Lagi pula gak penting gitu loh sistemik atau tidak sitemik. Kalau sistemik LPS 
harus sediakan 4.08 T buat nasabah penyimpan dan tetek bengek lainnya masuk 
kantong pemerintah juga seperti SUN, GWM, Fasbi kalau gak Sitemik harus 
sediakan 2,8 T. Cuma ada perbedaan 1.208 T yang tentunya simpanan Yayasan BI, 
BUMN dan Putra Sampurna sudah lebih dari 1.208 T. Kalau gak sitemik kemungkinan 
2.8 T hilang begitu saja kalau sitemik dapat bank berikut cabang-cabangnya. 
Terus masalahnya dimana gitu loh ?

Salam

RM

--- On Sun, 1/24/10, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [indonesia] Re: [indonesia] Re: [indonesia] Re: [indonesia] Re: 
[indonesia] Para Pakar Berbayar (was: Yang Lucu dari Bank Century:  JK by 
Design “Ditipu” SM dan B?)
To: [email protected]
Date: Sunday, January 24, 2010, 5:40 AM

   Yah..krisis atau tidak nggak bisa cuman pakai perasaan..tapi harus pakai 
berbagai informasi baik yg lagging maupun yg tidak.  Herannya banyak pakar yg 
nggak cukup punya informasi tapi berani nentukan systemik atau tidak systemik. 
Malah banyak yg belum pernah ngambil ekonomi atau cuman pernah ngambil econ 101 
udah merasa sebagai pakar:).
Kalau systemic hanya dilihat sebagai akibat bank besar anak SD juga tahu krn 
memang bank besar umumnya punya banyak transaksi dg bank2 besar maupun kecil 
lainnya. Kalau memang gitu Pansus sebaiknya merekomendasi anak SD untuk jadi 
Gubernur BI. Tapi khan masalah sistemik tidak sesimple itu.

Salam,

-IrsalComing up soon, http://www.dokterkita.net and http://www.kongkow.netFrom: 
 Rachmad M <[email protected]>
Date: Sat, 23 Jan 2010 13:57:03 -0800 (PST)To: 
<[email protected]>Subject: [indonesia] Re: [indonesia] Re: [indonesia] 
Re: [indonesi
 a] Para Pakar Berbayar (was: Yang Lucu dari B
 ank Century:  JK by Design “Ditipu” SM da
 n B?)
Setuju Sal, masalahnya anggota Dewan yang terhormat tidak merasakan krisis. 
Mereka bergaqji tetap, mau krisis gak krisis tetap saja digaji :-) Mungkin yang 
agak berkurang sabetannya. Oleh karenanya yang disabet lebih dulu KPK dengan 
terlihatnya DPR lebih pro pada Kapolri dan Kejagung ketika masalah itu mencuat.


Salam

RM

--- On Sat, 1/23/10, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [indonesia] Re: [indonesia] Re: [indonesia] Para Pakar Berbayar (was: 
Yang Lucu dari Bank Century:  JK by Design “Ditipu” SM dan B?)
To: [email protected]
Date: Saturday, January 23, 2010, 11:57 PM

Perdebatan systemic
 di pansus adalah perdebatan yg tidak ada gunanya.  Belum lagi masing2 pihak 
berdiri pada framework yg berbeda. Seharusnya yg dibahas adalah penelusuran 
dana 6.7T..dan anggap semua setuju ttg bail out..krn yg memutuskan bail out 
adalah orang yg berhak dan sudah dikasih mandat dan menjadi tugasnya.

Ekonomi tidak sama dg teknik krn ekonomi berurusan dg manusia..sehingga yg 
lebih penting dari ekonomi adalah ekspektas(yg belum terjadi)..sementara teknik 
adalah apa yg terjadi.  Disini terjadi prbedaan krn SM dan B memakai framework 
ekonomi..sementara Pansus memakai framework teknik.  Jadi semisalnya 
elevator..baru terangkat kalau tombolnya dipijit.  Kalau manusia kalau si 
manusia mengekspektasi tombolnya akan dipijit seseorang, walaupun belum, dia 
sudah langsung terangkat.  

Salam,

-Irsal
Coming up soon, http://www.dokterkita.net and http://www.kongkow.net


-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Sat, 23 Jan 2010 16:36:44 
To: <[email protected]>
Subject: [indonesia] Re: [indonesia] Para Pakar Berbayar (was: Yang Lucu dari 
Bank Century:  JK by Design “Ditipu” SM dan B?)

Kalau gitu diralat menjadi pakar yg mendapat bayaran ekstra baik berupa uang, 
wanita, ataupun jabatan:).

Salam,

-Irsal
------Original Message------
From: [email protected]
Sender: [email protected]
To: [email protected]
To: Indonesia
ReplyTo: [email protected]
Subject: [indonesia] Para Pakar Berbayar (was: Yang Lucu dari Bank Century:  JK 
by Design “Ditipu” SM dan B?)
Sent: Jan 23, 2010 8:57 AM

Dr. Irsal:
Masalah sistemik dimana-mana adalah ajang perdebatan para pakar yg benar2 
pakar..bukan pakar yg dibayar. 

CA:
Apa ada pakar yang tidak dibayar? Konon, yang dikatakan profesional itu justru 
adalah pakar yang berbayar -- for good or bad, Dr. Jekyll or Mr. Hyde. ;-)

Yang tidak dibayar adalah pengamat-pengamat lepas, ambil sepotong di sana, 
ambil secuil di sini, seperti para komentator di milis-milis. ;-P

Salam,
CA
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry®
 
smartphoneêå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·

Coming up soon, http://www.dokterkita.net and 
http://www.kongkow.netêå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·






      

Kirim email ke