Berikut ini sekelumit tentang sejarah Ospek, dikutip dari komunikasi
Pak Dradjat dan Bu Endang di milis dosen yang dibroadcast ke milis
kuyasipil. Saya pikir siapa yang pertama kali memulai Os dengan
kekerasan di ITB juga ikut "berdosa".

Salam,
Andri

---begins---

Pak Dradjat saya sangat mendukung ide untuk talk very very seriously about
Ospek. Saya ngga kebayang, walaupun usia di tangan yang Maha Kuasa, addduuuh
kalau anak kami mengalami musibah sebegitu berat gara-gara Ospek.Betapa
menyesalnya.

Menurut ayah saya, ospek dilakukan di jaman Belanda kepada para LULUSAN yang
akan segera di wisuda (diresmikan kelulusannya), dengan tujuan agar para
insinyur atau pemuda/i bergelar tinggi tersebut tetap humble dan
mementingkan masyarakat. Para calon lulusan diajak kerja bakti membersihkan
gorong-gorong, menyapu jalan, dll untuk merasakan pekerjaan-pekerjaan orang
kecil, agar tidak sombong dan tetap mempunyai kepekaan yang tinggi atas
permasalahan nyata di masyarakat. Sekarang menurut ayah saya, ospeknya kok
sangat berbeda arahnya.

Saya mengusulkan untuk:
melakukan pengembangan pendidikan TPB khususnya MKDU  PKN, Budaya (bukan
hanya bahasa) Indonesia, olah raga (membangun sportivitas), dan pengabdian
mahasiswa untuk kepentingan bangsa (ospek yang sungguh-sungguh bisa
membangkitkan empati mahasiswa terhadap masalah sosial), dan leadership
sebagai bagian tak terpisahkan antara pendidikan kurikuler, ko dan ekstra
kurikulernya. Semoga gayung bersambut demi kebaikan ITB. .

---ends---




2009/2/9 Mohammad Andri Budiman <[email protected]>:
> Terlepas dari berita di tadi apakah Rekan-rekan ada yang mengahui,
> siapa atau angkatan berapa yang pertama kali memulai tradisi Ospek
> beringas di ITB?
>
> Salam,
> Andri
> HMS93
>

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke