Berikut pandangan Pak Djoko SUharto:
> > Pak Cardiyan ysh, > > Ikut nimbrung biar tambah rame. > Apa kabar dan kapan kita ketemu lagi ? Saya nggak tahu > apakah saya masuk > dalam millist alumni yang "rame" ini. Saya mengikuti > debat yang menarik > ini karena untuk hal hal lain maaf nggak sempat baca. Oleh > karena itu > saya lewat japri dulu ke anda dan tolong disampaikan ke > rekan rekan serta > adik adik alumni pandangan saya ini supaya debatnya tambah > rame (pendapat > alm pak Iskandar Alisyahbana, mulai dari tesis, antitesis > dan kemudian > sintesis) untuk membuat kita lebih cerdas. > > Waktu ketemu di Bandung dulu saya kira sudah saya sampaikan > pandangan > saya, mungkin anda lupa. Waktu saya menjadi Ketua Komite > Asean University > Network (19 Universitas Asean) dan (11 Universitas di > Jepang) , rekan > saya Dekan dari NTU Singapore Prof Yue mengatakan bahwa > dosen/prof di > bidang teknologi harus baik dalam pendidikan, riset maupun > aplikasi > teknologi atau “exposure to industry/community of > practice” (waktu itu > saya berdiskusi dengan dekan dari Universiti Malaya ttg Tri > Dharma > perguruan tinggi dan keterbatasan kita dalam pendanaan, > sumber daya > manusia dll). Ukuran performansi yang bermakna di ketiga > bidang tersebut > sudah mulai transparan dan pandangan saya secara detil > dapat di lihat di > www.infometrik.com , di makalah Masa Depan Pendidikan > Teknik Mesin di > Indonesia (tiga isu saya bahas). Makalah itu sangat umum > dan bisa dibaca > oleh rekan rekan dari bidang lain. Situs www.infometrik.com > diprakarsai > oleh Dr Azhari Sastranegara (SMA Magelang, > dan S1 sd S3 di Tokyo Institute of Technology) yang > sekarang bekerja di > pusat riset NSK Tokyo (industri bearing, CVT dan power > steering). Walau > jauh dari tanah air beliau ingin memberi sumbangan info di > bidang teknik > Mesin. Waktu ketemu dengan saya tahun 2007 ( saya diundang > sebagai > visiting Prof di Tokyo Institute of Technology ) saya > berpendapat bahwa > pengalaman seperti ini tidak akan diperoleh di Indonesia > yang industrinya > masih dalam tahap LCO (Local Class Operator) walau sebagian > sudah di WCO > (World Class Operator). Oleh karena itu dosen/prof di > bidang teknologi > juga harus bisa berkontribusi dalam pengembangan industri > di Indonesia > (tambah susah lagi kan, sudah harus baik di pendidikan , > riset dan > aplikasi teknologi terus ditambah tugas lagi. Gurauan kita, > wah disuruh > jadi Superman padahal kita kan saudaranya Suparman). Saya > melihatnya dari > sudut lain yaitu sebagai tantangan yang harus dihadapi. > > Info yang lain. Jadi birokrat kampus di Indonesia bisa > tersita waktunya > untuk tugas administratif (maaf, yg kadang kadang > membosankan) dan masalah > sosial yang lain. Unit pendukung kita masih sangat lemah > dan banyak dosen > yang dikorbankan atau mau berkorban ke tugas ini. Di > Delft pimpinannya > ada dua, Rector untuk urusan akademik dan Presiden untuk > urusan > administratif , dana dll (apakah masih demikian ?). Mau > kita tiru ?? > > Info lain untuk Prof yang karirnya agak unik yang saya > kenal. > Prof Moulder dari "Flight Mechanics" Delft disamping > guru besar > beliau punya lisensi pilot komersial pesawat berbadan > lebar. 2 rekan > saya di FTMD dan saya sendiri (Fakultas Teknik Mesin dan > Dirgantara) > pernah punya lisensi tapi pesawat glider tahun 70 an > (lumayan supaya > tidak kuper). Almarhum pak Iskandar Alisyahbana dan Hasan > Purbo > (Arsitektur) dulu juga pilot pesawat bermotor. > Saya kenal Prof Iwamoto, Toyohashi University of Technology > lulusan > University of Tokyo lalu kerja di industri (kalau tidak > salah Komatsu > Jepang yg masih dalam profesinya, kemudian loncat di > industri > finansial/keuangan) terus ditarik jadi Profesor. Sekarang > beliau memimpin > inkubator bisnis disana. Ini unik sekali. > Yang terakhir adalah teman karib saya orang Belanda Ir > Bertus van Heughten > yg dulu bekerja diproyek kerjasama Nuffic di ITB 1976 sd > 1980 dan kemudian > bekerja di perusahaan Haskoning untuk "waste management". > Tanpa doktor > beliau ditarik sebagai Prof luar biasa di sekolahnya alm > Prof Azis (Bekas > Ketua Majelis Guru Besar ITB) di Delft (maaf lupa nama > institusinya tapi > bukan Delft University of Technology). > > Jadi pak Cardiyan tantangan untuk dosen/prof di bidang > teknologi di > Indonesia adalah harus baik di pendidikan, riset dan > aplikasi teknologi > serta mampu berkontribusi pada perkembangan industri di > Indonesia. Selain > itu tentu saja harus mempunyai integritas. Strateginya > bagaimana ?? mari > kita pikirkan dan perdebatkan supaya bisa diimplementasikan > secara riil. > Kita sangat bangga ke rekan rekan kita yang punya prestasi > di kontribusi > ilmu dan sudah mendunia dan menjadi “ikon” ITB > sebagimana juga para > alumni yang berprestasi yg juga menjadi “ikon” ITB. > Tantangan lain > adalah di bidang teknologi dan industri untuk kesejahteraan > umat. Sebagian > tugas ini sedang dilakukan oleh pak Suhono ( sila pak > Suhono yang > menerangkan istilah first, second, third generation > university serta > kontribusi anda di inkubator). Kita lihat implementasi dari > kampanye > Rektor baru ITB “Riset dan Inovasi serta WCU yang > berkebangsaan” > secara nyata. > > Semoga info ini berguna. > > Salam hangat dari kampus. > > Djoko Suharto > > > --- On Wed, 2/17/10, Cardiyan HIS <[email protected]> > wrote: > > > From: Cardiyan HIS <[email protected]> > Subject: Bls: [IA-ITB] Re: [indonesia] Saatnya Rektor > Menegor Profesor > To: [email protected] > Date: Wednesday, February 17, 2010, 7:39 PM > > > > > > > > > > > > Bung Izoel dan Rekan-rekan Alumni ITB Ysh, > > Menarik diskursus atas tulisan saya "Saatnya Rektor Menegor > Profesor". > Suatu masukan lagi yang sangat bagus sekali datang dari > Bung Izoel yang > tengah berjuang di Tohoku University, Jepang. Selamat > meneliti terus dan > mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal > internasional. > > Salam hangat dari Tanah Air Indonesia, > > Kang Cardiyan HIS > > --- Pada Rab, 17/2/10, Izoel <izoe...@yahoo. com> > menulis: > > > Dari: Izoel <izoe...@yahoo. com> > Judul: [IA-ITB] Re: [indonesia] Saatnya Rektor Menegor > Profesor > Kepada: ia-...@yahoogroups. com > Tanggal: Rabu, 17 Februari, 2010, 7:17 PM > > > > > > > Saya rasa tidak perlu diributkan tentang ngeles atau > tidak. > Jawabannya ada satu: "Jadikan itu sebagai tantangan". > Walaupun menjadi > birokrat kampus, seharusnya yang namanya seorang Professor > haruslah tetap > aktif meneliti dan atau mensupervisi penelitian mahasiswa > dan staf-nya. > > Jangankan menjadi rektor, menjadi menteri sekalipun harus > bisa. Di benak > saya ada dua orang tokoh yang bisa kita ambil sebagai > contoh, sayangnya > keduanya bukan orang Indonesia: > 1. Prof. Akihisa Inoue. Beliau adalah rektor menjabat di > Tohoku > University, institusi tempat saya berada sekarang. Bulan > Maret (18-19) ini > beliau akan mengunjungi ITB untuk acara Tohoku University > Day. Beliau > adalah bekas direktur Institut for Materials Research, > tempat saya > meneliti. Uniknya walaupun dia adalah seorang rektor yang > tentunya sangat > sibuk, beliau masih sangat aktif meneliti dan mensupervisi > penelitian. > Untuk tahun 2010 ini saja, beliau sudah publish paper 8 > buah dan untuk > tahun 2009 sendiri 130 paper, dan itupun di peer-reviewed > journals. Itu > belum termasuk paten. Tak heran beliau masih termasuk > jajaran top-cites > scientist di bidang Materials Science. Bahkan untuk > presentasi-presenta si > beliau di conference atau seminar sekalipun masih berkonten > hasil > penelitiannya, kontras sekali dengan mayoritas presentasi > pejabat kampus > di Indonesia. Artinya beliau berhasil mensupervisi > mahasiswa dan staf > risetnya walaupun menjabat sebagai rektor. > Kuncinya satu, beliau adalah dedicated researcher dan > menduduki posisi > rektornya karena beliau adalah the best researcher yang > dimiliki > universitas. > > 2. Prof. Steven Chu. Dia adalah Menteri Energi kabinetnya > Obama. Peraih > Nobel Fisika, Bekas Direktur Lawrence Berkeley National > Laboratory. Dia > bukan lagi rektor, tapi menteri, yang diurusi negara. Atau > bahkan bisa > dibilang mengurusi kebijakan energi di dunia. Lantas > bagaimana dengan > risetnya? Hari ini saja pun , salahsatu paper beliau terbit > di jurnal > peer-reviewed paling bergengsi Nature (edisi 18 Februari > 2010). Dan itu > adalah original paper (hasil murni riset), bukan news. > Kemudian jumlah > co-authornya hanya 3, dimana salahsatunya adalah > kolaborator dari negara > lain. Artinya kontribusi beliau di penelitian tersebut > lebih dari 30%. Dan > tidak hanya satu paper, di tahun 2009 kemarin pun > setidaknya ada 2 > papernya yang publish di Physical Review Letters, salahsatu > dengan impact > factor tertinggi di bidang Fisika. Profil beliau menjadi > headline di > Nature 24 Desember 2009 yang lalu sebagai orang yang paling > berpengaruh > dalam science di tahun 2009. Dalam > pengakuannya, setelah menjadi menteri di bulan Januari, > beliau masih > mensupervisi staf riset dan mahasiswanya di sela2 > kesibukannya, serta > membuat semua power point presentasinya sendiri. Bandingkan > dengan > menteri2 atau dirjen2 di Indonesia yang juga dosen ITB. > > Kesimpulannya: Jika dia memang adalah true scientist, true > researcher; mau > jadi birokrat setinggi apapun dia akan terus meneliti, do > science. Itu > adalah tuntutan hidup bagi seorang akademisi. Jadi bukan > alasan untuk > tidak meneliti karena menjadi rektor ITB, birokrat kampus > ITB, atau bahkan > menjadi menteri sekalipun. > > Ada sebuah words of wisdom dari salah seorang Nobelis > Fisika yang datang > ke institusi saya: "To supervise science, you should know > science, do real > science, invent the best science, and understand the > science by heart". > > Mudah2an ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua, > terutama yang menjadi > akademisi dan juga di birokrasi. Ini tantangan tersendiri > bagi Pak > Akhmaloka, career scientist yang menjadi rektor ITB. Semoga > ITB menjadi > real research university yang kemudian nantinya berevolusi > menjadi > entrepreneur dan innovative university. Bagi saya, mudah2an > ini menjadi > pengingat bagi diri saya sendiri, terutama di masa-masa > awal menapaki > karir sebagai scientist. > > Wassalam, > > IZUL > ------------ --------- -- > Satria Zulkarnaen Bisri > PhD scientist > Low Temperature Condensed State Physics (Y. Iwasa Lab.) > Institute for Materials Research > Tohoku University, Japan > URL: http://www-lab. imr.tohoku. ac.jp/~satria/ index.html > > --- In ia-...@yahoogroups. com, Adi Indrayanto > <adis...@... > wrote: > > > > Ngeles bagaimana? Saya tidak paham? ... > > > > Sibuk cari duit tambahan? Ada juga yg begitu memang, > tapi tidak semua lah > > ... . Wong tambahan duitnya itu sering buat bayarin > beasiswa mahasiswa2 nya > > juga :-p > > > > Tapi tidak semua karena gaji tok ... manusia kan tidak > hanya hidup dari > gaji > > saja ... Teori Maslow lah ... . Malah sering orang yg > mau jadi dosen (dan > > sudah tahu gajinya kecil) ... yg dicari bukan gaji ... > tapi "kebebasan > > berekspresi dan berkarya" ... itu harga yg cukup mahal > untuk didapatkan. > > Kalau cari gaji ... kerja di swasta saja beres. Tapi > apakah di swasta > > mendapatkan "kebebasan" tersebut? Kecuali anda pemilik > ... kalau pegawai > > ... ya harus nurut sama boss ;-) > > > > Tapi pertanyaan saya genuine lho .... . Memangnya saat > seorang dosen yg > > peneliti dan profesor itu menjabat jadi birokrat > kampus ... lalu > > penelitiannya yg bermutu itu tetap jalan? Kalau tetap > jalan, bisa jadi > > urusan birokrasinya tidak dikerjakan dgn benar (sudah > terjadi sebelumnya > > soalnya). Kalau dia sibuk ngurusi kampus ... pasti > habis waktunya untuk > > membuat penelitian bermutu ... kecuali titip ke para > yuniornya ... > > > > Jadi ... dibagian mana yg saya ngeles???? > > > > > > salam, > > > > -ai- > > > > > Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru > @ymail dan > @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain! > > __._,_.___ > > Reply to sender | Reply to group Messages in this topic > (13) > Recent Activity: > > New Members 8 > Visit Your Group Start a New Topic > *** > > Ayo, ayo, ajak Alumni ITB lain ikut milis IA-ITB. Yukkk, > buat kerjasama ! > Manajemen email di milis IA-ITB ada di bawah. Selamat > mencoba. Mudah kok :) > > > Anggota: > 6.215 > Diperbarui: 1 Februari 2010 > -------------------------------------------------------------------------- > *** IA-ITB *** > - Kerjasama merajut Prestasi Dunia - > Persahabatan, Ide, Iptek, Desain, Seni, Bisnis, & > Kerjasama > http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB > > Managed by: IA-ITB & 99Venus International (http://99Venus.net ) > http://www.IA-ITB.com http://IA-ITB.blogspot.com > -------------------------------------------------------------------------- > > > Cihuyyy, sudah lebih 2.054 anggota Senyum-ITB Facebook. > Hatur nuhun :-) > Tolong sebar terus ke jaringan Anda. Ajak masyarakat dan > keluarga ikut ya > Komentar & lihat foto di http://facebook.com/pages/Senyum-ITB/100802856927 > > Manajemen email di milis IA-ITB yang lebih detil di blog > IA-ITB :-) > Klik http://IA-ITB.blogspot.com/2009/07/manajemen-milis-ia-itb.html > > Mengatur mode terima email dengan ganti-ganti 3 cara terima > berikut : > 1. [email protected] > = email terima normal (individual emails) > 2. [email protected] > = email terima ringkasan (daily digest) > 3. [email protected] > = tidak terima email / libur sementara > > Cara berlangganan / Ganti email : > 1. [email protected] > = email berlangganan milis IA-ITB > 2. [email protected] > = email berhenti dari milis IA-ITB > > Milis IA-ITB di Facebook: > Ikut & lihat 928 wajah di http://Facebook.com/group.php?id=39676223082 > Isi & lihat 1.156 profil di http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/database > > > > > MARKETPLACE > > > Going Green: Your Yahoo! Groups resource for green living > > Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • > Terms of Use > > > . > > __,_._,___ > > > > > > > > > -----Inline Attachment Follows----- > > _______________________________________________ > Dosen mailing list > [email protected] > http://mx1.itb.ac.id/mailman/listinfo/dosen > -----Inline Attachment Follows----- > > --- > This message was processed by Kaspersky Mail Gateway > 5.6.28/RELEASE running at host mx3.itb.ac.id > Visit our web-site: <http://www.kaspersky.com>, <http://www.viruslist.com> >
