Tambahan Pak, belum lagi anggaran yang bocor atau dikorupsi. Tapi, mungkin jumlah tsb. salah. Karena pendapatan pemerintah Iran hanya USD 59.6 milyar saja. Mungkin "hanya" sekitar USD 65 milyar saja.

Di Iran, pasal 33 UUD 45 benar benar dijalankan. "Bumi dan kekayaan alam yang ada di dalamnya dikuasai negara dan digunakan sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat". Iran "hanya" memproduksi minyak sekitar 3jt barrel saja padahal. Disamping managemen pengelolaan minyak secara mandiri, saya yakin ada sektor industri lain yang menjadi
sumber pendapatan Iran.

Anggaran Indonesia ibarat gali lubang tutup lubang. Bedanya sekarang kita tutup pakai SUN yang nilainya setara dengan pembayaran bunga kita per tahun. Ini sangat mengerikan buat generasi mendatang !!!

Saya selalu bertanya, kenapa pemerintah tidak pernah berusaha melakukan efisiensi anggaran ? Dengan efisiensi anggaran seharusnya kita tidak perlu lagi menerbitkan SUN. Sebagian besar pagu anggaran pemerintah untuk setiap proyek harganya selalu jauh diatas harga pasar (bahkan tidak jarang harganya berlipat). Sengaja diberi margin yang
besar agar di pelaksana proyek bisa bagi bagi fee.

Pemborosan kedua adalah pelaksanaan proyek yang tidak sesuai dengan spec. Contoh simplenya proyek pembangunan dan perbaikan jalan. Sehingga yang terjadi adalah pemerintah harus mengalokasikan lagi anggaran untuk pekerjaan yang sama di tahun berikutnya. Tidak adakah niat untuk mereview efisiensi anggaran pemerintah ?


Salam.

Harlizon MBAu wrote:

http://uk.news.yahoo.com/18/20100308/twl-iran-s-parliament-approves-347bln-bu-3cd7efd_1.html


  Iran's parliament approves $347bln budget

4 hours 51 mins ago

> Kalau dikonvesi dengan Kurs 1 US$ = Rp 10.000

*> Budget Iran ini Rp 3.470 Triliun*

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/09/09/96278/4/2/Panja-DPR-Setujui-RUU-APBN-2010

* *

*Panja DPR Setujui RUU APBN 2010 *

Jumat, 18 September 2009 08:22 WIB Dalam laporan Panja Belanja Pemerintah pusat disetujui belanja negara dalam *RUU APBN 2010 *adalah sebesar* Rp1.047,6 triliun* yang terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp725, 2 miliar dan transfer ke daerah sebesar Rp322,4 miliar.

Jumlah ini meningkat sebanyak Rp44,67 triliun dibandingkan dengan APBN pada tahun 2009.

Rinciannya menurut jenis belanja, belanja Pemerintah Pusat terdiri atas Belanja Pegawai sebesar Rp160.312,8 miliar, Belanja Barang Rp102.959,3 miliar, Belanja Modal Rp83.243,9 miliar, Pembayaran Bunga Utang Rp115.594,6 miliar.

Kemudian, Subsidi non Energi sebesar Rp51.293,6 miliar, Belanja Hibah Rp7.092,0 miliar, Bantuan Sosial Rp69.582,4 miliar dan Belanja Lain-lain Rp28.637,8 miliar.

Berdasarkan organisasi, belanja Pemerintah pusat terdiri atas Belanja Non Kementerian Negara/Lembaga (Non-K/L) sebesar Rp385.093,9 miliar dan Belanja Kementerian Negara/Lembaga (Non-K/L) sebesar Rp340.149,2 miliar serta anggaran Pendidikan sebesar Rp209.537,5 miliar.

> Kalau dikonvesi dengan Kurs 1 US$ = Rp 10.000

*> Budget Indonesia ini US$ 104,76bln, yakni kurang dari 1/3 budget Iran*

Yang menarik, Iran negaranya lebih kecil.

Penduduknya cuma sekitar 72 juta jiwa, jauh lebih sedikit jumlahnya dari Indonesia.

Teknologinya...

Menteri keuangannya atau ekonominya nga perlu jebolan...

Nga perlu bayar Bunga Utang Rp115.594,6 miliar.

Juga nga perlu bayar cicilan pokok hutang yang Rp....

Kirim email ke