hahahaa...
mari kita tunjukkan contoh nyatanya :p

 ---------------------
Teuku Reiza Yuanda
http://www.linkedin.com/in/teukureiza
 




----- Original Message ----
From: Hilman <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, August 15, 2008 12:14:31 PM
Subject: [indonesia] Re: Mejelang HUT ke 63


Kalau
kita memahami pokok-pokok pikiran  Sjahrir, maka dia sangat menjunjung
tinggi pluralisme dan menolak keras sikap anti asing. Baginya, asas
kemanusiaan
melampaui dinding Negara. Pada titik tertentu yang menentukan hubungan
antar
manusia, apapun warna kulitnya, suku bangsanya, dan asal negaranya
adalah keadilan
dan kebenaran. 
Ia mengkritik keras praktek korupsi dan mental
menjilat para birokrat dan abdi negara. Para penyelenggara Negara harus
mampu
membentuk organisasi pemerintahan yang demokratis dan efektif. Para
penyelenggara negara harus bisa menunjukkan kepada dunia bahwa
Indonesia mampu
menata Negaranya dengan rapi dan memakmurkan rakyatnya.
Bagi Sjahrir, partai politik harus menjadi kekuatan
revolusi, kekuatan perubahan. Dan inti dari
partai  politik adalah rakyat. Karena
itu,
perjuangan menuju perubahan adalah perjuangan rakyat.
Kerisauan Sutan Sjahrir di penghujung 1945, masih
terjadi saat ini. Jumlah penduduk miskin pada maret 2008 sebesar 35
juta atau
15,4 % dari total penduduk.  Angka
pengangguran juga masih besar, pada Maret 2008, penganggur terbuka
sebesar 9,4
juta atau 8,5 %. Angka ini dihitung oleh BPS pada musim panen raya,
ketika kaum
migran kembali ke desa. Dalam kondisi normal, pengangguran terbuka
masih diatas
10 juta orang. 
Ada 27 juta keluarga petani,  dimana sebesar 13
juta hanya memiliki lahan
kurang dari 0,5 ha. Sebagian yang lain hidup sebagai buruh tani.
Pemerintah
tidak boleh membiarkan semua lahan perkebunan dan pertanian jatuh
ketangan
konglomerat. Pemerintah tidak boleh membiarkan terus-menerus petani
tanpa
lahan.
Kita harus meninggalkan sistim ekonomi  Neoliberalisme
yang hanya menyerahkan semua
aktivitas bisnis pada mekanisme pasar. 
Kenapa demikian???? Karena  dengan sistem itu,
kekuatan asing akan
mengeksploitasi habis-habisan sumber daya Indonesia. Lalu bagaimana
mekanismenya  untuk mencegah itu ???? Sitem Pasar
bebas memang harus kita ikuti, tapi peran regulasi dari pemerintah
harus
menonjol dengan adanya intervensi terbatas untuk mengangkat yang lemah.
Istilahnya
suatu sistem ekonomi yang pro Rakyat dan Probisnis.
Di bidang sains dan teknologi, prospek Indonesia
cukup cerah. Setiap tahun ada siswa Indonesia yang meraih medali emas
dan perak
di Olimpiade Fisika dan Matematika level Internasional.
Kita
tidak perlu putus asa, Potensi Indonesia untuk maju dan berdiri sejajar
dengan
bangsa lain yang lebih maju masih sangat besa !!!r. 
Sekarang
saatnya Rakyat Indonesia bangkit mengambil jalan untuk menuju Indonesia
baru.

Salam,
Hilman
Muchsin
Hilman wrote: 
Renungan
mejelang HUT ke 63 Kemerdekaan RI
"
Bagi rakyat jelata, semboyan
'Merdeka' itu tidak saja berarti negara Indonesia yang berdaulat.
Bendera merah
putih baginya tidak saja berart simbol persatuan dan cita-cita bangsa
dan
negara, akan tetapi terutama kemerdekaan dirinya sendiri dan
sewenang-wenang
dari kelaparan dan kesengsaraan. Dan Merah Putih baginya terutama
simbol
perjuangannya , yaitu perjuangan kerakyatan “ Sutan Sjahrir dalam perjuangan
kita
Patriotisme
dan nasionalisme harus
ada di dada setiap anak Bangsa, Seperti Bung Karno, ia menentang
Imperialisme
dan Kapitalisme. Tapi tidak menolak masuknya Investasi asing selama itu
tidak
bertentangan dengan kepentingan nasional. Indonesia membutuhkan
industri
dan berbagai aktivitas bisnis yang membutuhkan modal besar.
Nasionalisme,
kata sjahrir, tak ada
artinya tanpa demokrasi. Revolusi rakyat dan revolusi nasional tidak
akan
efektif tanpa demokrasi.
Tanpa demokrasi, revolusi menjadi
fasisme dan feodalisme akan tetap eksis.
Jauh
lebih sulit mewujudkan
demokrasi dibanding menghasut rakyat untuk membenci asing seperti yang
dilakukan oleh agitator. Sikap membenci asing dan bangsa lain hanya
merugikan
posisi Indonesia dimata dunia. Kita sudah hidup di era globalisasi
dimana sarat
dengan ketergantungan.
Memang
banyak kemajuan yang sudah di
capai selama 63 tahun Indonesia merdeka. Tapi tidak sedikit kondisi
yang
menunjukan bahwa Indonesia saat ini sama saja dengan Indonesia di awal
kemerdekaan, bahkan dalam hal-hal penting justru lebih mundur. Di
bidang Ekonomi, kemajuan yang dicapai harus dibayar mahal oleh Bangsa
ini, Kita
kehilangan hutan dan sumber daya alam kita nyaris ludes di eksploitasi
oleh asing

Jadi menjelang HUT ke -63 kemerdekaan
RI, kita mempertanyakan kembali tujuan kita bernegara dan membentuk
Pemerintahan, dan apa yang saalah dengan Bangsa ini, sehingga Indonesia
terus
terpuruk ????
 
Saalam,
Hilman
Muchsin


 

__________ NOD32 3357 (20080814) Information __________

This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com


      

Kirim email ke