Logika:
Miring 7 derajat => rakyat keluar Rp. 1,8 T
Miring 90 derajat => rakyat keluar Rp. 23 T
Miring 180 derajat => rakyat surplus karena para pemboros anggaran pada 
kebenem..

Salam,
CA

Source: 
http://m.detik.com/read/2010/05/02/201446/1349680/10/agung-laksono-baru-tahu-gedung-dpr-miring-7-derajat

--begins--
Gedung Baru DPR Rp 1,8 T

Agung Laksono Baru Tahu Gedung DPR Miring 7 Derajat 

Muhammad Nur Hayid : detikNews

detikcom - Jakarta, Mantan Ketua DPR Agung Laksono mengaku baru tahu soal 
gedung wakil rakyat, tempat ia berkantor dulu, miring 7 derajat. Memang setelah 
terjadi gempa di Jakarta beberapa waktu lalu, dia memerintahkan sekjen DPR 
untuk meminta Kementerian Pekerjaan Umum mengaudit konstruksi gedung.

"Saya sendiri baru mendengar kalau ada kemiringan sampai 7 derajat. Kalau 
memang benar informasi itu, ya harus ada langkah-langkah penyelamatan," kata 
Agung kepada wartawan usai jumpa pers soal Pilkada di kediamannya, Cipinang, 
Jakarta, Minggu (2/5/2010).

Menurut pria yang kini menjabat Menko Kesra ini, kalaupun kebijakan dari adanya 
kemiringan itu harus membangun gedung lain, Agung berharap masterplan dan 
pembangunannya tetap mempertahankan konsep hijau yang saat ini dimiliki DPR. 
Sebab, kata dia, dari kantor pemerintahan yang masih mempertahankan konsep 
hijau itu hanya DPR.

"Kalau harus ada pembangunan baru, tidak boleh sampai tumpang tidih dan 
sporadis pembangunannya. Tetapi harus dirancang betul bagaimana konsep kantor 
yang hijau masih bisa bertahan," harapnya.

Namun, kata Agung, sebelum menjadi keputusan, pembangunan gedung baru yang 
diperkirakan akan menelan biaya sampai 1,8 trilun itu, dikaji secara serius dan 
mendalam. Jangan sampai karena minimnya informasi yang akurat dan terbuka, 
malah menimbulkan kecurigaan dan sak wasangka.

"Intinya, harus dilakukan audit yang serius apakah memang miring dan harus 
membangun baru. Lalu dijelaskan ke publik bahwa pembangunan untuk upaya menjaga 
keselamatan," imbaunya.

Sebelumnya diberitakan, pembangunan gedung baru DPR menyusul miringnya Gedung 
Nusantara I direncanakan selama 3 tahun anggaran. Total biaya yang direncanakan 
untuk membangun itu ternyata mencapai Rp 1,8 triliun.

"Yang resmi diajukan Depkeu untuk tahun ini Rp 250 miliar. Rancangan totalnya 
Rp 1,8 triliun untuk tiga tahun anggaran," ujar Ketua Badan Anggaran Hari Azhar 
Aziz kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/4/2010).

Menurut Hari, pada 3 Mei mendatang akan diadakan rapat antara Menkeu, Menko 
Perekonomian, Gubernur BI dan Bappenas membahas keuangan gedung berlantai 24 
itu. Keputusan akhir akan diputuskan pada hari itu juga.
--ends--
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Kirim email ke