Kalau di KL namanya jadi Iih Te Bih :-)
RM Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected]: Wed, 30 Jun 2010 08:34:56 Reply-To: [email protected] Subject: [indonesia] ITB Diminta Buka Kampus di Malaysia Dato' ini mungkin nyindir si juragan lumpur... Salam, CA BebasOrba® TaatPajak® AntiLumpur® -----Original Message----- From: daengrusle <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 30 Jun 2010 13:48:43 To: Milis IA ITB Jkt<[email protected]>; Kuyasipil milis<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [milis kuyasipil euy] ITB Diminta Buka Kampus di Malaysia ITB Diminta Buka Kampus di Malaysia Senin, 28 Juni 2010 | 13:16 WIB Besar<http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2010/06/28/brk,20100628-259080,id.html#> Kecil<http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2010/06/28/brk,20100628-259080,id.html#> Normal<http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2010/06/28/brk,20100628-259080,id.html#> [image: foto] <http://image.tempointeraktif.com/?id=18055&width=490> Kampus ITB/TEMPO/ Budi Yanto *TEMPO Interaktif*, *Jakarta* -Wakil Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Dato Haji Muhyidin Mohd Yassin menawarkan ke Institut Teknologi Bandung untuk membuka kampus di Malaysia. "Skimnya terbuka bisa joint venture dengan swasta Malaysia, atau dimiliki ITB," kata juru bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat usai pertemuan Wakil Presiden Boediono dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Dato Haji Muhyidin Mohd Yassin di Kantor Wakil Presiden, Senin (28/6). Tawaran ini, kata Yopie, disampaikan Wakil Perdana Menteri Malaysia dalam jamuan makan pagi dengan tim dari ITB. Menurut Yopie, ini dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. "Mereka ingin hubungan dengan kampus-kampus terkemuka, ini investasi serius dan mereka menghargai ITB sebagai salah satu pencetak mahasiswa terbaik," ujarnya. Soal rencana itu, kata Yopie, masih akan dibahas lagi Deputi Perdana Menteri Malaysia dengan Menteri Pendidikan Muhammad Nuh siang ini. "Deputi PM ingin menawar yang <I>reasonable</I> lah. Kalau detil teknis tunggu tim yang bernegosiasi," ujarnya. EKO ARI WIBOWO --
