 0,5 liter biodiesel/kg" ... aku yakin ini bukan dari pengalaman
nge-press sendiri (seperti layaknya para nyur-senyur, the doers not the
talkers). FYI, angka yang lebih mendekati untuk "yield" biji
nyamplung ini adalah sekitar 5 persen, jelas merupakan angka yang jauh
lebih rendah ketimbang klaim AZA yang 50 (limapuluh) persen itu! Tadinya
kupikir salah ketik atau mark-up nggak sengaja, tetapi dari email yang
lain "'60% lebih tinggi dari pada jarak pagar (Jatropha Curcas) yang
berkisar 30%" ... wah, sampiyan ini musti kembali buka-buka textbook
botani.

Mas Moko dan rekans bisa melihat kembali dari
daftar yang diberikan Pak Tatang sesuai terlampir.

Dan barusan saya tanya kepada yang ngepres langsung dari biji nyamplung
menjadi minyaknya diperoleh keterangan dari 2.5kg biji nyamplung
diperoleh minyak 1 sd 1.5 liter.

Berarti perolehan minyak adalah 40% sd 60% dari setiap biji nyamplung ke
minyak atau 0,4 sd 0,6 liter/kg.


Salam,

Zaenal




Tabik,

Moko/


-- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi
serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia
dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better :

http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
 



      

Kirim email ke