Title: Yadi Supriadi Wendy
Achmad Chamdani Eka P. wrote:
Mas Yadi,
Ya Mas Eka,

Kita tidak diberi otoritas untuk melakukannya, apalagi sampai anarkis.
Kalau kita sampai melakukannya, berarti kita sudah melakukan suatu "justifikasi" untuk menghukum seseorang.
Apakah memang kita berhak menjadi hakim untuk urusan agama?
Itu sepenuhnya hak Allah taala menentukan mana yang sesat mana yang dapat petunjuk
[itu yang tercantum dalam Alquran Karim].

Benar sekali, kita patut mencontoh perilaku yang ditunjukkan oleh Rasulullah saw.
Akhlak Rasulullah saw menunjukkan baru berani mengangkat pedang setelah berkali-kali-kali-kali mendapat serangan [semata-mata hanya untuk mempertahankan diri!].
Beliau saw tidak pernah dalam status sebagai penyerang.
Bahkan sikap kepada Musalaimah al kadzab  (yang mengaku nabi) pun, tidak lebih sekedar memberi peringatan.

Singkatnya Alquran memberi arahan agar kita mengadakan perbaikan dengan tangan sendiri, maksudnya gunakanlah   tangan sendiri melakukan perbuatan baik yang dapat menjadi contoh bagi orang lain untuk perbuatan yang seharusnya.
Dalam agama tidak ada paksaan, tegasnya.

Bayangkan, betapa indahnya hidup dalam lingkungan yang ramah, masing-masing berlomba dengan tangan sendiri melakukan berbagai kebaikan, tanpa harus memaksakan kehendak kepada yang lain.
Yakinlah, jangan  keonaran dilawan dengan "keonaran" lain!



--

Best Regards,

Yadi  Supriadi  Wendy


-- Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat. Info pengelolaan milis Indonesia next better : http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke