---------- Forwarded message ----------
Date: Thu, 12 Feb 2009 08:06:03 +0700 (WIT)
From: Hendriawan Prakoso <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
To: [email protected]
Subject: [Itb] KOMPAS: Tim AMP Unpad Ungkapkan Kematian Wisnu
Kalo versi Unpad sih begini. Kalo yang dibilang Unpad bener, berarti
IMG yang ngaco.
-Hendri-
http://regional.kompas.com/read/xml/2009/02/11/16401744/Tim.AMP.Unpad.Ungkapkan.Kematian.Wisnu
Rabu, 11 Februari 2009 | 16:40 WIB
BANDUNG, RABU Organisasi Atlas Medical Pioneer Fakultas Kedokteran
Universitas Padjadjaran menggelar jumpa pers, Rabu (11/2), untuk
mengklarifikasi pernyataan Institut Teknologi Bandung sebelumnya. Mereka
keberatan jika seolah-olah tangggung jawab medis terkait meninggalnya
Dwiyanto Wisnu Nugroho ditimpakan ke mereka semata.
Jumpa pers ini dihadiri Dekan Fakultas Kedokteran dr Eri Surahman, SpAn-K,
Dewan Pembina Atlas Medical Pioneer (AMP) dr Bambang Setyoaji, Ketua Dewan
Pengurus AMP dr Syaichu Ali Husni, dan Supervisi Lapangan AMP dr Agus
Suhendar.
Eri mengatakan, tim AMP yang diikutsertakan dalam kegiatan penerimaan
anggota baru Ikatan Mahasiswa Geologi (IMG) ITB berjumlah dua orang.
Semuanya itu adalah mahasiswa. Namun, selama kegiatan mereka mendapatkan
supervisi dari senior yang adalah dokter. Namun, ia menjelaskan, tim medis
yang bertugas selama kegiatan itu tidak hanya dari AMP, melainkan juga ada
yang dari panitia.
"Dari yang AMP ini tentu sudah dibekali dengan pengetahuan medis.
Termasuk, untuk mendukung daya hidup. Sementara, yang dari IMG barangkali
hanya pengetahuan P3K," kata Eri Surahman. Namun, yang jadi masalah,
seperti diungkapkan Syaichu Ali, tim medis AMP hanya bertugas di pos
kesehatan yang disediakan panitia. Mereka tidak diperbolehkan mendampingi
peserta selama kegiatan.
Dari tanggal 7 Februari pukul 18.45 hingga 8 Februari 2009 pukul 00.00,
Dwiyanto Wisnu dibawa ke pos kesehatan (AMP) sebanyak tiga kali. Dari
hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kegawatan. "Kami sama sekali
tidak mengetahui perihal jatuhnya Dwiyanto saat kegiatan," tuturnya. Saat
itu, Wisnu mengeluhkan nyeri pinggang dan kram kaki. Kondisinya saat itu
sadar dan masih mampu berkomunikasi dengan baik. Ia lalu disarankan
istirahat penuh dan dikembalikan ke pihak panitia.
Pada pukul 02.35, yang janggal, AMP lalu diminta panitia untuk membuat
surat keterangan sehat tanpa harus melakukan pemeriksaan sehat terlebih
dahulu. Namun, ini tidaklah dipenuhi AMP karena dianggap tidak berwenang
untuk itu. Pada pukul 02.55, AMP diminta mendampingi Wisnu ke RS Advent
untuk dimintai surat keterangan sehat.
Kemudian, saat AMP mendatangi lokasi tempat di mana Wisnu berada, ia
terlihat tergeletak di jalan dan dikerumuni banyak panitia. Saat itu,
telah terlihat tanda-tanda kematian secara klinis. Kondisinya tidak sadar,
mulut dipenuhi busa dengan warna kekuningan, nadi radialis dan kaotis
tidak teraba, tidak bernapas, suhu dingin, dan kedua pupil membesar.
Truk pikap
Tidak ditemukan adanya benda asing di mulut. Pihak AMP kemudian memberikan
penanganan resutasi jantung paru dan napas buatan. Wisnu dilarikan ke RS
menggunakan truk pikap. Yang disesalkan Agus, dan tidak diketahui AMP, apa
saja yang terjadi selama hampir 3 jam antara rentang pukul 00.00 hingga
02.55 sehingga kondisi Wisnu sudah sangat parah.
"Dari ciri-ciri fisik kondisi Wisnu terakhir, yaitu saat meninggal, Agus
belum bisa menyimpulkan apa penyebabnya. Tidak bisa ditentukan. Harus
pakai otopsi," ucapnya.
Ia menegaskan, saat dilakukan tes medis sebelum berangkat, kondisi Wisnu
dinyatakan sehat. "Kami melihatnya dari pemeriksaan fisik, kondisi badan
dan riwayat kesehatannya," ujarnya.
Sebelumnya, saat jumpa pers Selasa (10/2), Wakil Rektor Kemahasiswaaan dan
Alumni ITB Widyo Nugroho sempat mempertanyakan kompetensi tim medis AMP.
"Ini kan sudah jelas sakit. Sempat jatuh dan pingsan. Kok lantas
dinyatakan sehat? Dan lagian seperti apa pemeriksaan dilakukan terhadap 82
peserta kok lantas malah kondisinya (Wisnu) kok bisa seperti ini? Jelas,
mereka (AMP) ini akan sangat bertanggung jawab," ujarnya.
_______________________________________________
Itb mailing list
[email protected]
http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/itb
Disclaimer : Isi tanggung jawab pembaca.
--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt