Sesaat setelah selesai kegiatan 17 Agustus di KJRI Hamburg, saya iseng² buka situs PMB (http://www.pmb.or.id). Cukup menarik dan atraktif tampilan situsnya, walau de javu terhadap situs PDIP. Masuk ke kolom Pimpinan Pusat, dan kemudian melihat nama²nya dan posisi² strategis diisi oleh kader organisasi inti dan payung Muhammadiyah, serta bekas fungsionaris PAN (termasuk nama Imam Addaruqutni, yang pernah "diisukan" menerima dana taktis DKP).
Masuk ke poin AD/ART, secara umum masih bercirikan "karakter" PAN dan beberapa kemiripan dengan PKS walau terdapat perubahan dalam substansi. Untuk Visi-Misi, tampaknya masih sangat umum namun terlalu spesifik, alias egosentris. Dalam artian penekanan Visi PMB adalah terhadap nilai Ke-Islam-an. Saya sendiri masih sangat awam dengan "misi Islam Rahmatan lil 'alamin". Isu² agama memang merupakan sebuah "additional values" apabila menyorot politik praktis dan melihat sistem sosio-kemasyarakatan di Indonesia yang masih berdasarkan ideologi, patron politik dan kepentingan ekonomi. Namun dipertimbangkan bahwa nilai pluralisme juga memegang peranan cukup penting dalam beberapa waktu ini, dan calon pemilih muda yang sangat kritis. Penggunaan tata bahasa juga memegang arti penting, saya yang tidak bisa berbahasa Arab akan kebingungan dengan salah satu kalimat di Misi PMB yaitu "baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur". Mungkin saya bisa copy-paste ke Google Translate untuk mencari padanan kata ke bahasa Inggris, namun mungkin tidak untuk setiap orang. Dalam hal ini saya tidak berusaha membandingkan, namun saya berusaha mencari Visi-Misi partai lainnya yang "berasaskan Islam". PKS mempunyai 2 visi (http://www.pk-sejahtera.org/v2/index.php?op=isi&id=110), dan lebih mengedepankan terbinanya persatuan, keadilan dan kesejahteraan. Sedangkan penjelasan mengenai bagaimana mencapai Visi tersebut berasaskan dakwah dalam Islam dijelaskan di dalam Misi, walau ada satu-dua kalimat masih belum saya pahami. Saya berusaha mencari Visi-Misi PAN, namun karena ketika saya googling dan kemudian membuka website PAN, tampaknya tidak tercantum secara jelas dan saya enggan meneruskan lebih jauh. PMB ini adalah partai baru, yang secara organisasi politik belum teruji strategi, ketahanan dan adaptasinya dalam pentas politik nasional, serta lebih mengedepankan "dukungan" kader/simpatisan Muhammadiyah (dan organisasi² berasaskan Islam sebelumnya), yang justru saya harap secara organisasi Muhammadiyah lebih netral menjelang Pemilu 2009. Dalam hal ini PMB harus mampu mengedepankan bentuk komunikasi politik yang lebih memasyarakat dan substantif didukung kemampuan menerjemahkan isu² strategis jangka pendek dan pemetaan politik, serta dapat diterima oleh berbagai elemen masyarakat dengan berbagai kemajemukan yang ada. Kiprahnya akan diuji di Pemilu 2009, dan tanpa ada tahapan pembinaan dan pembenahan yang berkelanjutan, PMB akan sulit bertahan sebagai entitas tunggal sebagai parpol pasca Pemilu 2009.But, we'll see... --------------------- Teuku Reiza Yuanda http://www.linkedin.com/in/teukureiza
