Jakarta: Pimpinan MPR RI mengundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk 
hadir pada peringatan hari lahirnya Pancasila pada 1 Juni 2010. Jajaran 
pimpinan MPR RI juga mengajak pemerintah untuk bersama-sama MPR 
mensosialisasikan kepada masyarakat empat pilar yaitu Pancasila, UUD 1945, 
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Kebhineka Tunggal Ika-an. 
Demikian dikatakan Ketua MPR RI Taufik Kiemas pada keterangan persnya usai 
bertemu dengan Presiden SBY di Kantor Presiden, Kamis (25/2) pagi. 

Taufik mengungkapkan keterbatasan MPR untuk melakukan sosialisasikan empat 
pilar tersebut. ”Anggota MPR cuma 692 orang, kami tidak punya kekuatan 
kemana-mana. Dari 692 itu bisa disebarkan di tiap dapil, jadi dari dapil-dapil 
itu akan berkoordinasi dengan yang lain untuk mensosialisasikan Pancasila, UUD 
1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Kebhineka Tunggal Ika-an," 
kata Taufik

Menurut Taufik, Presiden SBY menyetujui rencana pensosialisasian empat pilar 
tersebut. Presiden juga akan menghadiri acara Lahirnya Pancasila 1 Juni 2010 
yang akan diadakan di MPR atau di tempat lain yang bisa menampung kapasitas 
tamu yang lebih banyak. ”Presiden dan Pimpinan MPR akan berpidato bersama 
tentang hari lahirnya Pancasila itu pada tanggal 1 Juni nanti,” ujar Taufik.

MPR akan berkoordinasi dengan seluruh jajaran pemerintahan mulai dari tingkat 
pusat sampai daerah terkait cara mensosialisasikan lahirnya Pancasila. ”Kami 
bisa bekerjasama dengan seluruh televisi di Indonesia tentang mensosialisakan 
Pancasila. Kita hanya memberikan muatan kepada TVRI dan surat kabar-surat kabar 
yang ada tentang mensosialisasikan Pancasila ini menurut kebutuhan mereka tapi 
muatannya tidak berubah,” jelas Taufik.

Kepada Presiden SBY, Taufik juga menjelaskan tentang rencana MPR RI yang akan 
menggelar Sidang Paripurna dengan agenda akan mengesahkan Tata Tertib MPR 
sesuai dengan perintah UU No. 27 tentang MPR, DPR, DPD dan DPD Tingkat I pada 1 
Maret 2010.

Wakil Ketua MPR RI, Lukman Hakim Saifuddin menambahkan bahwa kunjungan pimpinan 
MPR RI ke Kantor Presiden juga untuk mengundang Presiden pada peringatan 1 
Juni. ”Inti kunjungan kami adalah untuk mengundang Bapak Presiden pada 
peringatan 1 Juni dan kedua adalah mengajak jajaran pemerintahan untuk 
bersama-sama MPR mensosialisasikan empat pilar itu,” kata Lukman. ”Adapun 
informasi mengenai acara 1 Maret itu semata-mata untuk menjelaskan kepada 
publik, kepada Bapak Presiden bahwa anggapan selama ini Sidang MPR itu bisa 
melakukan apa saja sudah tidak seperti itu,” tegas Lukman. (yun)

http://icaexpo.coop


      

Kirim email ke