Dari milis sebelah utk Ref Bp Soemitro yan concern dengan masalah COW BOY
SIN PARADISE...

---------- Forwarded message ----------
From: rifky pradana <[email protected]>
Date: 2010/4/28
Subject: [ekonomi-nasional] Wisata Gigolo Bali
To: [email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected],
[email protected], [email protected]




Masih ingat saat gegeran adu argumen soal UU (Undang-Undang) Anti Pornografi
?.

Saat itu, ditengah geger lantaran polemik tentang urgensinya UU itu, wilayah
propinsi Bali pun ikut geger dan gonjang-ganjing.

Bahkan saat itu ada sekelompok masyarakat Bali yang mengatasnamakan seluruh
rakyat propinsi Bali yang sampai melontarkan ancaman bahwa propinsi Bali
akan memisahkan diri dari NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) jika UU
tersebut disahkan dan diberlakukan.

Saat ini, ditengah serunya polemik tentang keputusan MK (Mahkamah
Konstitusi) yang menolak gugatan uji materi atas UU tersebut, wilayah Bali
kembali geger dan gonjang-ganjing lagi.

Namun, kembali geger dan gonjang-ganjingnya Bali kali ini bukan lagi
lantaran UU Nomor 44 Tahun 2008 tersebut.

Geger dan gonjang-ganjingnya Bali kali ini lantaran sebuah film dokumenter
berdurasi lebih dari 10 menit hasil garapannya Amit Virmani, seorang
sutradara kelahiran India yang saat ini berdomisili di Singapura.

Film dokumenter yang berjudul ‘Cowboys in Paradise’ ini mengisahkan sepak
terjang dan kehidupannya para gigolo yang beroperasi di Pantai Kuta Bali.
Mereka para gigolo itu memberikan jasa kepada para turis perempuan untuk
menjadi teman ngobrolnya hingga menjadi teman pemberi kepuasan seks.

Film Cowboys in Paradise walau belum dirilis, namun sudah sukses meraih
sejumlah penghargaan dalam Korean International Documentary Festival.

Trailer atau cuplikan film ini sudah beredar meluas di internet, baik di
situs resminya Cowboysinparadise.comatau di facebook Cowboys in Paradise
atau di situs-situs lainnya termasuk di situs Youtube Cowboys in Paradise
Trailer.

Tentu saja, banyak pihak yang kemudian membantah dengan keras akan kebenaran
fenomena yang diangkat dalam film dokumenter itu.

Film dokumenter ‘Cowboys in Paradise’ yang mengangkat fenomena para gigolo
Kuta Bali yang menjadi salah satu daya tarik pariwisata Bali ini oleh
beberapa pihak telah dianggap merusak citra pariwisata pulau dewata itu.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika merasa prihatin terhadap munculnya film
dokumenter yang mengisahkan sisi negatif dari pulau dewata.

“Kita akan mengambil tindakan agar citra Bali sebagai pulau spiritual tidak
ternoda”, kata Made Mangku Pastika.

Gubernur juga mempermasalahkan perihal izin shooting film ini. “Gak ada
izin, itu jelas melanggar. Kita akan telusuri apakah film itu resmi atau
nyuri-nyuri”, kata Made Mangku Pastika.

Polda Bali pun tak tinggal diam, jajaran mereka juga mulai bergerak.
“Berkaitan dengan video yang beredar saat ini, kami sedang mengumpulkan
materi isi video tersebut. Kami akan mengumpulkan barang bukti, saksi-saksi,
termasuk pembuat film. Kami sedang mempelajari proses pembuatan video
tersebut. Hasil sementara (pembuatan film itu) tidak ada izinnya”, kata
Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Gede Sugianyar Dwi Putra.

Disamping itu, pihak Polri juga menggandeng pihak-pihak lain. “Untuk
mengantisipasi adanya sinyalemen seperti apa yang digambarkan film itu,
pihak kepolisian akan melakukan kegiatan yang sifatnya preventif dengan
melibatkan Satpol PP dan satgas pantai yang diberi kewenangan untuk
mengelola pantai tersebut”, kata Gede Sugianyar Dwi Putra

Dan menurut berita di Kompas.Com, bahkan Satgas Kuta juga telah melakukan
razia di sepanjang Pantai Kuta, dengan hasil 28 orang yang dicurigai sebagai
gigolo dan WTS (Wanita Tuna Susila) berhasil dijaring.

“Razia ini terkait pemutaran film Cowboys in Paradise yang diprotes
masyarakat Kuta karena dianggap melecehkan” , kata Kepala Satgas Pantai
Kuta, I Gusti Ngurah Tresna.

Di sisi lain, film ini menurut Amit Wirmani sebagai sutradaranya, ilhamnya
bermula dari keterkejutan dirinya saat bertemu dengan bocah lelaki Bali
berusia 12 tahun yang sedang belajar bahasa Jepang lantaran cita-citanya
ingin menjadi gigolo.

“Kalau saya sudah besar nanti, saya mau memberi layanan seks untuk gadis
Jepang”, kata bocah usia 12 tahun itu.

Berdasarkan itu, maka Amit pun kemudian di tahun 2007 melakukan riset di
Bali dengan melakukan sejumlah wawancara kepada kepada para turis asing
sebagai pengguna jasa para gigolo itu, maupun juga kepada para gigolonya
yang ia sebut dengan sebutan ‘Kuta Cowboys’.

Setahun setelah itu, ia kembali melakukan proses yang sama. Kali ini ia
melakukannya secara lebih serius dan lebih mendetail lagi.

Akhirnya film ini yang secara keseluruhan membutuhkan waktu penggarapan
selama dua tahun itu berhasil dselesaikannya.

Amit juga mengaku terkejut dengan kenyataan fenomena Kuta Cowboys di Bali
itu. Menurutnya itu prostitusi semata, yang dipicu kemiskinan.

“Wisata seks untuk perempuan sangat umum di negara miskin dan pantai-pantai
populer terutama di Asia Tenggara”, kata Amit.

Terlepas dari bantahan beserta polemik yang menjadi ekor dari kemunculan
film dokumenter berjudul ‘Cowboys in Paradise’ yang mengangkat fenomena
‘Kuta Cowboys’ ini.

Perlulah kita bersama merenungkan sejenak bahwa dalam beberapa hal apa yang
disampaikan oleh Amit Wirmani itu ada sisi kebenarannya. Paling tidak di
soal seputar prostitusi yang ada korelasinya dengan kemiskinan.

Saat kemiskinan melilit kehidupan dan prostitusi dianggap bukan sebagai
sebuah kejahatan dan juga bukan sesuatu hal yang melanggar etika dan norma
moral maupun hukum agama, maka jangan salahkan jika mereka pun kemudian
menjadikan prostitusi sebagai jalan keluar dari kemiskinan yang melilitnya.

Jangan salahkan pula si bocah umur 12 yang ditemui Amit itu jika ia kemudian
menjadi bercita-cita ingin menjadi seperti para pendahulunya. Dimana menurut
persepsinya, para pendaulunya itu telah berhasil melakukan transformasi
vertikal dalam kehidupan sosial ekonominya berkat prostitusi.

Akhirulkalam, tak ada salahnya memang jika kita kemudian berusaha melakukan
berbagai upaya untuk meminimalisasikan efek dan dampak negatif dari
kemunculan film dikumenter ini terhadap citra pariwisata Bali khususnya dan
Indonesia pada umumnya.

Namun, disamping itu perlulah juga kita mulai menelisik. Jangan-jangan dunia
pariswisata di Indonesia memang sudah mulai berubah corak menjadi sangat
kapitalistik, sehingga berkahnya tak lagi menetes kepada mereka-mereka yang
jelata dan termarjinalkan.

Suatu keadaan dimana kapital sudah mendominasi industri pariwasata, maka
berkah dari industri pariwisata hanya tinggal menyisakan remah-remah peluang
di bidang prostitusi saja bagi mereka.

Semoga tidak begitu kenyataan yang terjadi di dunia pariwisata Indonesia.

Wallahulambishshawab.

*
Catatan Kaki :
* Artikel menarik lainnya yang berjudul “Sepakbola Terlarang” dapat dibaca
dengan klik di sini , dan yang berjudul “Konspirasi PSK” dapat dibaca dengan
klik di sini , serta yang berjudul “Anjing Peliharaan” dapat dibaca dengan
klik di sini , dan yang berjudul “Ziarah Makam Nabi SAW” dapat dibaca dengan
klik di sini .
*
Industri Wisata Gigolo Kuta Bali
http://ekonomi.kompasiana.com/2010/04/28/industri-pariwisata-gigolo-kuta-bali/
*

[Non-text portions of this message have been removed]

 __._,_.___
  Reply to sender <[email protected]?subject=wisata+gigolo+bali> | Reply
to group <[email protected]?subject=wisata+gigolo+bali> | Reply
via web 
post<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/post;_ylc=X3oDMTJyamJtYnJyBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRtc2dJZAMxNDY4NwRzZWMDZnRyBHNsawNycGx5BHN0aW1lAzEyNzI0MDkxMzE-?act=reply&messageNum=14687>|
Start
a New 
Topic<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/post;_ylc=X3oDMTJmMjlzbWMxBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzEyNzI0MDkxMzE->
Messages in this
topic<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/message/14687;_ylc=X3oDMTM3NjFza2FiBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRtc2dJZAMxNDY4NwRzZWMDZnRyBHNsawN2dHBjBHN0aW1lAzEyNzI0MDkxMzEEdHBjSWQDMTQ2ODc->(
1)
 Recent Activity:

   - New 
Members<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/members;_ylc=X3oDMTJnMHRvYW5sBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDdnRsBHNsawN2bWJycwRzdGltZQMxMjcyNDA5MTMx?o=6>
   3

 Visit Your 
Group<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional;_ylc=X3oDMTJmMDZtNjY0BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDdnRsBHNsawN2Z2hwBHN0aW1lAzEyNzI0MDkxMzE->
 Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional?
Kirim email ke [email protected]
http://capresindonesia.wordpress.com
http://infoindonesia.wordpress.com
 MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get
the Yahoo! Toolbar
now.<http://us.ard.yahoo.com/SIG=15oo8nvm3/M=493064.13983314.13965207.13298430/D=groups/S=1705043695:MKP1/Y=YAHOO/EXP=1272416332/L=7304b39c-5250-11df-bda8-fbfeea2045e0/B=jrlyHkwNBlU-/J=1272409132398465/K=VP0HE11.HyfOQvV5HdV75w/A=6060255/R=0/SIG=1194m4keh/*http://us.toolbar.yahoo.com/?.cpdl=grpj>
  ------------------------------

Welcome to Mom Connection! Share stories, news and more with moms like
you.<http://us.ard.yahoo.com/SIG=15ofk2nr0/M=493064.13814537.13965224.10835568/D=groups/S=1705043695:MKP1/Y=YAHOO/EXP=1272416332/L=7304b39c-5250-11df-bda8-fbfeea2045e0/B=j7lyHkwNBlU-/J=1272409132398465/K=VP0HE11.HyfOQvV5HdV75w/A=6042764/R=0/SIG=11jbo19n3/*http://advision.webevents.yahoo.com/momconnection>
 ------------------------------

Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new
interests.<http://us.ard.yahoo.com/SIG=15okde6v4/M=493064.14012770.13963757.13298430/D=groups/S=1705043695:MKP1/Y=YAHOO/EXP=1272416332/L=7304b39c-5250-11df-bda8-fbfeea2045e0/B=kLlyHkwNBlU-/J=1272409132398465/K=VP0HE11.HyfOQvV5HdV75w/A=6015306/R=0/SIG=11vlkvigg/*http://advision.webevents.yahoo.com/hobbiesandactivitieszone/>
  [image: Yahoo!
Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJlczdzbzZqBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzEwMDM4MTM2BGdycHNwSWQDMTcwNTA0MzY5NQRzZWMDZnRyBHNsawNnZnAEc3RpbWUDMTI3MjQwOTEzMQ-->
Switch to: 
Text-Only<[email protected]?subject=change+delivery+format:+Traditional>,
Daily 
Digest<[email protected]?subject=email+delivery:+Digest>•
Unsubscribe<[email protected]?subject=unsubscribe>•
Terms
of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/>
   .

__,_._,___

Kirim email ke