Rekan-rekan, Saya kira untuk fakta adanya kekerasan di Ospek di ITB kini tidak perlu dicari lagi seperti di "era sulit informasi" 80an dan 90an. Kementerian Penerangan era Harmoko sudah bubar, yang ada hanyalah Kementerian Kominfo yang toh tidak juga bisa memblokir 100% penghinaan Geertz Wilder terhadap Nabi Muhammad saw di Internet.
Bagaimana pun, yang busuk itu,walaupun ditutup-tutupi akan membuka sendiri dirinya ke permukaan. Tanpa Big Brothers dan Google-pun, Kiraman-Katibin, Rakib-Atid selalu di sisi kita semua untuk mencatat perbuatan kita semua secara real time, dan menampilkannya semua di waktu yang hanya Tuhan sendiri yang tahu. Berikut tanggapan seorang senior SI80 (anonimus) tentang Ospek ITB secara keseluruhan, yang juga memberikan opini pribadi atas apa perasaan penulis yang melihat derita orang tua korban, alm. Dwi. ---begins--- Apapun nama dan kegiatannya, tetap saja dalam rangka 'ospek'.. mau olah raga kek dan cerita2 dengan segala alasan bahwa tidak ada kekerasan yang terjadi..Tetap saja dalam rangka senioritas. Kenapa sih anak ITB nggak bisa menahan diri untuk tidak mengadakan 'pesta' semacam ini ?. Karena dendam (mereka juga dapat perlakuan yang sama)?. gengsi ?..karena nanti nggak dianggap senior..meneruskan culture ?.. Yang kayak gini sekarang sudah nggak jamannya lagi… Saya sempat menitikkan air mata waktu melihat orang tua alm Dwiyono di interview di TV1. Betapa mereka telah lama mempersiakan anaknya untuk masuk ITB...berpengharapan besar.. Hasilnya …nol besar !!. Saya bisa merasakan kesedihan mereka sebagai orang tua. Lantas, apakah ITB masih pantas disebut tempat belajar putra putri terbaik Indonesia. ? atau sejajar dengan STPDN ?. ----ends--- Mari kita benahi terus Ospek kita, kalau memang ingin nama ITB yangbaik dan terpuji itu tetap disandang -- sebelum beralih ke tujuan yang jauh: "a World Class University." Salam, Andri -- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
