TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita 
Wirjawan mengatakan saat ini yang diperlukan untuk menarik investasi ke 
Indonesia adalah kebijakan yang bersifat jangka panjang. "Karena kepentingan 
investor itu bukan besok, tapi lima sampai 10 tahun mendatang," katanya saat 
konferensi pers Indonesia Summit di Jakarta, Rabu (24/3).

Investor, kata Gita, datang ke Indonesia untuk membangun pabrik, sehingga 
mereka butuh pedoman untuk mengambil keputusan yang tepat tentang prospek lima 
sampai sepuluh tahun ke depan. Karena itu berita-berita yang sekarang 
berkembang tidak menjadi rujukan bagi investor. 

Momentum kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Perdana Menteri 
Cina Wen Jiabao ke Indonesia akan semakin meningkatkan persepsi pentingnya 
Indonesia di mata internasional. "Perlu info dan data untuk membangun persepsi 
baru tentang Indonesia," katanya. 

Sebab itulah pemerintah butuh kebijakan yang bisa mengaktualisasikan 
kepentingan masuknya investasi ke Indonesia. Bahkan, kalau pemerintah bisa 
meyakinkan investor dan membangun persepsi baru tentang Indonesia, untuk 
kepentingan pertumbuhan 6 sampai 7 persen investasi Rp 2.000 triliun bukan hal 
sulit. 

Jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan mencapai 250 juta jiwa merupakan 
pilihan yang menarik bagi investor. Artinya Indonesia memiliki keunggulan skala 
populasi. Apalagi dengan tingkat pendapatan per kapita yang kini sudah mencapai 
US$ 2.600. Hal itu faktor yang tidak bisa diabaikan oleh investor.

http://icaexpo.coop


      

Kirim email ke