Dulu waktu di HME saya ngurus ospek rekan-rekan 99. 

Salah seorang rekan 99 punya penyakit. Jadi waktu hari itu dia tidak ikut 
kegiatan, itu pun kegiatannya (untuk hari itu) sebetulnya hanya mentoring, 
ngobrol-ngobrol. Bedanya kl peserta lain ngobrol dengan mentor, si rekan 99 itu 
ngobrol2 dengan pengurus. Saya masih ingat lokasinya, GKU lama. 

Tapi mendadak dia mendapat serangan, masuk lah ke Boromeus. Berita yang keluar 
adalah, masuk rumah sakit gara-gara Ospek. Kondisi ospek waktu itu sangat di 
bawah tekanan setelah kasus Zaki Fisika 95. Saya beruntung karena jajaran 
pengurus jurusan di teknik elektro waktu itu cukup bijak, mulai dari 
perencanaan, pelaksanaan, mau pun pengawasan.

Saya pikir seharusnya masalah ospek ini diselesaikan dengan lebih serius. 
Artinya jangan setiap ada kasus langsung ITB bilang itu kegiatan ilegal dan 
ketua panitianya (beserta ketua himpunannya) kena sanksi.

Mahasiswa itu kan sudah dewasa. Pesertanya juga sudah dewasa. Ada implikasi 
hukumnya. Siapa yang melakukan kekerasan (pukul memukul) bisa masuk polisi, 
tidak perlu menunggu sampai mati. Yang penting yang menyelidiki dan mengawasi 
jangan malas.

Tidak perlu ijin dari ITB. Kalau ada kekerasan, tidak perlu juga sanksi dari 
ITB. Sanksi pidana aja. Masuk penjara. Kl keluar dari penjara masih sempat 
kuliah lagi, ya kuliah lagi. Kl nggak, ya sampai jumpa.

Buat apa sanksi skorsing? Memangnya ITB negara dalam negara? Cari yang 
melakukan kekerasan, tindak. 

Masalahnya kalau meninggalnya karena kecapekan dan sebagainya, ya ITB suruh aja 
syarat wajib peserta ospek itu pernah mendapatkan pendidikan dari Kopassus 
(biar ngerti batas-batas manusia). Itu hanya salah satu opsi.
 

.Dhita Yudhistira.



--- On Mon, 2/9/09, Mohammad Andri Budiman <[email protected]> wrote:
From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
Subject: [indonesia] Re: ospek maut (lagi)
To: [email protected]
Date: Monday, February 9, 2009, 11:32 AM

Bisa diprediksi jawaban pihak yang bertanggung jawab:

- OS kami tidak pakai kontak fisik (karena mukulnya lewat gulungan koran)

- Kami hanya menguji mental (dengan memukul ABG sampai mental)

- Di himpunan kita, tidak ada tuh yang namanya OS (yang ada MPAB)

- Ini kan sudah diawasi yang berwajib dan sesuai pula dengan peraturan
yang berlaku (yang di DPRD Sumut minggu lalu juga begitu)

- Ini semua adalah PETNAH (maksudnya BUHTAN alias "bohong besar",
yang
keliru disangka FITNAH alias "kekacauan", dan btw, ... siapa
sebenarnya yang bikin kekacauan?)


Fitnah lebih kejam daripada tidak mempetnah..

Salam,
Andri
HMS93

2009/2/9 yorga effendi <[email protected]>:
> astaghfirullah,
>
> ada yang tahu kronologi peristiwa ini ?
>
>
>

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt



      

Kirim email ke