Wah... Ternyata TKI benar-benar bisa jadi doktor to...?! Ide tukang sayur atau kaki-lima jadi doktor masih nyambung dong...
Kalau nga salah, ada keluarga bu Betti yang jadi doktor, tadinya juga TKI... Nga perlu jauh-jauh jadi TKI di Hongkong, TKI di Indonesia juga bisa jadi doktor... Salam Z 2010/5/2 S Roestam <[email protected]> > Ibu Betti dan Kawan2 Yth, > > Terimalkasih atas info success stories para mantan TKI yang berhasil > dalam meraih gelar S1 dan S2 Perguruan Tinggi dan sekarang menjadi > orang-orang yg terpandang. > > Semoga ada yg mau menyebar-luaskan success stories ini ke para TKI > atau calon TKI, serta dapat didukung oleh organisasi Pengirim TKI > (PPJTKI) untuk mejadikan mereka anggota masyarakat yang terhormat > berkat kegigihan mereka dalam meniti bahtera hidup, memberikan mereka > semangat hidup, sehingga makin banyak pemuda-pemudi Indonesia yg dapat > hidup sejahtera sesuai cita-cita kemerdekaan Indonesia... > > Wassalam, > S Roestam > http://wartaduniamaya.blogspot.com > ------------------------------------ > > > ----Original Message---- > From: [email protected] > Date: 02/05/2010 8:26 > To: "QB-Milis QBHeadlines.com"<[email protected]> > Subj: [QBmember] TKI Berprestasi > > Banyak sekali cerita buruk tentang TKI yang diliput media. Ada yang > diperkosa, disiksa majikan sampai meninggal. Hari ini, koran tempo > memuat sisi lain dari TKI, yang mirip dengan cerita yang sering saya > dengar dari teman-teman perempuan saya di IBM di berbagai negara. > Teman-teman saya itu selalu mencari penata rumah tangga perempuan > dari > Indonesia, katanya mereka jujur dan setia. Kepada para TKI ini di > berikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, melalui universitas > terbuka. > > Hari ini di tempo diceritakan beberapa profil TKI yang berangkat ke > Hongkong berbekal ijasah SMP. Di sana mereka menggunakan hari libur > Sabtu dan Minggu untuk menyelesaikan SMA nya di GITC, lembaga > pendidikan kesetaraan dan kursus berijasah negeri. Setelah lulus SMA > mereka pun meneruskan ke perguruan tinggi melalui universitas terbuka. > > Ada lagi cerita tentang Nuryati Solapari. Lulus SMA dia menjadi TKI > di > Arab Saudi selama 2 tahun 8 bulan. Setelah itu dia kembali ke tanah > air dan kuliah di bidang hukum berbekal uang yang didapatnya selama > menjadi TKI. Kini dia sudah menyabet gelar master dari universitaas > Jayabaya dan meraih sertifikat advocat. Ia kini menjadi dosen dan > sedang mempersiapkan diri untuk menempuh program doktoralnya di > universitas Padjajaran. > > Ada lagi cerita tentang Ani Ema Susanti yang menjadi TKI di Hongkong > selama 2 tahun selepas SMA. Gajinya yang Rp. 4 juta sebulan > digunakannya untuk melunasi hutang-hutang bapaknya dan modal bagi > ibunya untuk membuka warung. Kembali ke tanah air dia kuliah > psikologi. Saat duduk disemester VII, naskahnya berjudul "Helper > Hongkong Ngampus" terpilih sebagi finalis film dokumenter eagle > award > metro TV. Karenanya iapun perhak ikut pelatihan pembuatan film > dokumenter. Berbekal ketrampilan itu ia membuat film kedua berjudul > pertaruhan yang dirilis tahun 2008. Film itu masih bercerita soal > tenaga kerja di Hongkong. Dalam membuat film itu dia mendapat > bimbingan dari sutradara perempuan beken Nia Dinata. Film itu > mendapat > penghargaan di festival film Berlin 2009. Kini Ani bekerja di > Mizan, > khusus menangani divisi televisi dan film. > > Perjuangan mereka ini memberikan inspirasi bahwa ada jalan bagi > mereka > yang tidak mampu secara ekonomi untuk berprestasi cemerlang. > > Salam hangat penuh semangat > Betti Alisjahbana > http://QBheadlines.com/ > http://QBleadershipCenter/ > > > > > _______________________________________________ > Untuk unsubscribe : kirim email kosong ke qbmember-requ...@qbheadlines. > com dengan subject "unsubscribe" > > > > > -- > Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta > kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan > akhirat. > > Info pengelolaan milis Indonesia next better : > http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt >
