Gejalan ribuan orang datang ke pengobatan tersebut ini terjadi karena: 1. Masyarakat banyak yang sangat kesulitan untuk berobat secara medis karena tidak ada biaya (Askeskin atau apapun namanya sulit mengurusnya dan kadang disalahgunakan). Lebih lagi negara kita punya keterbatasan dana dalam segala aspeknya. Untuk makan saja mereka sangat sulit. 2. Karena kondisi sulit membuat orang tidak rasional lagi, jadi ingin mencoba saja syukur berhasil kalau tidak ya sudah (jadi masih tidak 100% hopeless). 3. Kepedulian kalangan yang mampu pada yang tidak mampu saat ini sangat sedikit dan merupakan hal yang langka, mungkin ini karena banyaknya keterbatasan yang bersifat riil dan cara pandang.
Orang yang mati terinjak-injak bukan hanya pada pengobatan dukun cilik saja tetapi disetiap hari menjelang lebaran, natal dan tahun baru tertentu, dimana mereka rela antri untuk meminta pembagian "apa saja". Kejadian ini sangat memalukan bangsa Indonesia, yang ternyata rakyatnya banyak yang "miskin". Sulit untuk mengurai permasalahan kita ini karena banyak yang merupakan endless loop. Salam prihatin bangsaku. Salam kompak Aditianto Ramelan ----- Original Message ----- From: "Mohammad Andri Budiman" <[email protected]> To: <[email protected]> Sent: Wednesday, February 11, 2009 1:30 PM Subject: [indonesia] Berdesakan, Puluhan Pasien Bocah "Sakti" Jombang Pingsan > Assalamu'alaikum wr. wb., > > Sebelum berkomentar mengenai "kesaktian" bocah tersebut, baiknya > dibaca dulu berita kedua. ;-) > > Wassalamu'alaikum wr. wb. > Andri > > > BERITA PERTAMA > > Source: > http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/02/09/1/190860/berdesakan-puluhan-pasien-bocah-sakti-pingsan > > ---news1 begins--- > > Berdesakan, Puluhan Pasien Bocah "Sakti" Pingsan > Senin, 9 Februari 2009 - 12:24 wib > TEXT SIZE : > > JOMBANG - Setelah empat hari ditutup karena perbaikan jalan, praktek > dukun cilik Ponari di Desa Balongsari, Megaluh, Jombang, Jawa Timur, > kembali dibuka. Ribuan warga pun kembali menyerbu hingga mengakibatkan > puluhan calon pasien pingsan karena berdesakan. > > Pantauan di lapangan, Senin (9/2/2009), sejak pukul 07.30 WIB, warga > sudah memadati lokasi praktek Ponari. Semakin siang, jumlah calon > pasien semakin banyak hingga mencapai ribuan orang. Bahkan antrean > menuju tempat Ponari berjajar hingga dua kilometer. > > Para calon pasien yang pingsan kebanyakan kaum manula yang tak kuat > berdesakan. Mereka pun dievakuasi ke mobil ambulans yang bersiaga di > lokasi dan sebagiannya terpaksa dievakuasi ke Puskesmas Megaluh. > > Massa yang tiba dari dalam hingga luar kota seakan tak peduli dengan > rintikan hujan yang mengguyur. Mereka tetap sabar menanti pengobatan > Ponari dengan harapan penyakit yang dideritanya sembuh. > > Setiap harinya Ponari menangani sekira 6.000 pasien. Namun, hingga > kini jumlah pasien yang tiba nampak melebihi dari jumlah biasanya. > Ratusan aparat dari Polres Jombang pun diterjunkan untuk mengamankan > lokasi praktek Ponari. (Tritus Julan/Sindo/teb) > > ---news1 ends--- > > > BERITA KEDUA > > Source: > http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/02/10/1/191226/bocah-sakti-jombang-dilarikan-ke-rumah-sakit > > ---news2 begins--- > > Bocah Sakti Jombang Dilarikan ke Rumah Sakit > Selasa, 10 Februari 2009 - 12:09 wib > > JOMBANG - Ponari Bocah Jombang yang mendadak terkenal karena > dipercayai memiliki batu berkhasiat yang dapat menyembuhkan orang > sakit, hari ini dilarikan ke rumah sakit. > > Sekira pukul 10.00 WIB Ponari dirawat intensif di RS Bhayangkara > Jombang.Menurut dokter yang memeriksa Ponari, dr Gunawan, Ponari sakit > panas sehingga harus diberikan obat. > > "Ponari badannya panas karena kelelahan setelah kemarin mengobati > puluhan ribu orang," kata Gunawan, Selasa (10/2/2009). > > Pengobatan tersebut dilakukan atas perintah Kapolres Jombang AKBP M Khosim. > > Setelah dirawat sekira 1,5 jam, Ponari diperbolehkan pulang. Saat > Ponari keluar dari rumah sakit Ponari yang digendong oleh salah > seorang anggota TNI menuju mobil Isuzu Panther hanya mengangguk-anguk > sambil memainkan mulutnya ketika ditanyai wartawan. Belum diketahui > kemana Ponari dibawa. > > Di Mapolres Jobang saat ini digelar pertemuan muspida yang juga > dihadiri Bupati Jombang Suyanto dan Kapolres Jombang AKBP M Khosim. > Pertemuan itu untuk membahas langkah yang akan ditempuh untuk > menangani fenomena pengobatan alternatif Ponari yang menyedot puluhan > ribu warga ke lokasi pengobatan sehingga kerap menimbulkan > insiden.(fit) (Tritus Julan/Sindo/mbs) > > ---news2 ends--- > > -- > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt >
