Nasional = BUMN - Koperasi - SwastaPosted by Redaksi on April 19, 2010 · Leave 
a Comment Tampak Siring ( Berita ) :  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
menekankan 10 arahan untuk mendorong pembangunan ekonomi nasional hingga lima 
tahun mendatang, sehingga Indonesia dapat menjadi salah satu negara yang 
memiliki fondasi ekonomi yang kuat.“Lima tahun ke depan harus lebih baik dengan 
tema besar pertumbuhan tinggi dengan pemerataan. Itu bisa dicapai bila ekonomi 
di atas empat persen dengan ’size majority’ yang tinggi,” kata Presiden saat 
membuka rapat kerja nasional di Istana Tampak Siring, Bali, Senin [19/04] 
siang.Bila ekonomi bisa tumbuh di atas empat persen, kata Presiden, bisa 
dikatakan pertumbuhan tinggi, tapi itu bukan tujuan akhir. “Karena itu, 
pertumbuhan tinggi dengan pemerataan yang baik,” kata Presiden.Sepuluh arahan 
Kepala Negara tersebut, selanjutnya dibahas oleh peserta rapat kerja yang 
terbagi ke dalam tiga kelompok kerja yang
 masing-masing membahas mengenai pembangunan ekonomi, program pembangunan 
berkeadilan dan program prorakyat.“Permasalah internal seperti ekonomi biaya 
tinggi, hambatan birokrasi bila bisa di atasi maka capaian akan lebih baik 
lagi, peluang yang ada jangan disia-siakan,” katanya.Presiden kemudian 
menyampaikan sepuluh hal yang harus diperhatikan, yaitu pertumbuhan ekonomi, 
penurunan pengangguran dengan meningkatkan lapangan kerja, penurunan angka 
kemiskinan, peningkatan pendapatan perkapita hingga 4.500 dolar AS perorang 
pada 2014 dan terjaganya stabilitas ekonomi.Kepala Negara juga mengingatkan 
pentingnya pembiayaan dalam negeri yang semakin kuat, ketahanan pangan dan air 
yang semakin meningkat, ketahanan energi, daya saing ekonomi nasional dan 
memperkuat upaya pembangunan dengan pendekatan “green economy”.“Sepuluh hal itu 
silahkan didiskusikan, rumuskan arah kebijakan dan startegi. Saya ingin ada 
satu hasil, yaitu strategi Tampak Siring,
 sebagian dari itu kita tuangkan dalam Inpres, itu hasil yang ingin kita 
capai,” kata Presiden.Presiden Yudhoyono membuka rapat kerja nasional pukul 
09:00 WITA didampingi Wakil Presiden Boediono. Rapat kerja berlangsung hingga 
Rabu (21/4) dan diharapkan menghasilkan strategi Tampak Siring yang akan 
diadopsi menjadi instruksi presiden.Empat hal yang dibahas dalam rapat 
tersebut, yaitu upaya untuk meningkatkan serta mempercepat pembanguanan ekonomi 
lima tahun mendatang, evaluasi komprehensif dan menyempurnakan program pro 
rakyat, menyempurnakan program keadilan bagi semua dan rencana pencapaian 
target millenium development goals.Usai dua rapat pleno masing-masing pleno 
pembangunan ekonomi dan kesra, maka peserta rapat dibagi ke dalam tiga kelompok 
kerja dan akan membahas materi yang telah digariskan. Kelompok-kelompok kerja 
itu kemudian masing-masing menempati sejumlah paviliun yang ada di Istana 
Tampak Siring, antara lain, Bima dan Yudhistira.Penting
 Stabilitas Politik Dan KetertibanPresiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan 
pentingnya stabilitas politik dan ketertiban dalam negeri untuk mendorong 
pencapaian pembangunan ekonomi hingga lima tahun mendatang.Hal tersebut 
disampaikan Presiden saat membuka rapat kerja nasional di Istana Tampak Siring, 
Bali Senin, yang diikuti oleh seluruh menteri kabinet, para gubernur, para 
ketua DPRD, pimpinan BUMN dan lembaga pemerintah. “Tidak pernah ada negara yang 
berhasil dalam pembangunannya bila tidak memiliki stabilitas politik,” kata 
Presiden.Selain stabilitas politik, Kepala Negara juga menekankan ketertiban 
dan keamanan turut mempengaruhi proses pembangunan ekonomi.“Dengan itu semua, 
saya ingin sampaikan bahwa Indonesia miliki peluang yang besar dan terbuka 
untuk lima tahun mendatang,” tegasnya.Presiden Yudhoyono menambahkan beberapa 
hal lain yang penting adalah ada kepastian hukum,kemudahan berusaha dan ekonomi 
yang efesien, pengembangan kebijakan
 dan peraturan yang tepat dan menjamin keperluan infrastruktur. “Bila kejadian 
seperti di Tanjung Priok berlangsung di berbagai tempat, para investor bisa 
merasa gamang,” kata Kepala Negara.Menanggapi paparan Menko Perekonomian Hatta 
Rajasa tentang perkembangan pembangunan ekonomi nasional sejak 1999 hingga 
2009, Presiden mengatakan sejumlah angka menunjukkan adanya perbaikan dan 
peningkatan sebagai hasil dari kerja semua pihak namun demikian Kepala Negara 
meminta semua pihak tidak berpuas diri.“Bila kita dengarkan presentasi tadi 
banyak berita baik dan peningkatan namun secara jujur kita akui masih banyak 
permasalahan, ada juga kabar buruknya belum bisa kita tingkat secara 
signifikan. kita harus objektif lihat itu semua,” katanya.Presiden percaya, 
peluang perekonomian Indonesia lima tahun mendatang dapat lebih baik dari 
pencapaian saat ini mengingat kawasan Asia Timur diprediksi memiliki kapasitas 
pembangunan ekonomi yang kuat.Presiden
 didampingi Wakil Presiden Boediono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko 
Polhukam Widodo AS, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi SIlalahi, membuka 
rapat kerja tersebut.Suasana Istana Tampak Siring yang biasanya sepi, dalam 
tiga hari mendatang dipastikan semarak dengan kehadiran para peserta rapat. 
Sejumlah ruangan dan paviliun di Istana yang dibangun sejak masa Presiden 
Soekarno tersebut disiapkan untuk kegiatan diskusi kelompok.Sejumlah tenda 
didirikan di sekitar lingkungan Istana termasuk tenda untuk keperluan para 
wartawan yang meliput kegiatan tersebut.Sementara paviliun Nakula, Sadewa dan 
Yudhistira disiapkan untuk keperluan penyelenggaraan rapat tersebut.Sempurnakan 
Program KesraPemerintah akan terus menyempurnakan program sosial dan 
kesejahteraan masyarakat agar lima tahun mendatang tidak ada lagi ketimpangan 
sosial, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.“Dengan begitu Indonesia mampu 
memenuhi target millenium development goals yang
 telah disepakati bersama,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rapat 
kerja nasional di Istana Tampak Siring, Bali, Senin..Menurut dia, tujuan rapat 
itu adalah untuk menyempurnakan dan memperbaiki dan memastikan program yang 
dirancang telah tepat.“Jangan lihat rakyat dari segi jumlah, atau ‘income’ per 
kapita atau dari pengurangan pengangguran. Tapi bila kita potret lebih tajam 
dan mendalam ternyata ada kelompok yang semacam itu,” kata Presiden dihadapan 
seluruh menteri kabinet, para gubernur, para ketua DPRD, pimpinan BUMN dan 
lembaga pemerintah.Dalam salah satu sesi di rapat kerja pleno membahas 
kesejahteraan rakyat dan program pro rakyat, Menko Kesra Agung Laksono 
menyampaikan paparan mengenai program sosial dan kesra yang saat ini tengah 
dilakukan oleh pemerintah.“Kondisi saat ini angka kemiskinan mencapai 14,1 
persen, pengangguran 7,9 persen. Namun sebaran penduduk miskin tidak merata, 
sebagai contoh di pulau Jawa mencapai 57,8
 persen dan di Papua 4,2 persen,” kata Agung Laksono.Agung menjelaskan dalam 
rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) 2010-2014 maka pembangunan nasional 
harus dilaksanakan di seluruh Indonesia secara adil dan merata.“Juga harus 
dilakukan upaya untuk menghilangkan kesenjangan di berbagai wilayah, 
pembangunan harus bersifat inklusif dan memperluas kesempatan kerja sehingga 
bisa mengurangi kemiskinan,” kata Agung.Ia menambahkan pembangunan berkeadilan 
mencakup program prorakyat, program penanganan kelompok marginal, program 
pencapaian tujuan MDG’s dan program pembangunan karakter bangsa.Terkait 
pembangunan sosial yang berkeadilan bagi kelompok marginal, Menko Kesra 
mengatakan terdapat 22 kelompok masyarakat yang mendapat prioritas untuk segera 
mendapat penanganan.KBPresiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan pentingya 
melanjutkan dan mengembangkan gerakan Keluarga Berencana yang bukan hanya 
sekedar upaya untuk mengendalikan jumlah penduduk
 namun juga memastikan terciptanya keluarga dan pendidikan bagi anak yang 
berkualitas.Hal tersebut disampaikan oleh Presiden dalam rapat kerja nasional 
di Istana Tampak Siring, Bali, Senin siang saat membahas pembangunan sosial 
secara adil dan juga pencapaian target tujuan pembangunan millenium.“Sisi 
pencegahan, juga sangat penting, pendidikan kita harus sampai ke rumah tangga, 
bukan hanya di pusat pendidikan semata, pastikan keluarga dapatkan materi 
pendidikan agar mengubah gaya hidup dan nilai di keluarga seperti itu, juga 
perlu menyukseskan keluarga berencana,” kata Presiden.Kepala Negara mengatakan 
cukup banyak persoalan yang terjadi dan muncul dari kalangan masyarakat karena 
ada pra kondisi yang terjadi yaitu kemiskinan, keterbelakangan di beberapa 
kantong, lingkungan yang jauh dari sehat. Maka yang harus digarap adalah sisi 
hulu.“Program keluarga berencana tidak semata hanya pengendalian kelahiran tapi 
satu totalitas kehidupan keluarga yang
 baik yang tidak produksi anak terlantar dan kejahatan narkotika dan anak yang 
melanggar hukum, seraya tingkatkan penghasilan rumah tangga dan miliki cara 
pandang, pengetahuan dan gaya hidup yang benar,” tegasnya.Sementara itu dari 
hilir, kata Presiden, harus dilakukan langkah efektif, evaluasi program pro 
rakyat dan penganggaran yang dikelola negara.“Anggaran yang dikeluarkan harus 
pas, diperlukan alokasi dan distribusi anggaran yang tepat sasaran, tujuan dan 
manfaat. Pembangunan ekonomi sampai ke desa untuk memperbaiki kondisi awal 
masyarakat kita, program charity (amal) semua upaya untuk tangani langsung di 
hilir kita perlukan,” kata Presiden.Dalam salah satu sesi di rapat kerja, pleno 
membahas kesejahteraan rakyat dan program pro rakyat, Menko Kesra Agung Laksono 
menyampaikan paparan mengenai program sosial dan kesra yang saat ini tengah 
dilakukan oleh pemerintah.“Kondisi saat ini angka kemiskinan mencapai 14,1 
persen, pengangguran 7,9
 persen. Namun sebaran penduduk miskin tidak merata, sebagai contoh di pulau 
Jawa mencapai 57,8 persen dan di Papua 4,2 persen,” kata Agung Laksono.Agung 
menjelaskan dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) 2010-2014 maka 
pembangunan nasional harus dilaksanakan di seluruh Indonesia secara adil dan 
merata.“Juga harus dilakukan upaya untuk menghilangkan kesenjangan di berbagai 
wilayah, pembangunan harus bersifat inklusif dan memperluas kesempatan kerja 
sehingga bisa mengurangi kemiskinan,” kata Agung.Ia menambahkan pembangunan 
berkeadilan cakup program pro rakyat, program penanganan kelompok marginal, 
program pencapaian tujuan pembangunan millenium dan program pembangunan 
karakter bangsa.Terkait pembangunan sosial yang berkeadilan bagi kelompok 
marginal, Menko Kesra mengatakan terdapat 22 kelompok masyarakat yang mendapat 
prioritas untuk segera mendapat penanganan.Kelompok masyarakat itu untuk 
penanganannya dibagi ke dalam tiga skala
 prioritas masing-masing untuk prioritas pertama anak terlantar, anak balita 
terlantar, anak jalanan, anak bermasalah hukum, anak cacat, lansia, mereka yang 
menyalahgunakan Napza, komunitas adat terpencil dan kelompok pekerja 
migran.Untuk prioritas kedua terdiri atas pengemis, gelandangan, korban 
kekerasan, eks narapidana, keluarga bermasalah sosial dan tuna susila.Sementara 
prioritas ketiga adalah warga miskin, wanita rawan ekonomi, korban bencana 
alam, korban bencana sosial, keluarga dengan tempat tinggal tidak layak, 
pengidap HIV/AIDS dan keluarga rentan. (ant )
http://icaexpo.coop


      

Kirim email ke