Kawan2 Milis Yth, Awal permasalahan adalah berita tentang ancaman pemblokiran BlackBerry (BB) di Saudi Arabia, United Emirat Arab dan India oleh Otoritas masing-masing negara, dengan alasan bahwa Sever BlackBerry ada di Kanada yang menyimpan data yang di-enkripsi, sehingga pihak2 otoritas di negara2 itu tidak dapat melakukan Penyadapan yang legal (Lawful Interception).
Negara2 tersebut menuntut Research In Motion (RIM) Kanada, perusahaan penyelenggara layanan BlackBerry untuk memindahkan Server BB ke masing2 negara tersebut. Tuntutan serupa juga kemudian di-ikuti oleh Otoritas Indonesia, dengan alasan utama agar dapat melakukan Lawful Interception terhadap berita-berita (email, messages) yang dilewatkan via BB. Ternyata dari penjelasan RIM bahwa pihaknya bersifat transparan terhadap berita-berita yang dilewatkan via Server BB, dan hanya sedikit sekali yang di-enkripsi sebagaimana dijelaskan dibawah ini, sehingga tuntutan negara2 tersebut diatas menjadi gugur: 1. BlackBerry Internet Service Encription. Pihak RIM menyatakan secara tegas bahwa semua email Internet yang dilewatkan ke server BlackBerry (BlackBerry Internet Server) tidak dilakukan enkripsi oleh RIM. Bila email itu ditransmisikan melalui jaringan Wireless (Seluler) milik operator, maka enkripsinya akan mengikuti enkripsi operator itu, bila ada. 2. BlackBerry Enterprise Server Encription. Bila HP BB Anda tergabung dalam jaringan BlackBerry Enterprise Server milik perusahaan Anda, maka berita-berita yang dilwatkannya akan di-enkripsi, dimana yang memegang kunci enkripsi itu adalah Perusahaan Anda tersebut. Bilamana HP BB anda juga bergabung dengan jaringan BlackBerry Internet Service untuk menyalurkan email dari Internet, maka email-email ini tidak di-enkripsi oleh RIM. 3. BlackBerry Messenger dan PIN-to-PIN Messages. Enkripsi-nya tergantung dari Admin Server BES masing-masing Perusahaan pelanggan BB. Secara default, maka RIM menyediakan enkripsi global yang dapat diberikan kepada Otoritas Telekomunikasi untuk bisa membukanya. Kesimpulannya, layanan messaging melalui Server BlackBerry sifatnya adalah transparan tanpa enkripsi, kecuali messaging bagi Perusahaan2 pelanggan BB yang melakukan/tidak melakukan enkripsi tergantung kebijakan masing-masing perusahaan itu, dan kewenangan memberikan kunci enkripsi ada di fihak Perusahaan-perusahaan pelanggan BB, dan bukan RIM. Dengan demikian alasan tuntutan menyediakan Server BB di masing-masing negara itu menjadi batal adanya. Penjelasan lengkap tentang Enkripsi di BB ada di: http://wartaduniamaya.blogspot.com Semoga bermanfaat, Wassalam, S Roestam
