Betul.... Dalam hal mempertahankan kursi Ketum PSSI, NH tampaknya memang jago 
bangets setelah berkali2 digoyang.....

Tapi dalam mempertahankan gawang timnas supaya ngga kebobolan ??? Kaya'nya kok 
ngga dianggap penting !!!


Sent from iCon's-mobile®

-----Original Message-----
From: Cardiyan HIS <[email protected]>
Date: Sat, 3 Apr 2010 12:01:50 
To: <[email protected]>
Subject: [indonesia] Rakyat (Sepakbola) Keok: “Duet” SBY Nurdi
 n Halid Menang!

Rakyat (Sepakbola) Keok: “Duet” SBY Nurdin Halid Menang!
Oleh Cardiyan HIS
 
Namun ini baru pertempuran kecil, perang sesungguhnya belum berakhir. DPR masih 
bisa melakukan Yudisial Review kepada Mahkamah Konstitusi tentang qorum sidang 
DPR untuk Hak Menyatakan Pendapat. Dan KONI bisa membekukan PSSI kalau satu 
bulan ke depan Nurdin Halid tetap bandel dengan Rekomendasi KSN.
 
Citra SBY melorot tajam gara-gara Hak Angket DPR atas kasus Bank Century. Skor 
akhir 5-3 dimenangi oleh kubu penentang SBY. Sementara di luar sidang DPR, 
foto-foto SBY diinjak-injak dan dibakar mahasiswa di banyak kota di Indonesia. 
Belum  lagi ada seekor kerbau tambun di perutnya ditulisi “SBY” dibawa  begitu 
lambannya oleh serombongan demonstran mengelilingi beberapa kali bundaran Hotel 
Indonesia.   
SBY yang terkenal sangat peragu sehingga terkesan sangat sabar, kali ini marah 
besar terutama soal kerbau itu.  Kerbau yang tambun dirasakan oleh SBY sebagai 
dilambangkan terhadap dirinya yang oleh sebagian masyarakat dikesankan sebagai 
berbadan besar gemuk yang lamban bekerja, lamban mengambil keputusan meskipun 
negara sudah di tepi jurang. Tetapi kemarahan SBY pelan-pelan redup seiring DPR 
reses. Dan politik pencitraan SBY kembali dimainkan. Tim Public Relations SBY 
boleh dipuji kali ini. Mereka jeli memanfaatkan momentum kemuakan rakyat yang 
mayoritas penggemar sepakbola terhadap Nurdin Halid, Ketua Umum PSSI. SBY 
melemparkan ide perlu Kongres Sepakbola Nasional (KSN)  untuk mereformasi 
prestasi sepakbola Indonesia. Tawaran simpatik dilemparkan ke PWI untuk  
menyiapkan  KSN bersama berbagai lapisan masyarakat penggila sepakbola. Biaya 
sekitar Rp. 3 miliar, sepenuhnya akan disiapkan oleh Menteri Olahraga dan 
Pemuda Andi Malarangeng (AM).
Tawaran SBY langsung disambar PWI dan segudang media cetak dan elektronik 
termasuk Gerakan Sejuta Facebooker; para mantan pemain nasional; para supporter 
hampir semua klub . Targetnya Nurdin Halid harus digusur sebagai Ketua Umum  
PSSI. Berbagai berita dan ulasan diekspose besar-besaran bahwa Nurdin Halid 
adalah biang kerok kemerosotan  prestasi sepakbola selama 7 tahun menjabat 
Ketua Umum PSSI. Nurdin Halid (NH) hanya berprestasi dalam mimpi termasuk mimpi 
menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022 yang akhirnya kandas.
Dan akhirnya kota Malang ditetapkan sebagai tuan rumah. Habis membuka KSN pada 
30 Maret 2010 pagi hari, sore harinya SBY diangkat citranya setinggi langit. 
SBY didampingi AM antri membeli karcis di-closeup habis cameraman dan 
photographer. SBY patut dicontoh rakyat Indonesia karena dia adalah rakyat gila 
bola yang mau antri berdesakan demi selembar tiket menonton sepakbola, padahal 
dia Presiden RI. Dan manakala sebelum kick off dimulai, lagi-lagi SBY turun 
dari tribun VVIP ke lapangan meskipun hujan rintik-rintik  karena mau menyalami 
para pemain Arema dan Persitara, padahal dia Presiden RI. 
Dan setelah pertandingan Arema vs Persitara selesai dengan kemenangan Arema 
2-0, arena sidang komisi organisasi KSN dilanjutkan. Rekan saya; Muhamad 
Kusnaeni, wartawan koran olahraga terbesar di Indonesia “Topskor” yang semula 
sudah siap membeberkan konsepnya mewakili blok perubahan urung 
mempresentasikannya. Terlalu banyak anak buah Nurdin Halid yang menghalanginya 
untuk bicara, belum begitu banyak “preman” yang berwajah angker pendukung NH 
berkeliaran di ruang dan di luar sidang yang selalu berteriak lantang kalau 
peserta sidang bersuara menyudutkan NH. 
Maka sudah bisa ditebak: pada tanggal 31 Maret 2010 hari kedua sidang sekaligus 
hari terakhir KSN, kandungan rekomendasi KSN masuk angin. Semua rekomendasi 
terlalu normatif. Boro-boro merekomendasikan menurunkan Nurdin Halid sebagai 
Ketua Umum PSSI.  Bahkan dari segi substansi rekomendasi KSN ini sangat mundur 
yakni meminta agar kegiatan klub berkompetisi dapat dibiayai oleh Pemerintah 
melalui dana APBN dan atau APBD.  Padahal Persib Bandung yang di kompetisi ISL 
tahun 2008-2009 dikucuri dana APBD Kodya Bandung sebesar Rp. 33 miliar, 
sekarang telah mampu mandiri karena Persib punya nilai jual tinggi sehingga 
banyak perusahaan antri untuk menjadi calon sponsor. Begitu pula Arema Malang 
yang lebih dulu mandiri bahkan siap mau go public, agar saham-sahamnya dapat 
dibeli oleh masyarakat luas.
Dan permainan diakhiri dengan kekalahan masyarakat sepakbola Indonesia. 
Kemenangan politik citra diraih SBY-AM yang berhasil memanfaatkan momentum kuat 
masyarakat sepakbola membenci kepengurusan PSSI Nurdin Halid untuk mengadakan 
KSN. Sedangkan kemenangan terbesar dipegang oleh Nurdin Halid tentu saja karena 
masa jabatannya aman sampai 2011. Bahkan bukan tidak mungkin bisa menjadi Ketua 
Umum PSSI seumur hidup kalau timas PSSI menjuarai SEA Games 2011 yang akan 
diselenggarakan di Indonesia. Nurdin Halid yang sekarang status hukumnya 
sepenuhnya bebas dilawan, sedangkan ketika dia dua kali sedang menjalani 
hukuman di penjara Salemba, Jakarta  saja berhasil menjungkir-balikkan semua 
kubu lawan antara lain dengan berhasil mengedit statuta FIFA soal status 
perbuatan kriminal pengurus PSSI!
Namun perang belum berakhir, ini hanya baru pertempuran kecil. SBY masih 
menghadapi kemungkinan DPR meminta Hak Menyatakan Pendapat. Terlebih suara 
untuk melakukan Yudisial Review terhadap qorum Sidang DPR akan segera diajukan 
oleh banyak anggota DPR ke Mahkamah Konsitusi (MK). Kalau hal ini diloloskan MK 
maka pintu pemakzulan Budiono (SBY) atas kasus Bank Century sangat terbuka 
kalau mengacu kepada kemenangan telak 5-3 (atau 315 suara anggota DPR penentang 
SBY).
Nurdin Halid hanya aman-aman saja bila PSSI mampu melakukan reformasi dan 
membawa timnas juara SEA Games 2011. Tetapi soal reformasi PSSI kita sangat 
pesimis sebab meskipun sekarang saja sudah ada pelanggaran substansial soal 
pengangkatan anggota Komite Esksekutif  yang tidak sesuai ketentuan FIFA. 
Begitu juga ambisi timnas juara sepakbola SEA Games 2011 masih fifty-fifty. 
Kalau semua gagal; resep saya KONI sebagai induk semua  cabang olahraga di 
Indonesia berwenang membekukan kepengurusan PSSI dan FIFA pun tak akan 
menganggapnya sebagai intervensi. Ayo Bu Rita Subowo (Ketua Umum KONI) jangan 
takut dengan Nurdin Halid. Para supporter Bobotoh, Bonek, Aremania, Jakmania, 
Panser dan rakyat sepakbola siap mendukung keputusan KONI.        
 


      &quot;Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com&quot;

Kirim email ke