Akhirnya, jebol juga! Tetapi kita yakin masih banyak manusia2 yang tetap bangga 
dg karya sendiri walau prestasinya pas-pas-an.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Cardiyan HIS <[email protected]>
Date: Fri, 16 Apr 2010 08:30:48 
To: <[email protected]>
Subject: [indonesia] ITB Berkabung, Mawas Diri dan Bangkitlah!!!

ITB Berkabung, Mawas Diri dan Bangkitlah!!!
Oleh Cardiyan HIS
 
ITB sedang berkabung berat. Almamater sedang menangis sedih, bahkan 
tersedu-sedu. Sudah sepantasnya bendera setengah tiang dikerek di pintu gerbang 
kampus Ganesha. Mengapa? Karena hanya ulah plagiarisme salah seorang alumnus 
S-2 dan S-3 Teknik Elektro ITB, Mochamad Zuliansyah, telah mencederai 
nilai-nilai kejujuran dan integritas, yang sepanjang 90 tahun telah menjadi 
kebajikan umum di ITB. 
Bagaimana tidak terpukul harga diri civitas academica ITB, karena untuk bisa 
bergabung menjadi “ITB Club” harus lolos seleksi masuk ITB yang sangat-sangat 
ketat sepanjang sejarah seleksi masuk PTN di Indonesia, bahkan menjadi 
Selektivitas Mahasiswa yang terketat dan terbaik se Asia Pasifik versi AsiaWeek 
(Cesar Bacani, “Time of Ferment”, Hong Kong, June 30, 2000). Ujian seleksi 
masuk ITB yang jujur menjadi suatu lembaga yang tak tersentuhkan, yang 
“sakral”. Plus ratusan ujian otak dan mental yang mengiringinya kemudian 
sepanjang kuliah di ITB merupakan kebanggaan yang tak bisa dipertukarkan dengan 
uang berapa pun nilainya. 
Para alumni S-1 Teknik Elektro ITB yang paling terpukul harga dirinya mungkin 
masih sedikit “terhibur” bahwa MZ, BUKAN alumnus S-1 Teknik  Elektro ITB karena 
dia lulusan S-1 sebuah sekolah tinggi di daerah Bandung Selatan. Tetapi adalah 
fakta dia telah lulus S-2 bahkan S-3 Teknik Elektro ITB yang kini bernama 
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB. Jadi para dosen S-2 dan S-3 
ITB tidak bisa cuci tangan begitu saja terhadap siapa pun dan dari perguruan 
tinggi mana pun mahasiswa S-2 dan S-3 itu berasal. 
Bahwa MZ  melakukan plagiarismenya semasa masih menjadi mahasiswa S-3 STEI ITB 
tetap adalah fakta civitas academica ITB telah dicemari.  Penulis “beruntung” 
yang pertama kali menerima email pribadi MZ  yakni Kamis, 15 April 2010 jam 
19.54 dan belakangan pada jam 20.41 ia juga mengirim ke mailist Ikatan Alumni 
ITB serta terakhir ke detik.com jam 21.54.  MZ telah mengakui sepenuhnya atas 
tindakan plagiarisme atas karya orang lain yakni Siyka Zlatanova berjudul “On 
3D Topological Relationships”, yang  sudah dipublikasikan dalam 11th 
International Workshop on Database and Expert System Applications, IEEE 
terbitan tahun 2000.
Ya, MZ telah mengakui dosanya. Yang terpenting kasus ini hendaknya menjadi yang 
pertama dan terakhir dalam perjalanan ITB. Seperti adagium terkenal Perancis; 
“Noblesse Oblige”, civitas academica ITB jangan hanya menikmati semua kebaikan 
saja, keuntungan saja, bahkan “teraihnya kekuasaan  saja” karena berlindung di 
balik nama besar ITB; tetapi juga harus siap dan berjiwa besar dalam memikul 
tanggungjawab sesulit apa pun terhadap rakyat Indonesia  yang telah 
melahirkannya. Kita harus siap menerima cobaan seberat apa pun.
Civitas academica ITB harus melakukan mawas diri. Kita boleh bersedih atas 
musibah ini tetapi jangan terus-terusan larut pula dalam kesedihan. Dalam forum 
IEEE yang memang sangat prestisius masih banyak alumni muda (asli) S-1Teknik 
Elektro ITB yang menerbitkan karya-karya “Advanced Research” antara lain 
Khoirul Anwar (JAIST,  Japan), Anak Agung Julius (Rensselaer Politechnic 
Institute, USA), Stephen Prajna (California Institute of Technology at 
Pasadena, CA, USA), Hendra Nurdin (ANU at Canberra, Australia), Dina Shona 
Laila (Imperial College London) dan tentu saja dari kalangan dosen muda Teknik 
Elektro ITB seperti Pekik Dahono. 
Para dosen ITB yang sedikitnya 800 bergelar PhD dari berbagai “World Class 
Universities” dari seluruh populasi 1.025 dosen, sejak dini harus memiliki 
mindset dalam menangani mahasiswa adalah sebagai bagian dari proses pendidikan, 
bukan hanya proses pengajaran saja. Memang ada Biaya Uang disini, begitu pula 
Biaya Waktu yang harus dikeluarkan oleh ITB dan para dosennya. Namun bila 
mindset ini diterapkan, saya yakin ITB secara mendasar, berjangka panjang dan 
strategis akan berhasil menaikkan nilai tambah atas masukan mahasiswa S-1 ITB 
yang telah sangat baik ini, menjadi lulusan yang secara akademis cemerlang juga 
memiliki jiwa dan karakter kuat  dalam mengusung panji-panji kebenaran; 
memiliki komitmen dan tanggungjawab tinggi terhadap Bangsa Indonesia; memiliki 
kepekaan tinggi terhadap problema yang dirasakan Rakyat Indonesia yang telah 
melahirkannya. 
Tetapi apakah ITB telah memiliki banyak dosen yang demikian? Profesor Djoko 
Soeharto yang khusus mengundang saya ke kantornya di Majelis Wali Amanah  ITB 
ketika lagi ramai-ramainya proses pemilihan Rektor ITB, terus terang mengakui 
bahwa untuk menerapkan itu: “Kan harus tersedia dosen yang memiliki mindset 
itu”. Jadi kesimpulannya; ITB memang masih harus secara terus menerus 
mengupayakannya. Rektor ITB, Prof.DR. Akhmaloka sendiri kepada detik.com 
mengakui para dosen ITB hendaknya lebih care dalam membimbing para 
mahasiswanya; sehingga tidak akan pernah kejadian mahasiswa S-3 ITB melakukan 
plagiarisme. 
Ya komitmen ini harus terus diupayakan dengan kesabaran tinggi, sehingga 
misalnya tidak akan pernah ada lagi dosen ITB yang tengah “berkuasa”  
petantang-petenteng dengan jabatannya “sangat keras” terhadap kegiatan 
mahasiswa telah ditinju oleh seorang “dosen gaul” ITB yang membela mahasiswa. 
Saya sangat yakin upaya yang lain-lain meskipun penting tetapi hanya bersifat 
teknis. 
 
Link yang bisa diakses: 
http://www.detiknews.com/read/2010/04/15/215436/1339334/10/zuliansyah-akui-berbuat-curang
http://www.detiknews.com/read/2010/04/16/001841/1339353/10/itb-bentuk-tim-untuk-telusuri-disertasi-zuliansya   
 
http://www.detiknews.com/read/2010/04/15/221028/1339340/10/zuliansyah-diblacklist-ieee-tiga-pembimbingnya-tidak
 
http://www.detiknews.com/read/2010/04/15/204042/1339319/10/plagiarisme-dilakukan-zuliansyah-saat-berstatus-mahasiswa-s3
http://ia-itb.blogspot.com
http://cardiyanhis.blogspot.com

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke