Jakarta, RMexpose.Jika sebagian industri dalam negeri cemas dengan rencana 
serbuan produk China, tidak demikian dengan produk makanan minuman (mamin) 
lokal. Industri ini siap mengalahkan produk makanan impor China. 

Ketua Umum Gabungan Pengu saha Makanan dan Minuman In donesia (Gapmmi) Tho mas 
Dhar mawan meminta peme rintah In donesia jangan khawatir dengan ser buan 
produk China pasca pe nan­datanganan CAFTA (China ASEAN Free Trade Agreement).

Sebab, industri makanan dan mi numan lokal paling bisa me me nuhi selera 
masyarakat. Tidak se perti industri-industri lain se per ti tekstil atau baja. 
“Bahkan ekspor kita mening kat karena bea ma suk lebih rendah, maka ekspor ke 
China dan negara lain justru bisa lebih mu rah,” imbuh Thomas.

Dia mengatakan, dari catatan Gapmmi antara 2004-2009, per tum buhan industri 
ini terus naik. Tahun 2008 naik 25 persen lebih, yakni dari Rp 402 triliun men 
jadi Rp 505 triliun. Se dang kan tahun 2009 karena krisis glo bal, 
per­tumbuhannya hanya enam per sen. Tahun 2010 diperkirakan tumbuh 10 persen.

“Untuk produk makanan dan mi numan, masyakat kita lebih pa ham dalam memilih 
produk. Jenis makanan yang lebih banyak ma suk lebih ke snack, makanan ka leng 
dan makanan siap saji. Ke lebihan produk inilah yang tidak dimiliki China,” 
jelas Tho mas.

Keyakinan tersebut, kata dia, makin bertambah dengan kenai kan ekspor produk 
makanan dan minuman tahun 2008 sebesar tiga miliar dolar AS. Sam pai Novem ber 
2009 ekspor mende kati 2,8 miliar dolar AS. “Padahal saat itu lagi krisis,” 
cetusnya. 

Sedangkan untuk impor justru turun. Tahun 2008 impor produk makanan dan minuman 
hanya 1,9 miliar dolar AS. Sampai Novem ber 2009, impor turun 1,6 miliar dolar 
AS dan tahun 2010 ini, Thomas memprediksi impor cuma 1,6-1,7 miliar dolar AS. 

Sedangkan ang gota Dewan Per wakilan Daerah (DPD) dari Jawa Tengah Poppy 
Dharsono mensinyalir sekitar 4,7 juta Usaha Mikro, Kecil dan Me nengah (UKM) di 
Jawa Tengah ter ancam bangkrut akibat ACF TA. Anggota Kadin pusat ini 
mengatakan, data itu diperoleh dari hasil kunju ngannya ke Jawa Tengah pada 
11-31 Desem ber 2009. 

Menurutnya, kunjungan ini an tara lain Ka bupaten Pekalongan, Kota Sema rang, 
Kota Magelang, Ka bu paten Magelang, Kabupaten Boyo lali, Kabupaten Kebumen dan 
Kabu­paten Wonosobo. DIN/DWI

http://ap2i.blogspot.com/


      

Kirim email ke