"Mencuri" yang halal sebenarnya adalah "mencuri" ilmu yang bermanfaat. Sayang 
sekali, kadang-kadang di everyday business bisa terbentur masalah patent dan 
copyright. "Kapitalisme ide" telah menggantikan "kapitalisme tanah".

Tapi ya ... tentu saja mengakui ide orang sebagai ide sendiri tetap saja 
plagiat. :>

Salam,
CA



Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Thu, 22 Apr 2010 15:23:06 
To: <[email protected]>
Subject: [indonesia] Re: Kasus Plagiarisme: Mundur dari ITB, Zuliansyah Janji 
Tak Jadi Akademisi Lagi

Mencuri idea dari satu atau dua orang mereka namakan plagiat, mencuri idea dari 
banyak orang dinamakan riset..he..he...

Salam,

-Irsal
------Original Message------
From: [email protected]
Sender: [email protected]
ReplyTo: [email protected]
Subject: [indonesia] Kasus Plagiarisme: Mundur dari ITB, Zuliansyah Janji Tak 
Jadi Akademisi Lagi
Sent: Apr 15, 2010 9:39 AM

Zuliansyah sudah mundur November 2009. Tetap menjadi pertanyaan, tiga 
pembimbingnya mengapa tidak tahu? Sibuk dengan hal lain yang lebih penting? 
Ataukah rasio antara jumlah mahasiswa terbimbing dengan pembimbing memang 
sangat besar? 

The damage has been done, let us call for papers.. upss.. recovery..

Salam,
CA

Source: 
http://m.detik.com/read/2010/04/15/223556/1339345/10/mundur-dari-itb,-zuliansyah-janji-tak-jadi-akademisi-lagi

--begins--
Kasus Plagiarisme

Mundur dari ITB, Zuliansyah Janji Tak Jadi Akademisi Lagi

Tya Eka Yulianti : detikNews

detikcom - Bandung, Ketika plagiarisme yang dilakukannya belum tercium, 
Mochammad Zuliansyah sempat menjadi dosen di ITB. Namun kemudian ia 
mengundurkan diri dan berjanji tidak akan berkecimpung lagi di bidang akademik.

"Ketika kita konfirmasi, yang bersangkutan sudah tamat dan menjadi Dosen ITB, 
statusnya saat itu sudah CPNS," jelas Rektor ITB Prof Dr Akhmaloka kepada 
detikcom saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari 
No.64, Bandung, Kamis (15/4/2010).

ITB kemudian memberikan 2 pilihan kepada Zuliansyah yaitu apakah dipecat atau 
mengundurkan diri. Zuliansyah pun akhirnya memilih mengundurkan diri sekitar 
November 2009. "Saya tidak tahu kapan persisnya, karena saat itu belum menjabat 
sebagai rektor," tutur Akhmaloka.

Lebih lanjut Akhmaloka menyampaikan, Zuliansyah mengakui seluruh kesalahan ada 
pada dirinya, dan tiga pembimbingnya tidak mengetahui perbuatannya. "Ia 
menyatakan mundur dan tidak akan lagi berkecimpung di bidang akademik," 
imbuhnya.

Kasus plagiarisme ini diawali keikutsertaan Zuliansyah di Proceedings of the 
2008 IEEE Conference on Cybernetics and Intelligent Systems tahun 2008 di Cina. 
Makalahnya yang berjudul "Topological Relations for 3D Spatial Analysis" dan 
diterbitkan IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) itu, 
ternyata hasil jiplakan karya Siyka Zlatanova dalam "11th International 
Workshop on Database and Expert System Applications, DEXA 2000" yang berjudul 
"On 3D Topological Relationship".

Akhmaloka menyatakan, IEEE menginformasikan kejadian ini pada akhir 2009. 
Sementara Zuliansyah mundur pada November 2009. Tiga pembimbing Zuliansyah 
yakni Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat, M.Eng dan DR. Ir. Yoga Priyana 
serta DR. Ir. Carmadi Machbub dinyatakan tidak bersalah.
--ends--
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® 
smartphone??fڕ?]jVƑ??i׫?)ޮ?z֩ѩ?j'Z?)f??^?z%??z?Zѫ"?Ʋjxjyڝ???K?Țթ?zh?y֡j?jwn?&?jvĆ*ڴ?ߢק??hզǚ)bЉݢw̉????޶׫??i??nnwѵ׭???z?ߊW??hŊ?b??'zȚ?w?

The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination.
#Albert 
Einstein���fڕ�]jV����i���)ޮ�z�����j'Z�)f��^�z%��z�Z��"�Ʋjxjy��������K�Ț���zh�y��j�jwn�&�jv��*ڴ�ߢ����h����)b��ݢw������޶׫��i��nnw�������z�ߊW��h���b��'zȚ�w��

Kirim email ke