Sebenarnya di website itu, tertera juga program beasiswa untuk Master/Postgrad 
program, tinggal dibuka² aja.

Untuk info yang lebih rinci dan komprehensif:
http://www.daad.de/deutschland/index.en.html

Mendapatkan beasiswa Doktor di Jerman justru jauh lebih mudah daripada beasiswa 
Master, karena ketersediaan skema riset/proyek yang cukup banyak dan 
kompetitif, dan status mahasiswa Doktor yang multifungsi sebagai peneliti, juga 
mahasiswa, dan juga temporary worker.

Namun terkadang untuk mendapatkan beasiswa Doktor dalam skema riset/proyek 
membutuhkan usaha, kegigihan serta konsistensi. Informasi mengenai beasiswa 
skema riset/proyek terkadang dipublikasikan "internal" di search-engine 
beasiswa berbahasa Jerman, website² institusi riset atau universitas, atau 
permintaan dari Profesor kepada mahasiswa Doktor-nya untuk mencari rekannya 
yang berminat melanjutkan ke jenjang 
PhD/Dr.-ing./Dr.rer.nat./Dr.sc.agr./Dr.iur., dsb. Apabila beruntung beasiswa 
skema riset/proyek terpampang di blog atau website yang menginformasikan 
beasiswa di seluruh dunia. Bisa dibayangkan apabila untuk satu pengumuman, 
terdapat ratusan permohon yang berkualifikasi Master dari berbagai negara di 
dunia.

Lulusan Master dari Jerman/Austria/Swiss (Zurich) mendapatkan keuntungan dari 
skema ini, karena dalam beberapa kasus institusi riset/univeristas lebih 
mengutamakan pemohon dari kalangan alumni Jerman/Austria/Swiss (Zurich) selain 
WN Jermannya sendiri, walau saat ini pemohon dari Belanda, Prancis, Belgia, 
Spanyol, dan Inggris juga mempunyai porsi "penilaian" yang serupa.

Untuk beasiswa Master, sebenarnya cukup banyak peluang yang tersedia dan 
diumumkan secara publik atau "internal", sama seperti beasiswa Doktor skema 
riset/proyek. Namu masalahnya klasik, tidak semua calon pemohon mempunyai waktu 
untuk mencari atau meng-googling keyword² minimal 2 jam/hari secara konsisten 
dan melakukan database sederhana secara teratur. Serta persaingan yang sangat 
ketat untuk mendapatkannya. Tetapi, "if there's a will, there's a way". Salah 
satu link yang cukup baik adalah:
http://www.daad.de/deutschland/foerderung/stipendiendatenbank/00462.en.html

Kebetulan saya tidak pernah mengajukan beasiswa DAAD untuk studi Master saya, 
dan nantinya pun tidak akan mengajukan apabila saya mendapat kesempatan 
melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Karena sesuai tujuannya, alokasi 
beasiswa DAAD diprioritaskan kepada tenaga pengajar, akademisi/peneliti, PNS, 
profesional dalam bidang yang berkaitan dengan Jerman, dan anggota LSM 
non-profit. Sedangkan saya, emm.. seseorang yang mempunyai fleksibilitas 
tinggi, menikmati kebebasan, dan ingin menggapai batas terbaik, namun mempunyai 
tujuan hidup yang pasti,, hehehe... **mirip kampanye capres :p**

 

---------------------
Teuku Reiza Yuanda
http://www.linkedin.com/in/teukureiza
 




----- Original Message ----
From: Joko Julianto <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, August 14, 2008 3:29:09 PM
Subject: [indonesia] Re: Beasiswa DAAD


Untuk yang S2.sepertinya ga/belum ada.
link: http://jakarta.daad.de/
 
untuk sekolah di Australia, bisa menggunakan 
fasilitas beasiswa pemerintah Australia (AusAID), untuk S2, S3
link: http://www.ausaid.gov.au/scholar/
 
Salam,
Joko


From: Widjayanto Djaenudin 
Sent: Thursday, August 14, 2008 10:07 PM
To: [email protected] 
Subject: [indonesia] Re: Beasiswa DAAD

Kalo yang buat program master ada ga mas? 
:)

Salam,
Widjayanto


      

Kirim email ke