Saya pernah melihat di negeri antah berantah,.... 
peristiwa politik nantinya tidak akan lagi menarik,.. membosankan,.. semua 
berteriak atas nama rakyat,.. atas nama kebenaran,.. atas nama kepentingan 
negara dan atas nama apalagi,...tuhan ? mungkin sahaja.. sekarang pun sudah 
banyak.

Bila kebenaran,... sudah tidak lagi menjadi prioritas dalam berkarya, 
berpolitik,.. tunggulah waktunya kehancuran suatu negeri itu,....

Kasihan ,... mereka dibujuk untuk berteriak,... padahal sudah ada wakilnya du 
DPR,.. biar
kan sahaja DPR yang berbicara dan bekerja untuk menyelesaikan semua kasus yang 
mengganggu kepentingan rakyat,.. kemudian dihakimi oleh kebenaran yang ada di 
pengadilan,..
Rakyat diberi fasilitas untuk pendidikan, berkarya dan bekerja untuk kemajuan 
ekonomi bangsa,..

Adil kan ? masing-masing bekerja sesuai dengan posisi dan porsinya 
maisng-masing,...

Pemerintah tak bisa menyediakan lapangan kerja,.. ? harus bertanggung jawab.
Rakyat tak mau bekerja ? rakyat harus dibina.

dst,..

Salam,.



--- Pada Sel, 2/3/10, Mohammad Andri Budiman <[email protected]> menulis:

Dari: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
Judul: [indonesia] Pendemo: Katanya Mau Dikasih Makan...
Kepada: 
Tanggal: Selasa, 2 Maret, 2010, 8:48 AM

It's all business, dude...

Salam,
CA

Source: 
http://www.detiknews.com/read/2010/03/02/151029/1309498/10/pendemo-dpr-katanya-mau-dikasih-makan-nggak-nyangka-ada-kekerasan

--begins--
Pendemo DPR: Katanya Mau Dikasih Makan, Nggak Nyangka Ada Kekerasan

E Mei Amelia R - detikNews

Jakarta - Bagi belasan bocah asal Bogor ini, demo mungkin seperti
acara bermain. Asalkan dapat makan dan sedikit uang mereka ikut saja
naik bus berangkat ke Jakarta. Kini di depan Gedung DPR mereka malah
ketakutan.

Pantauan detikcom, Selasa (2/3/2010) bocah-bocah itu menyingkir ke
pinggir. Mereka tidak ikut berteriak-teriak di depan Gedung DPR.

"Nggak nyangka demonya kaya gini, ada kekerasan," kata Adi Suhendar
(13) saat ditemui di depan DPR.

Dia mengaku berasal dari Rumpin, Bogor, datang ikut berdemo karena
diajak teman sekampungnya. "Dikirain demonya damai. Jadi tadi ingin
ikut saja," jelas Adi yang tengah duduk bersama rekan-rekannya.

Adi masih malu-malu saat ditanya apakah dirinya mendapat bayaran. Dia
hanya mengaku diberi makanan kalau sudah selesai demo. "Nanti kalau
sudah selesai diberi makan," ujar Adi yang mengenakan pita merah di
kepalanya.

Sementara itu aksi unjuk rasa terkait kasus Century masih berlangsung.
Meski beberapa kali sudah dibubarkan petugas, pendemo masih terus
berdatangan.

(ndr/iy)
--ends--

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt



      Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang 
Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke