Ada yang tahu mengapa acara penutupan Asia Pacific Public Private Partnerships 
kemarin sepi sepi saja? Padahal pembukaanya telah memakan korban rakyat dan 
petugas! 
http://icaexpo.coop

--- On Mon, 4/19/10, Tri Basoeki Soelisvichyanto <[email protected]> wrote:

From: Tri Basoeki Soelisvichyanto <[email protected]>
Subject: [indonesia] Re: PUBLIC AND PRIVATE PARTNERSHIPS dong!
To: [email protected], [email protected]
Cc: [email protected]
Date: Monday, April 19, 2010, 2:15 AM

   Dg maksud baik, harus dihitungjuga Disparitas untuk mencapai angka 
tengah=2500an usd itu antara pengemis di lamer slipi dg penumpang ferari di 
salah satu rumah di PdkIndah?

Berapa beda jumlah populasi ferari dg jumlah pengemis?

Itu juga harus dibuka scr transparan, agar PR kita jelas dikerjakannya, tidak 
hanya mengatur jadual dugem kita diakhir minggu bukan?

Salam sayang,
Tribas
Inpartnership with Telkomsel BlackBerry®From:  CHPStar <[email protected]>
Date: Sun, 18 Apr 2010 23:09:41 -0700 (PDT)To: <[email protected]>Cc: 
<[email protected]>; <[email protected]>Subject: [indonesia] PUBLIC 
AND PRIVATE PARTNERSHIPS dong!
TEMPO Interaktif, Tampaksiring - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa 
mengungkapkan pertumbuhan ekonomi nasional jauh lebih cepat daripada lima tahun 
sebelumnya.Beberapa indikasi pertumbuhan ekonomi itu antara lain ekspor yang 
terus meningkat, penerimaan pajak meningkat pesat serta peningkatan daya beli 
masyarakat. “PDB kita meningkat dua kali lipat,” kata Hatta, dalam rapat kerjad 
bidang ekonomi dan pembangunan di Istana Tampaksiring, Gianyar, Balli, Senin 
(19/4).Menurut Hatta, PDB Indonesia mencapat US$ 2590. Kondisi ini, menurut 
Hatta, membuat Indonesia diperhitungkan dalam ekonomi global. “Kita siap memacu 
pertumbuhan yang lebih tinggi untuk kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Menanggapi pemaparan itu,  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, 
bersyukur karena banyak berita baik karena sudah banyak pencapain dan hasil 
yang bisa dilihat. “ Namun masih banyak pekerjaan rumah karena belum bisa kita 
tingkatkan secara signifikan,” kata Yudhoyono. Menurut Presiden, pertumbuhan 
ekonomi bukanlah tujuan akhir.  “Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat.”

Presiden Yudhoyono juga menyampaikan 10 direktif untuk pembangunan ekonomi 
yakni, ekonomi harus lebih tinggi, pengangguran harus menurun dengan 
menciptakan lapangan kerja, kemiskinan menurun, pendapatan per kapita 
meningkat, stabilitas ekonomi tercapai, pembangunan dalam negeri harus makin 
kuat, ketahanan pangan dan air tercapai, ketahanan energi dapat
 ditingkatkan, daya saing dapat meningkat dan penguatan green economy (ekonomi 
ramah lingkungan).

Menurut Yudhono, tantangan yang akan dihadapi dalam pembangunan ekonomi 
nasional adalah stabilitas politik, kepastian hukum, keamanan dan ketertiban 
publik, kebijakan dan peraturan yang tepat dan keperluan insfrastruktur. “Jika 
kita bisa atasi hambatan birokrasi dan investasi, tentu target kita akan bisa 
kita capai lima tahun mendatang,” kata Yudhoyono.

Indonesia, kata Presiden, memiliki peluang yang besar dan terbuka untuk 
meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Di kala dunia mengalami krisis, Indonesia 
tetap stabil,” ujarnya.
http://icaexpo.coop






      

Kirim email ke