TEMPO Interaktif, Jakarta -Ibarat panglima, Bastian Bachtiar hari itu memegang 
komando. Dia menekan tombol On, mendadak sontak dua unit mesin pembangkit 
listrik sampah yang beratnya 20 ton meraung-raung. Meski tidak dipasok bahan 
bakar umum, lampu panel-panel pengontrol menyala selama 10 menit menghasilkan 
tegangan sebesar 400 volt.
Keterlibatan Bappenas, kata Sudarmasto, karena proyek pengelolaan sampah 
tersebut memiliki nilai Rp 200 miliar ke atas. Untuk Solo selain masalah 
sampah, Bappenas juga memfasilitasi proyek pengolahan air di Kota Bengawan. 
"Mereka nanti dapat memberikan masukan pihak ketiga mana yang layak menggarap 
proyek tersebut karena mereka juga memiliki data-data. Hanya saja sifatnya 
tidak mengikat," imbuhnya.

"Sampah akan kita tumpuk di Monas, ini sebagai sarana untuk meningkatkan 
kesadaran masyarakat DKI terhadap lingkungannya," ujar Kepala Bidang Komunikasi 
dan Informasi Pemprov DKI Cucu A Kurnia saat dihubungi detikcom, 
Jumat (26/3/2010). 


http://icaexpo.coop


      

Kirim email ke