Informasi ini berbeda dengan info yang saya baca.
Pihak rektorat mengatakan bahwa orientasi di luar kampus sudah dilarang.
Apakah ini berarti pejabat GD membuat aturan main sendiri ?? 



 

HAJAR !! (bersaHAbat dan seJAhteRa)

thanks & best regards,
- Candra Ridou Ginting -
= WELFARE STATE =

________________________________






________________________________
Dari: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Senin, 9 Februari, 2009 22:50:52
Topik: [indonesia] Ospek: Ada Surat Izin dari Kampus ITB

Uh-oh, we're in trouble
Something's come along
And it's burst our bubble
(yeah, yeah)

[Shampoo]

Wassalam,
Andri


Source: 
http://www.detiknews.com/read/2009/02/09/121123/1081744/10/ada-surat-izin-dari-kampus-itb

---news begins---

Mahasiswa ITB Tewas Saat Ospek
Ada Surat Izin dari Kampus ITB

Baban Gandapurnama - detikNews

Bandung - Kegiatan Ospek yang diikuti Dwi Yanto disebut pihak ITB
sebagai kegiatan ilegal. Namun ternyata ada surat izin dari Program
Studi (Prodi) Teknik Geodesi yang disertakan panitia.

Hal ini disampaikan Kapolres Cimahi AKBP Purwolelono melalui pesan
singkat kepada wartawan, Senin (9/2/2009).

Dalam pesan singkatnya, Purwolelono menyatakan ada surat izin yang
masuk tanggal 5 Februari 2009 ke Desa Pagerwangi. Surat tersebut
ditandatangani ketua Ikatan Mahasiswa Geodesi (IMG) M. Gunawan
Raditya.

"Surat tersebut juga menyertakan surat izin dari Program Studi Teknik
Geodesi dengan tanda tangan Ketua Prodi Dr Ir Widyanto Kuncoro," bunyi
pesan tersebut.

Kasus tewasnya Dwi Yanto, mahasiswa Fakultas Teknik Geodesi, diseriusi
oleh pihak rektorat. Saat ini, Rektorat ITB menggelar rapat khusus
membahas hal ini.

Tiba di Boroomeus, Dwi Sudah Tewas

Dwi tewas saat mengikuti Ospek di Gunung Batu Desa Pagerwangi
Kecamatan Lembang, Minggu (8/2/2009) dini hari. Jenazah sempat
dilarikan ke RS Borromeus Bandung. Namun, saat tiba di RS itu pukul
03.15 WIB, Dwi sudah tidak bernyawa.

Jenazah sempat disemayamkan di rumah duka RS Borromeus, sebelum pihak
keluarga datang. Pihak keluarga tiba di RS itu pada pagi hari dan
mengambil jenazah Dwi pada pukul 10.00 WIB, Minggu (8/2/2009). Jenazah
dibawa tidak menggunakan mobil ambulance, namun mobil ITB.

Dua Karangan Bunga untuk Dwi

Atas kematian Dwi, saat ini dua karangan bunga telah terpajang di
tengah jalan pintu masuk utama ITB. Salah satu karangan bunga tersebut
mengatasnamakan Keluarga Mahasiswa ITB. Tulisannya, "Turut Berduka
Cita Atas Meninggalnya Dwiyanto Wisnugroho Mahasiswa Teknik Geodesi
Angkatan 2007"

Sementara karangan bunga lainnya dari Mahasiswa Fakultas Ilmu dan
Metodologi Kebumian dengan ucapan yang sama, namun sedikit berbeda
dalam penulisan nama korban. Fakultas Ilmu dan Metodologi Kebumian
menuliskan Dwiyanto Nugroho.

Belum ada kejelasan bagaimana penulisan nama korban: apakah Dwi Yanto,
apakah Dwiyanto Wisnugroho, atau Dwiyanto Nugroho. Belum ada
penjelasan dari pihak rektorat mengenai penulisan nama yang benar.

Berita lengkap mengenai tewasnya mahasiswa ITB saat Ospek ini bisa
diikuti di: detikBandung. (ern/asy)

---news ends---

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt



      Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat 
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke