BALI. Kalangan perbankan meminta pemerintah daerah (pemda) juga terlibat aktif 
dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bentuknya, pemda mesti memetakan dan 
mendata usaha-usaha mikro atau nonmikro apa saja yang menjadi unggulan di 
daerahnya sehingga layak memperoleh KUR.

Setelah itu, pemda menyampaikannya kepada pihak bank. “Di mana lokasinya, 
sektor apa, dan polanya bagaimana, pendapatannya naik atau tidak, baru kita 
masuk. Jadi ada konsern juga dari pemda setempat,” ujar Direktur utama (Dirut) 
BNI Gatot Suwondo di Istana Tampak Siring, Bali, Selasa (20/4).

Gatot adalah salah satu pimpinan bank BUMN yang diminta Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono untuk ikut dalam rapat kelompok kerja II yang membidani evaluasi 
program-program pro rakyat pada Selasa pagi (20/4). Selain Gatot, dua Dirut 
bank Mandiri, Agus Martowardojo dan Dirut BRI, Sofyan Baasyir juga hadir dalam 
rapat kerja tersebut. Padahal, saat itu ketiganya tengah mengikuti rapat 
kelompok kerja I yang membidani ekonomi dan dunia usaha.

Gatot menambahkan, pemda juga mesti menggelar pembinaan agar pelaku usaha yang 
ingin mengajukan KUR tergabung dalam suatu kelompok tertentu. Kalau perlu, kata 
Gatot, pembinaan itu diarahkan untuk membentuk koperasi. “Bisa enggak dibuat 
kelompok, lalu dibantu dibangun menjadi koperasi, lalu kita masuk. Jadi enggak 
usah ribut masalah bunga,” katanya.

Bukan itu saja, dalam rapat dengan kelompok kerja II, juga disampaikan agar 
pemda membuat tata ruang yang jelas sesuai dengan potensi ekonomi daerahnya. 
“Jangan semua misalnya dipacu untuk pertanian, nanti begitu panen oversupply, 
harganya jatuh,” tukasnya.Yang jelas, Gatot mengaku dirinya sampai merekrut 
Chief Economist wilayah untuk mengetahui potensi usaha-usaha mikro serta 
industri di seluruh daerah.




http://icaexpo.coop


      

Kirim email ke