JAKARTA--MI: PT Telkomunikasi Indonesia Tbk (TELKOM) meluncurkan layanan "Small and Medium Enterprises" (SME) Center sebagai pusat layanan pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM). Dirut PT Telkom Tbk Rinald Firmansyah, saat peluncuran di Jakarta, Kamis (1/4), mengatakan, tujuan mendirikan SME Center untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing UKM melalui dukungan solusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Menurut dia, layanan ini dapat membuat UKM mendapatkan bantuan teknis atau solusi dalam pengelolaan bisnis, pemasaran, keuangan, dan desain. Executive General Manager Divisi Business Service Telkom, Slamet Riyadi mengatakan, layanan ini mengemban serangkaian fungsi, yakni sebagai etalase pelayanan Telkom sebagai arena demo layanan, klinik solusi, virtual office, dan e-Commerce. Program rutin yang akan diberikan dari layanan ini meliputi program pelatihan, dalam hal ini kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja, Perguruan Tinggi, Perbankan, dan lembaga-lembaga asosiasi. Layanan ini dilengkapi dengan layanan SME Online dengan plasa.com sebagai konten utama, yang merupakan portal yang telah direvitalisasi menjadi sebuah wahana e-Commerce yang dapat menjadi wadah bagi pelaku UKM untuk menjajakan barang dagangannya serta melakukan transaksi secara on line. Dengan demikian layanan ini akan memberi kemudahan proses transaksi pembayaran dan pengiriman barang, serta sebagai media interaksi pedagang dan konsumen langsung. Ia juga menegaskan bahwa pertumbuhan dan kontribusi SME terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional terbilang tinggi, yakni 54%. Sementara pertumbuhan pasar SME diprediksi meningkat dari Rp11,6 triliun pada 2010 menjadi Rp18,6 triliun pada 2014. Menurut dia, kebutuhan SME terhadap solusi TIK akan terus meningkat. SME juga sangat prospektif, dengan perkiraan "industry size" pada 2011 mencapai Rp12,87 triliun. Sedangkan perkiraan laju pertumbuhan tahunan atau "Compound Annual Growth Rate" (CAGR) untuk periode 2009 hingga 2014 sebesar 12,83%. SME menanamkan investasi paling besar pada sektor jasa sebesar 57%, disusul sektor perdagangan 20 persen dan manufaktur 23%. Telkom sendiri memiliki pangsa pasar sebesar 34%. (Ant/OL-7) http://icaexpo.coop
