PRESIDEN Venezuela Hugo Chavez menunda pemadaman listrik bergilir di ibu kota 
Venezuela sampai batas waktu yang belum ditentukan. Hal itu disampaikan Hugo 
Chavez sehari setelah kebijakan pemadaman bergilir diterapkan. 

Presiden Hugo Chavez juga sudah memecat Menteri Kelistrikan Angel Rodriguez 
karena dinilai bersalah dan paling bertanggung jawab terhadap kebijakan 
pemadaman bergilir itu. 

Pengumuman Chavez yang disampaikan Rabu (13/1) malam itu membawa dampak 
pergeseran strategis yang signifikan. 

Tujuannya adalah mencegah penyebaran mati listrik di bulan-bulan yang akan 
datang melalui pemadaman bergilir hingga 4 jam sehari di seluruh negeri. 

"Saya telah meminta agar pemadaman listrik ditunda hanya di Karakas. Karena 
pemerintah harus mampu mengetahui kesalahan yang terjadi dan memperbaikinya di 
saat yang tepat," ujar Chavez. 

Chavez mengatakan pihak yang berwenang telah melakukan kesalahan dalam 
pemadaman yang terjadi di Karakas pada Selasa (12/1) tengah malam. 

"Saya melihat di satu wilayah terjadi pemadaman berulang tiap beberapa jam 
sekali," imbuhnya. 

Bahkan, lanjutnya, akibat pemadaman yang teledor itu, sejumlah rambu lalu 
lintas mati. 

"Saya katakan cukup, jika ini yang terjadi, saya yakin ada yang salah," 
tukasnya. 

Chavez memastikan tidak akan ada lagi pemadaman hingga proses penghematan 
energi dievaluasi secara menyeluruh. 

Pemerintah mengatakan penjatahan energi listrik sangat penting untuk mencegah 
penyebaran mati listrik, khususnya apabila level air di dalam Dam Guri yang 
menyuplai sebagian besar persediaan listrik di Venezuela menurun hingga titik 
kritis di musim kemarau. 

Pemerintah juga mengumumkan kebijakan penurunan produksi sejumlah gas dan bahan 
bakar minyak selama proses perbaikan penampungan air dilakukan. (MP/AP/I-1)

http://ap2i.blogspot.com/


      

Kirim email ke