Assalamu'alaikum wr. wb.,

Bila ini benar, bagus sekali. Fakultas Seni Rupa dan Desain yang
relatif non-teknologi pun sudah ada di ITB (passing grade untuk masuk
FSRD-ITB juga cukup tinggi). Menbudpar Jero Wacik juga lulusan ITB
(Mesin, bukan Pariwisata).

Patut diingat pula, "universitas teknologi" seperti Massachusetts
Institute of Technology, juga telah lama menawarkan Program Studi
Linguistik, (ingat Noam Chomsky, yang kepakaran linguistitiknya juga
dipakai di bidang Artificial Intelligence), Ekonomi (ingat Paul
Anthony Samuelson, pemenang Nobel), Political Science (Chomsky yang
disebut di atas juga mempunyai "bakat" politik: and as a Jewish
himself, Chomsky has always opposed the bloody partition of Palestine
at 1947 which created Israel, the first modern terrorist state. Bravo,
Chomsky!


Lainnya? Mumpung pagi, humour mode lagi ON, ini dia:

-1. Bakal banyak mahasiswa ITB yang tidak jomblo, sehingga ortu dan
mahasiswa tidak repot minang-sana-minang-sini dan
ditolak-sana-ditolak-sini. :-)

-2. Mahasiswa ITB ingin wisuda cepat-cepat dengan IPK tinggi karena
sudah punya PW (sudah dinikahi pula secara resmi) pas wisuda yang
ikutan "bangga".

-3. Tidak harus ngeceng ke NHI atau FK Unpad (dan gagal). Bensin mahal, Boer.

-4. Yang cewek tidak harus jadi rebutan karena komposisinya bakal 1:1
(cewek banding cowok), bukan 1:10 seperti di Sipil atau 1:~ kalau di
Mesin.

-5. Siapa tahu yang masih jomblo jadi kepingin ambil S2 lagi atau
mendirikan S3 di Pariwisata ITB? Hehe.. peace!!

Wassalamu'alaikum wr. wb.,
Andri


Source: 
http://regional.kompas.com/read/xml/2009/02/15/20213150/ITB.Siapkan.Program.Magister.Pariwisata

---news begins---

ITB Siapkan Program Magister Pariwisata

KOMPAS/RIZA FATHONI
Pengunjung di pameran Indonesia International Travel Fair, Kamis
(27/3) di Balai Kartini, Jakarta. Pameran tersebut dimanfaatkan
sejumlah peserta dari berbagai negara untuk mempromosikan potensi
pariwisata dan memanfaatkan momentum menjelang liburan.

MINGGU, 15 FEBRUARI 2009 | 20:21 WIB
BANDUNG, MINGGU - Institut Teknologi Bandung berencana membuat Program
Magister Pariwisata yang ditargetkan terbentuk tahun ini. Pariwisata
dianggap sebagai cabang ilmu yang berhubungan erat dengan potensi
industri kreatif dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Menurut Rektor ITB, Djoko Santoso, pariwisata adalah salah satu bagian
dari potensi industri kreatif Indonesia yang yang berpeluang besar
memajukan bangsa. Oleh karena itu, peran semua pihak, termasuk ITB,
bertanggungjawab memajukannya.

Saat ini untuk program magister, cakupan pariwisata masih masuk dalam
Program Magister Studi Pembangunan, Sekolah Arsitektur, Perencanaan
dan Pengembangan Kebijakan. Oleh karena itu, sangat baik bila ke
depannya dibuat program khusus tentang pariwisata.

"Rencana ini akan diajukan ke Senat Akademik dan saya berharap tahun
ini sudah akan dibuka," kata Djoko.

Menanggapi hal ini, Direktur Promosi Luar Negeri Departemen Kebudayaan
dan Pariwisata, I Gde Pitana, mengatakan merupakan ide baik dalam
mengembangkan wisata Indonesia. Saat ini, tidak kurang dari 300 dinas
budaya dan pariwisata di berbagai daerah di Indonesia membutuhkan
tenaga kompeten mengembangkan wisata.

Dengan adanya jenjang pendidikan lebih tinggi, diharapkan ilmu dan
potensi wisata bisa didapatkan dengan maks imal. Selain itu, adanya
jenjang pendidikan khusus, diharapkan bisa melihat potensi yang bisa
dikembangkan sehingga bisa bersaing dengan negara lain.

"Saat ini, kebanyakan sumber daya manusia pariwisata Indonesia lebih
mengandalkan pengalaman ketimbang ilmu atau pengetahuan. Adanya
jenjang pendidikan diharapkan bisa mengikis itu, baik melalui
pengetahuan baru tentang pengelolaan objek wisata," katanya.

---news ends---

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke