Kawan2 Anggota Milis Yth,

Untuk menjadi seorang artis atau selebriti yang populer dan disenangi 
masyarakat merupakan sebuah prestasi yang tidak gampang untuk diraih. 
Bandingkan dengan mudahnya ribuan atau jutaan orang yang dapat meraih sukses 
pendidikan S1 dalam waktu singkat, sedangkan untuk menjadi artis atau selebriti 
yang populer memerlukan perjuangan yang berat dan waktu yang lama serta hanya 
segelintir yang berhasil sukses.

Mengapa sekarang banyak sekali para artis dan selebrities berbondong-bondong 
tertarik untuk mendaftarkan dirinya sebagai Calon Kepala Daerah atau Waklinya 
(Gubernur dan Bupati)? Apakah mereka ini tergiur oleh kehormatan dan pujian 
rakyat wilayahnya bilamana mereka terpilih? Ataukah karena berdasarkan 
pengalaman sukses beberata artis dan selebrities sebelumnya seperti Dede Yusuf 
dan Rano Karno? Ataukah juga melihat penghasilan "take-home-pay" para Gubernur 
dan Bupati yang cukup besar per bulan, walaupun biaya kampanye untuk dapat 
sukses terpilih bisa mencapai sekitar Rp 100 Milyar untuk Gubernur dan sekitar 
RP 10 Milyar untuk Bupati?

Minggu lalu di TV-One Bapak Mendagri Gamawan Fauzi membenarkan perkiraan biaya 
kampanye dan Tim Sukses tersebut diatas, sekaligus juga menyatakan bahwa gaji 
resmi Gubernur sekitar Rp 8,7 juta sedangkan Bupati Rp 6,5 juta diluar 
tunjangan lain-lain dan fasilitas rumah, mobil, dll.

Bapak Mendagri juga menjelaskan bahwa untuk menjadi calon Kepala daerah, 
diperlukan 16 persyaratan sesuai Undang-undang, beberapa diantaranya yang 
penting adalah: memiliki dukungan masyarakat yang cukup, pendidikan yang 
sesuai, memiliki pengalaman dalam memimpin atau menjabat di pemerintahan, dan 
memiliki akhlak yang baik dan terpuji.

Ketika para artis dan selebritis ditanya apakah mereka menyediakan dana 
kampanye milyardan rupiah seperti diatas, mereka secara kompak menjawab bahwa 
mereka tidak menyediakan dana sepeserpun, sebab biaya kampanye dan Tim Sukses 
mereka semuanya ditanggung oleh para sponsor yaitu kelompok masyarakat atau 
para Parpol pendukung mereka. Kalau ini dianggap sebagai Investasi, lalu 
bagaimanakah para sponsor ini mendapat kembali uang mereka setelah calon mereka 
terpilih? Ini sebuah permasalah yang pelik yang diakui baik oleh Mendagri 
maupun bapak Riyaas Rasyid, pencipta Undang-undang Otonomi Daerah. Salah 
satunya adalah dengan mengurangi secara drastis biaya kampanye untuk menjadi 
Kepala Daerah, sebab saat ini untuk menjadi calon Bupati saja, mereka 
diharuskan membiayai 1000 TPS beserta biaya penyelenggaraan pilkada-nya serta 
ongkos kampanye, spanduk, media TV dan Radio, dll.

Mengapa para artis dan selebrities ini begitu konfiden untuk berhasil dalam 
Pilkada di wilayah masing-masing? Beberapa jawaban yang disampiakan oleh mereka 
ketika di-interview oleh TV-One adalah sbb:

Helmi Yahya - calon Bupati Ogan Komering Hilir: Ia kalah tipis di Pilkada 
Gubernur Lampung, dan kali ini Ia sangat pasti akan memenangkan persaingan 
Bupati OKH, sebab Ia dilahirkan dan pernah tinggal diwilayah itu serta mendapat 
dukungan kuat masyarakatnya. Saat ini Ia juga menjabat sebagai Wakil Sekjen PAN.

Emilia Contessa - calon Bupati Banyuwangi: Ia dilahirkan dan tinggal di wilayah 
itu, serta sudah 5-tahun aktif di organisasi politik dan sudah meninggalkan 
profesi penyanyi-nya. Ia yakin bahwa dengan tangan yang bersih, jujur, tulus 
dan ikhlas Ia pasti sukses dalam memimpin wilayah itu.

Yulia Perez (JuPe atau nama aslinya Julia Rahmawati) - calon Wakil Bupati 
Pacitan: Walaupun Ia populer sebagai artis dengan predikat panas, namun Ia 
dengan kesungguhan hati akan merubah penampilannya yang sopan selama 5-tahun 
kedepan sebagai layaknya seorang Kepala Daerah. Ia sangat yakin akan dapat 
menampilkan dirinya sebagai seorang Pemimpin yang cerdas, memajukan budaya, 
agama dan perekonomian wilayah itu. Terkait dengan masa lalunya, Ia dengan 
terus-terang dan diplomatis mengibaratkan bahwa lebih baik menjadi seorang 
mantan wanita "nakal" dari pada menjadi seorang mantan wanita baik-baik...

Kita doakan semoga ketiga calon Kepala daerah yang berasal dari 
artis/selebrities itu sukses dalam Pilkada yang akan segera digelar beberapa 
bulan mendatang, sebab mereka terlihat tulus dan iklas mengorbankan  segala 
kenikmatan dan kegemerlapan artis/selebrities mereka untuk membangun wilayah 
yang akan mereka pimpin.

Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat.
Wassalam,
S Roestam
http://presidenkita.wordpress.com

Kirim email ke