Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Sun, 4 Jul 2010 09:20:44
To: IA ITB Pusat<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: <[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>
Subject: Dukun Sepakbola Mahasiswa ITB
Ramal meramal skor WC 2010 menyita perhatian berbagai mailist di Indonesia dan
juga di banyak negara. Tak terkecuali di mailist IA ITB ini. Malah sang
moderator yang cantik jelita ikut aktif bikin pooling segala.
Namanya juga ramalan semua dicocok-cocokkan agar ada
"justifikasi" bahwa sang peramal seolah kredibel dalam peramalannya manakala
ramalannya tepat benar atau setidaknya menang atau kalah atau seri tetapi
misalnya sama dalam selisih kalah menangnya.
Konon di jaman sepakbola
kompetisi Galatama Indonesia dan terlebih-lebih kalau bersamaan dengan Piala
Dunia, anak2 Ikatan Mahasiswa Geodesi (IMG) ITB punya duet dukun "sakti mandra
guna". Entah metoda apa yang mereka gunakan, konon resepnya agak sedikit
"ilmiah" dari ilmu Teori Kesalahan; atau di Geodesi ITB lebih dikenal dengan
nama mata kuliah (MK) Ilmu Hitung Perataan. MK ini tergolong paling sulit bagi
mayoritas mahasiswa GD untuk lulus, karena cara penyajiannya sangat membosankan
penuh notasi seperti cacing kepanasan, yang kemudian diperburuk oleh "perilaku
killer" sang dosen.
Singkat cerita duet mahasiswa DP dan SA ini sepakat
membentuk nama akronim dukun dari nama ujung VID dan PONG menjadi VIDCHAPONG
Pueon, yang terinspirasi dari nama pesepakbola top Thailand Piyapong Pueon
seangkatan pesepakbola Indonesia Ricky Yacob, awal tahun 1980an yang timnasnya
sering menggunduli timnas Indonesia. Sebagai awal mengadu nasib jualannya "demi
sesuap nasi mahasiswa ITB" karena dasarnya dari iseng, tentu "potential
customers"-nya berawal dari lingkungan terkecil dulu di ITB, seperti mahasiswa
kost-kostan, pegawai tatausaha sampai ke satpam kampus. Entah "metoda
ilmiahnya" hebring yang sering menebak tepat judi buntut dua angka dari
Porkas/SDSB, nama dukun Vidchapong mulai "harum". Namanya "harum" merebak di
kalangan rakyat kecil sekitar Tamansari Kebon Binatang, Balubur, Tamansari
Bawah, Dago Atas, Dipati Ukur dan pinggiran2 kampus ITB, Unpad, Unisba, STKS
lainnya mereka menjulukinya sebagai "dukun ITB".
Nah, karena keampuhan hasil
analisis Vidchapong, oknum Satpam kampus "mewakili rakyat petaruh" sering
nyambangin sang dukun di "kantor praktek IMG" sejak sore menjelang malam
sebelum pembukaan Porkas/SDSB; sebelum kupon taruhan ditutup sang bandar. Dalam
perkembangannya kemudian, sang dukun gerah kalau para perwakilan pemasang terus
nyambangin dirinya ke "kantor praktek IMG". Bukan takut tebakannya tidak tepat,
yang lebih ditakutkan sang dukun adalah bila para gila Porkas mengotak-atik
pengumuman nilai ujian mahasiswa GD dijadikan angka buntut tebakan mereka.
Bisa2 gue dipecat dari ITB terlebih kalau sampai kejadian kaca pengumuman pecah
oleh para petaruh judi buntut Porkas/SDSB yang saling berdesakan. Vidchapong
kabur menghindar dari kampus, namun terus dicari para orang gila Porkas/SDSB.
Duet ini akhirnya kapok takut kena sanksi ITB kalau terbukti menjadi dukun.
Ketika dikontak akang soal WC 2010, salah seorang
pasangan dukun Vidchapong masih meramal iseng; final Belanda lawan Jerman. Yang
menang Belanda, katanya. Apakah dukun Vidchapong tepat ramalannya seperti jaman
"kejayaan" mereka semasa masih mahasiswa ITB 1981? Kita buktikan saja di
tanggal 12 Juli 2010.... Bukankah begitu Vid and Ipong?
Powered by Telkomsel
BlackBerry®êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·