Kereta emas sang kusir
oleh Isa Alamsyah

Saya ingin mengisahkan seorang yang mungkin Anda akan menganggap salah satu 
orang terbodoh di dunia, namanya sebut saja Pak Dungu.
Semua menganggapnya begitu bodoh, dungu, tolol, gokil, dan segala hal yang 
sepertinya pantas disandangnya. Tapi ia tidak peduli.
Bayangkan saja kerjanya setiap hari adalah mengantar orang pergi ke pasar 
dengan kereta kudanya. Satu orang hanya bayar Rp 2000 sampai Rp 5000.
Hasil uang yang dia dapat, hanya cukup untuk makan sehari, dan keesokannya 
ia mencari penumpang lagi.
Apa yang membuatnya dianggap bodoh?
Karena kereta kuda yang digunakan untuk mengangkut penumpang atau 
sayur-sayuran adalah kereta kuda yang terbuat dari emas. Harganya mencapai 
miliaran.
Ia menemukannya tidak sengaja di satu perjalanan. Mungkin bekas kereta kuda 
raja di masa lalu.
Setiap orang menganjurkannya untuk menjual kereta dan memulai bisnis baru, 
ia mengatakan tidak tahu harus berbisnis apa, karena menjadi kusir adalah 
pekerjaaannya sejak lama.
Ada yang menawarkan kerja sama ia tidak percaya.
Ada yang bilang ia bisa membeli puluhan kereta kuda bahkan ratusan bisa 
didapat, jika ia menjual kereta emasnya, tapi dia bilang ngurus satu kuda 
saja susah apalagi banyak kuda.
Ketika ada rampok ingin merebut gerobaknya, ia melawan rampok mati-matian.
Pak Dungu tahu gerobaknya dari emas dan berharga mahal, dan ia rela 
mati-matian menjaga asetnya itu, tapi ia tidak tahu bagaimana 
menggunakannya, dan memilih untuk menggunakannya dengan cara yang ia tahu. 
Yaitu menjadi kereta kuda. Sekedar untuk bertahan hidup.
Aset miliarannya digunakan untuk bisnis senilai beberapa puluh ribu sehari.
Padahal kusir lain juga berpenghasilan sama dengan modal tidak lebih dari 5 
juta.

Tahukah siapa Pak Dungu?
Ternyata ia mewakili banyak di antara kita.
Ternyata saya di masa lalu adalah Pak Dungu dan semoga tidak lagi di masa 
depan.

Kita mempunyai akal, hati yang sangat besar kemampuannya.
Akan tetapi kita hanya memanfaatkannya untuk hal-hal yang jauh di bawah 
kemampuan akal.
Kita tahu otak kita berharga, kita jaga kepala kita, kita pakai helm, tidak 
boleh terbentur, tapi tidak menggunakannya secara maksimal.
Kita punya potensi berpenghasilan miliaran tetapi puas dengan gaji beberapa 
juta saja.
Kita punya potensi menjadi orang sukses, tetapi memilih hidup biasa-biasa 
saja.
Saya pernah mengalami masa seperti ini di satu waktu, tapi sekarang saya 
ingin menggunakan emas yang saya miliki, otak dan jiwa saya untuk sesuatu 
yang lebih besar.
Bagaimana dengan Anda?

-- 
PEACE & LOVE

 



-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke