Seperti dikatakan pak Ary sendiri, ESQ adalah pelatihan SDM yg menggunakan 
pendekatan agama Islam sbg rujukannya. 

Secara tegas beliau juga mengatakan ESQ bukan dakwah, lebih cenderung bisnis 
walaupun lebih sering berbagi dg mereka yg tidak mampu (pelatihan gratis). 

Wass. DZA
 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Tri Basoeki Soelisvichyanto" <[email protected]>
Sender: [email protected]: Sun, 18 Jul 2010 12:51:55 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: Metode ESQ Pendobrak?

Dakwah atau bisnis?

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]: Sun, 18 Jul 2010 11:49:16 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Re: Metode ESQ Pendobrak?

Aww

Saya kira tidak sesederhana itu menuding sesat tidaknya suatu ajaran. Saya 
pernah pada satu titik ekstrim di mana mereka yg tidak satu pemahaman dg 
kelompok kami dikatakan sesat, bahkan kafir atau setidaknya jahiliyah (belum 
Islam). Gampang sekali menjudge seseorang atau sekelompok orang secara hitam 
putih.

Sejalan dg banyaknya interaksi, pemahaman tsb makin lama makin "wise" (walaupun 
menurut teman2 saya yg sepengajian dulu dianggap menjadi liberal dan tidak 
konsisten). 

Saya pernah mengikuti ESQ dan membaca buku2nya. IMHO, tidak saya temukan poin2 
yg disebut sesat itu. 

Namun saya tdk ingin berburuk sangka kpd para mufti Malaysia tsb. Mereka 
menyampaikan hal tsb dlm rangka tawashao bil haq dan bish shobr, bagian dari 
kasih sayang sesama muslim utk saling mengingatkan. 

Saya kira ini perlu disikapi positif oleh pak Ary dkk utk mengevaluasi kembali 
pendekatan yg dilakukan selama ini. Dg semangat utk saling mengingatkan dan 
memperbaiki (bukan saling menjatuhkan) insya Alloh akan terbangun generasi 
mendatang yg lebih baik lagi. 

Wass. DZA
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Mohammad Andri Budiman <[email protected]>
Sender: [email protected]: Sun, 18 Jul 2010 10:46:02 
To: mandrib<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [indonesia] Metode ESQ Pendobrak?

Assalamu'alaikum wr. wb.,

Apakah karena order traning bisa jadi agak berkurang pasca fatwa haram
maka sang CEO "terpaksa" bertindak?

Wallahu a'lam.

Wassalamu'alaikum wr. wb.,
CA

---------- Forwarded message ----------
From: imr <[email protected]>
Date: Sun, 18 Jul 2010 09:53:36 +0700
Subject: [kuyasipil-tarbiyah] ESQ mendobrak
To: tarbiyah kuya <[email protected]>

*Boss ESQ membela diri...*
*
*
*
*
*Ary Ginanjar Sebut Metode ESQ Sebagai Pendobrak

Sunday, 18 July 2010 07:55 NASIONAL

Dalam jumper pers, apa yang dilakukan ESQ,  dianggap Ary sebagai upaya
mendobrak kevakuman penerapan nilai-nilai Al-Qur'an dalam setiap aspek
kehidupan

Hidayatullah.com -- Pendiri The ESQ Way 165, Ary Ginanjar Agustian, akhirnya
membantah tuduhan sesat oleh mufti salah satu wilayah persekutuan di
Malaysia yang memfatwakan haram terhadap metode ESQ Way 165 yang ia
jalankan.

Ary menyatakan, metode ESQ (Emotional and Spiritual Quotient) yang ia
ajarkan merupakan salah satu metode pendidikan karakter, dan bukan lembaga
agama ataupun bukan lembaga dakwah.

"Kalau ESQ memang ada masalah, seharusnya dari dulu sudah ada masalah. Ini
menjadi masalah karena mufti di wilayah persekutuan malaysia ini belum tahu
metode ESQ. Mereka juga tidak pernah ikut training dan bertanya langsung ke
kami," kata Ary Ginanjar saat menggelar jumpa pers di Gedung Menara 165,
Pondok Pinang, Jakarta, Sabtu (17/07) malam.

Ary juga menyangkal jika ESQ yang dipimpinnya menekankan konsep "suara hati"
atau "conscience" sebagai sumber rujukan utama dalam menentukan baik dan
buruk suatu perbuatan.

Menurut dia, dalam buku dan pelaksaan pelatihan ESQ, suara hati yang disebut
itu adalah suara hati nurani yang berlandaskan pada Al-Qur'an dan Hadits.
Sembari mengutip firman Allah SWT Surah Al A'raf ayat 172 dan hadits Nabi
SAW tentang segumpal darah dalam diri manusia, Ary menjelaskan.

Apa yang dilakukan ESQ selama ini, terang Ary, hanyalah sebagai upaya
mendobrak kevakuman penerapan nilai-nilai Al-Qur'an dalam setiap aspek
kehidupan masyarakat modern.

"Saya dengan ESQ mencoba mendobrak. Saya mau Al-Qur'an masuk ke semua sektor
kehidupan. Menerapkan bisnis, ada nilai Qur'an. Di Politik ada nilai Qur'an.
Di bidang hukum, ekonomi, kita ingin semua dengan nilai Qur'an," kata Ary
menandaskan.

Ary menjelaskan, ESQ miliknya merupakan salah satu metode training SDM
(sumber daya manusia) serta mananajemen yang juga menambahkan unsur
spiritualitas. Unsur spiritualitas tersebut yang membuat ESQ berbeda. Akan
tetapi, ia meyakinkan bahwa metode spiritualitas yang mereka lakukan
tidaklah sesat.

"Tudingan bahwa ESQ liberal dan pluralis, ini tidak benar. Saya tidak pernah
menyatakan dan menyetujui bahwa semua agama sama. Agama saya Islam dan hanya
Islam yang benar. Ini keyakinan saya sejak kecil dan tidak akan pernah
berubah," papar dia.

Ari Ginajar dan pihak ESQ juga menyatakan siap menerima masukan dari mana
saja. Termasuk juga kesediaannya untuk menemui tokoh tokoh Islam Indonesia
yang selama ini concern mengawasi pergerakan aliran sesat, seperti Ustadz
Hartono A. Jaiz dan Ustadz Faridh Ahmad Okbah.

"Kita terbuka menerima masukan. Apa yang harus diperbaiki, kita perbaiki.
Alhamdulillah, Ustadz Amin Jamaluddin (peneliti aliran sesat, red) sudah
kami temui dan memberikan arahannya.

Dilarang di Malaysia

Metode training ESQ yang dibawa Ary sebelumnya sempat mendapat pelarangan
oleh satu mufti Malaysia yang menilai ada unsur-unsur kesesatan yang
diajarkan dalam training. Mereka mendakwakan sepuluh poin tuduhan yang
dialamatkan pada ESQ dan akhirnya dimentahkan pihak ESQ setelah Ary Ginanjar
menjawab tuduhan tersebut.

Fatwa tersebut ditandatangani oleh Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia
tanggal 17 Juni 2010 dan dipublikasikan situs www.muftiwp.gou.my pada Rabu
(7/7/2010). Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia, Datuk Hj Wan Zahidi bin Wan
Teh, menganggap ajaran ESQ Ary Ginanjar dapat merusak akidah dan syariat
Islam.

Ciri-cirinya, tulis fatwa tersebut, ESQ mendukung paham liberalisme karena
menafsirkan Alquran dan Assunnah secara bebas. ESQ mengajarkan bahwa pada
dasarnya ajaran semua agama adalah benar dan sama.

Selain itu, ESQ juga disebut mencampuradukkan ajaran kerohanian bukan Islam
dengan ajaran Islam. Mufti juga melihat ESQ menekankan konsep "suara hati"
sebagai rujukan utama dalam menentukan baik-buruk suatu perbuatan.

ESQ kini memiliki cabang di seluruh Indonesia, bahkan di Singapura, Brunei
Darussalam, dan Malaysia juga sudah banyak pengikutnya. Pelatihan ESQ
terbuka bagi semua agama dan kepercayaan.
[ain/hidayatullah.com<http://www.hidayatullah.com/>
]
*
-- 
imr

-- 
Berlombalah dalam karya, bersinergi, terapkan kaidah ilmu/teknologi serta
kasih sayang dan manfaat untuk seisi alam, demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Info pengelolaan milis Indonesia next better :
http://pub.nextbetter.net/files/milist-indonesia-info.txt
êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·êå¢fÚ•¨]jV¦‘ªòi·«²)Þ®­z¶©‘©äj'Z†)f»û^’z%¢¬z»Z‘«"†Æ²jxjyš�öš¶éíºKŠÈš•©�zh¤y¶¡jšjwnž&�jv¤†*Ú´‰ß¢—§�éh•¦§š)b°‰Ý¢w¬‰©ÞÆÖ޶׫†Ûiÿúnnw±µ·­µêçzßߊW¬þh¥ŠËb�Ú'zÈšŠwè·

Kirim email ke