sebenarnya tujuan utamanya adalah memperbaiki sistem administrasi kependudukan 
yang sangat amburadul saat ini....setiap lembaga punya data kependudukan 
sendiri-sendiri, seperti kantor pajak punya data wajib pajak, BKKBN  punya data 
keluarga sejahtera, imigrasi, catatan sipil dll semuanya punya sistam data 
kependudukan masing-masing yang belum tentu satu dengan yang lain bisa 
dipertukarkan....he  he he he kalau ada cara yang sulit kenapa harus 
dipermudah.....he he he hilagn dong ladang pendapatan kalo pake e KTP




________________________________
From: Joko Julianto <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>
Sent: Fri, February 5, 2010 1:18:47 PM
Subject: [indonesia] Re: Penggunaan Open Platform bagi e-KTP agar Indonesia  
terbebas dari ketergantungan Vendor Asing dan biaya mahal

  Sebelumnya, sebaiknya e-KTP diperjelas peruntukannya. 

Panitia/Depdagri sebaiknya mengadakan workshop/seminar perihal e-KTP. dan yang 
lebih penting, mencari tahu, keinginan dan kebutuhan WNI akan KTP selama ini 
seperti apa. Dan ini adalah kunci kesuksesan e-KTP nantinya, yaitu melibatkan 
masyarakat dari a to z.

Dengan demikian setidaknya pemerintah dapat menerbitkan produk birokrasi yang 
sesuai dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat.

Personally, saya rasa tidak perlu sampai membuat chip dan sejenisnya. Saya rasa 
masyarakat tidak memerlukan KTP ber-chip secara masyarakat yang mengerti 
komputer hanya sekian persen dari masyarakat perkotaan. 

Yang utama dari KTP adalah integrasi data kependudukan, dari pemda satu dengan 
pemda yang lain, sehingga lembaga2 terkait dapat mengaksesnya dengan mudah, 
serta solusi bagi masyarakat nomaden (sering pindah alamat) akan seperti apa.

:)

Salam,
Joko 


> Date: Fri, 5 Feb 2010 12:01:14 +0700
> Subject: [indonesia] Re: Penggunaan Open Platform bagi e-KTP agar Indonesia   
> terbebas dari ketergantungan Vendor Asing dan biaya mahal
> From: [email protected]
> To: [email protected]
> CC: [email protected]; [email protected]; 
> [email protected]; [email protected]
> 
> Pak Roestam dan rekan-rekan yang saya hormati,
> 
> Besar harapan saya bahwa keputusan untuk membuat e-KTP telah melewati
> kajian yang mendalam tentang dampak (impact) yang diinginkan dalam
> proyek ini.
> 
> Jika rekan-rekan mengetahui mohon informasi tentang solusi e-KTP untuk
> masalah keakuratan data kepedudukan atau biasa disebut Nomer Induk
> Kependudukan (NIK).
> Bukankah persoalan yang paling utama untuk Indonesia adalah NIK yang
> belum jalan dengan mulus?
> Secara teknologi semua sudah mapan dan dapat dibeli. Pertanyaan
> berikutnya adalah berapa harganya dan dari mana?
> Pertanyaan berikut adalah apakah bisnis proses untuk pencatatan
> penduduk sudah akan diperbaiki?
> 
> Mohon pencerahan tentang uji coba e-KTP? Apakah ada situs terbuka yang
> menerangkan output-outcome -impact uji coba e-KTP?
> Salah satu cara untuk mengawal output, outcome dan impact dari suatu
> proyek adalah Benefit Realization Plan.
> Benefit Realization Plan adalah best practice di WWF dan beberapa
> pemerintah yang sudah maju.
> 
> Tentunya jika e-KTP dilaksanakan dengan chip hasil rancangan Indonesia
> saya akan mendukung, dengan catatan bahwa impact yang diharapkan harus
> dikawal.
> 
> Semoga bermanfaat untuk tertib administrasi penduduk Indonesia.
> 
> Salam,
> sarwono sutikno
> 
> 2010/2/5 S Roestam <[email protected]>:
> > Kawan2 Milis Yth,
> >
> > Menarik sekali usul dua orang mahasiswa Pascasarajana UI, yaitu sdr.
> > Taufiqur Rahman dan sdr. Budi Sulistyo yang memberika saran seperti pada
> > judul diatas. Seperti kita ketahui, untuk Proyek e-KTP, DEPDAGRI
> > menganggarkan biaya Rp 6 Trilyun, suatu jumlah yang cukup besar bagi bangsa
> > Indonesia. Amat disayangkan bilamana dana sebesar itu tidak dioptimalkan
> > penggunaannya untuk:
> >
> > 1. Membangun dan memajukan Industri TIK di Indonesia
> > 2. Mengurangi ketegantungan Indonesia dari para Vendor asing.
> > 3. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas nasional, dalam arti, e-KTP itu
> > tidak berdiri sendri, tetapi di integrasikan dengan berbagai Kartu Smart
> > Card, seperti Surat Izin Mengemudi (SIM), Basis Data Kesehatan (e-Health),
> > Duit Elektronik (e-Cash), Kartu ATM yang Aman, Identitas Elektronik (e-ID)
> > atau Kartu Kredit Smart, dll.
> > 4. Mencerdaskan bangsa dan memberikan peluang-peluang usaha baru bagai
> > rakyat Indonesia.
> >
> > Dari pengamatan kedua mahasiswa tersebut, diperkirakan 80% komponen biaya
> > adalah untuk biaya impor Chip, komponen plastik (PVC/PET), CPU dan perangkat
> > lunaknya. Sedangan yang 20%-nya dari biaya itu bisa dibelanjakan di dalam
> > negeri berupa aplikasi lokal, biaya konsultan, dll. Jadi efek multiplier
> > dari Proyek ini relatif kecil untuk dapat memberikan dampak ekonomi skala
> > nasional.
> >
> > Bagaimanakah caranya untuk mengambil porsi dana yang 80%-nya untuk kembali
> > ke dalam negeri? Untuk itu perlu dipilih platform CPU dan Operating
> > System-nya yang berbasiskan Open Source, dengan demikian kita bebas untuk
> > ikutserta dalam pengembangannya di masa depan.
> >
> > Beberapa waktu yang lalu diberitakan di media massa, bahwa KPK telah
> > mewanti-wanti kepada Pimpro Proyek e-KTP ini agar dilaksanakan se-efisien
> > maungkin dan semaksimal mungkun untuk kepentingan bangsa dan negara. Semoga
> > masukan ini menjadi masukan yang berharga, agar Proyek e-KTP ini bisa
> > bermanfaat semaksimalnya bagi kemajuan Industri TIK di Indonesia dan
> > memberikan kesejahteraan bagi anak-anak bangsa yang mau bekerja keras,
> > kreatif dan innovatif, dengan berpartisiapasi dalam Proyek e-KTP ini.
> >
> 
> 
> 
> -- 
> Sarwono Sutikno, Dr.Eng., CISA, CISSP, CISM
> 
> -- 
> Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
> kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
> 
> Info pengelolaan milis Indonesia next better :
> http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

________________________________
Learn how Video chat with Windows Live Messenger


      

Kirim email ke