On 06/07/2010, [email protected] <[email protected]> wrote:
> Welcome to the zooo, he3
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> Sender: [email protected]: Tue, 6 Jul 2010 02:06:58
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [indonesia] Analogi Tikus Gambarkan Imajinasi dan Lingkungan
> Seseorang
>
> Cicak, buaya, kebo, celeng, tikus. Lengkaplah sudah.

ular dan bunglon, walau mungkin sudah ada tapi belum diakui secara de yure
>
> Salam,
> CA
>
> Source:
> http://m.detik.com/read/2010/07/06/073802/1393568/10/analogi-tikus-gambarkan-imajinasi-dan-lingkungan-seseorang?991101605
>
> --begins--
> Analogi Tikus Gambarkan Imajinasi dan Lingkungan Seseorang
>
> Laurencius Simanjuntak : detikNews
>
> detikcom - Jakarta, Usai heboh cicak versus buaya dan babi, publik kini
> kembali disuguhankan fabel episode baru. Ketua Umum Partai Golkar Aburizal
> Bakrie mengimbau kader partainya belaku seperti tikus, tidak langsung
> menggigit, tapi mengendus lebih dulu sebelum menggigit.
>
> Sastrawan yang juga penulis naskah lakon 'Republik Reptil', Radhar Panca
> Dahana, menilai pemilihan kata oleh seseorang menggambarkan, discourse,
> lingkungan, imajinasi, cara berbuat dan juga tujuan seseorang.
>
> "Pemimpin mengatakan tikus, sementara tikus itu perlambang sebuah kebusukan,
> kemunafikan, kelicikan dan simbolisasi sebagai koruptor. Betapa pemimpin itu
> pendek imajinasinya, kering imajinasinya, kotor kepala dan pikirannya.
> Bahkan sampai mengimbau," kata Radhar saat berbicang dengan detikcom, Selasa
> (6/7/2010).
>
> Radhar menilai tikus bukanlah bintang yang dalam dunia fabel mewakili
> derajat kemuliaan. Karenanya, tidak pantas untuk menggambarkan realitas
> kehidupan manusia dengan tikus.
>
> "Ini menunjukkan rendahnya apresiasi kita terhadap manusia, rendahnya
> kemanusiaan manusia menunjukkan merosotnya keadaban publik kita," kata
> Radhar.
>
> Pemilihan kata tikus ini, kata Radhar, juga tak ubahnya istilah cicak dan
> buaya yang dipopulerkan oleh Komjen Pol Susno Duadji. "Kalau menyebut buaya,
> ya dia identik dengan buaya, licik, ganas," kata dia.
>
> Sikap reaktif kepolisian terhadap cover majalah Tempo yang bergambar
> celengan babi, dinilai Radhar, juga menunjukkan ketidaksehatan berpikir.
> Pada celengan babi, polisi dinilai cenderung menekankan pada aspek
> binatangnya ketimbang bendanya (celengan).
>
> "Celengan ya celengan, kenapa harus diasosiasikan dari kebinatangannya. Tapi
> karena pikiran yang sempit, maka ia melecuti kata bendanya dan mengambil
> kata sifatnya. Itu kebodohan," tegasnya.
> --ends--
> BebasOrba® TaatPajak® AntiLumpur® êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®
> ­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢ ¬z»Z‘«"†Æ²jx jyš öš¶éíºK ŠÈš•© zh¤y¶¡j šjwnž&
> jv¤†*Ú´‰ß¢—§ éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb Ú'zÈšŠwè·


-- 
     YADI supriadi wendy
 Mobile: +62 899 711 8089
 Email: [email protected]
.:sent with love:.

--
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt

Kirim email ke