Komite Inovasi Nasional DibentukThursday, 21 January 2010JAKARTA (SI) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan membentuk Komite Inovasi Nasional yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Sistem Inovasi Nasional.
Komite ini langsung berada di bawah koordinasi dan bertanggung jawab kepada Presiden. Menurut Presiden SBY, Indonesia ke depan harus mengembangkan Sistem Inovasi Nasional yang didasarkan pada suatu kemitraan antara pemerintah, komunitas ilmuwan, swasta, dan berkolaborasi dengan dunia internasional. ”Strategi yang kita tempuh untuk menjadi negara maju, developed country, adalah dengan memadukan pendekatan sumber daya alam, iptek (ilmu pengetahuan teknologi), dan budaya. Kalau visi ini tercapai,maka bangsa kita akan mengalami transformasi yang fundamental,menjadi bangsa yang maju dan jaya di abad ke-21,”tegas Presiden SBY saat memberikan arahan kepada mahasiswa Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) di Puspitek, Serpong, kemarin. Sistem Inovasi Nasional, menurut SBY, merupakan suatu pengaturan kelembagaan yang secara sistemik dan berjangka panjang dapat mendorong,mendukung,menyebarkan, dan menerapkan inovasi-inovasi di berbagai sektor dan dalam skala nasional. Dia menjelaskan, konsep seperti ini relatif baru,meskipun sudah mulai diterapkan dibeberapa negarayang mengalami transformasi. ”Setiap negara mempunyai sistem inovasi nasional dengan corak yang berbeda dan khas sesuai dengan kebutuhan dan kondisinya masing-masing,” tandasnya. Menurut dia,dunia pada masa kini sedang panen teknologi. Namun, teknologi yang dicari dan dipilih haruslah tetap relevan dengan tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa ke depan. Tantangan itu antara lain, pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan dan energi, pemeliharaan lingkungan hidup, peningkatan industri,ketangguhan pertahanan dan keamanan negara, serta penguasaan teknologi yang menjemput masa depan. Bila dilihat dari bukti-bukti empiris, lanjut Presiden, hampir semua inovasi teknologi merupakan hasil dari suatu kolaborasi. Apakah itu kolaborasi antarpemerintah, antaruniversitas, antarperusahaan, antarilmuwan, atau kombinasi dari semuanya. Karena itu, Presiden meminta ilmuwan Indonesia agar dapat menjalin networking dan kolaborasi yang seluas-luasnya dengan lembaga penelitian, lembaga kajian, dan universitas. Presiden SBY menyatakan, salah satu ciri era globalisasi adalah keniscayaan knowledge sharingantarbangsa. Pendiri AIPI BJ Habibie dalam sambutannya meminta kepada pemerintah agar pengembangan riset dan teknologi mendapatkan perhatian yang khusus. Selain itu, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan anggaran riset dan teknologi. ”Perusahaan-perusahaan yang mengembangkan produk baru dan mengembangkan riset juga perlu diberikan insentif pendanaan, baik dari pemerintah maupun multinasional,” tegas mantan Presiden RI ke-3 ini. Dewan standardisasi nasional, menurut Habibie, juga perlu difungsikan lagi dalam rangka meningkatkan produk pasar domestik, baik dalam arus pasar multilateral maupun bilateral. Obama Puji Iptek Indonesia Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama memuji perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia.Karena itu, Obama menyatakan pentingnya menjalin kerja sama antara AS dan Indonesia di bidang penelitian dan pengembangan iptek. Pesan Presiden Obama tersebut disampaikan Duta Besar AS untuk Indonesia Cameron R Hume. ”Saya sambut dukungan Anda dalam mencari jalan untuk kemitraan demi memenuhi kepentingan kita bersama. Dibutuhkan usaha dari kita semua untuk membuat ide-ide ini menjadi kenyataan dan menciptakan kemitraan yang sukses di antara kedua negara kita,” ungkap Obama melalui pesan tertulis yang disampaikan Hume. Ilmu pengetahuan dan teknologi, menurut Obama, memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi saat ini, mulai dari perubahan iklim hingga pelestarian keanekaragaman biologis. Terlebih pengetahuan dan inovasi itu akan menjadi dasar kemakmuran abad ekonomi ke-21. ”Itu sebabnya,AS telah mengambil langkah-langkah untuk berinvestasi pada iptek dalam negeri, dan mengambil komitmen pada iptek sebagai bagian kunci dari kerja sama global, tandasnya. Obama mengatakan, masa kecilnya yang pernah dihabiskan di Indonesia, hingga kini masih berbekas di hatinya.Karena itu,lanjut Obama, banyak yang bisa dilakukan Indonesia dan AS untuk bersama- sama mengembangkan sumber- sumber energi baru. Termasuk beradaptasi dengan perubahan iklim hingga penanggulangan penyakit menular dan peningkatan pendidikan di bidang iptek dan matematika. (rarasati syarief/ sugeng wahyudi) http://ap2i.blogspot.com/
