----- Forwarded Message ----
From: "[email protected]" 
<[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, August 18, 2010 5:07:06 PM
Subject: [perpemabusu_bulaksumur] Digest Number 48

 PERPEMABUSU MEMBERS 
PERPEMABUSU MEMBERS  
Messages In This Digest      (1                Message)  
 
1. 
Fw: Pakar-pakar dari Indonesia From:        Nanang Iskandar View All Topics | 
Create New Topic  Message  

1. 
Fw: Pakar-pakar dari Indonesia  
Posted by:      "Nanang Iskandar" [email protected]    nanang.iskandar  
Tue Aug 17, 2010 9:20 am        (PDT) 


...kiriman konco...

..turut bangga....

#yiv1725269045 #yiv1725269045yiv51 2723169 #yiv1725269045yiv51 2723169yiv152921 
3736 DIV {
MARGIN:0px;}

Indonesia Negri Ku , Indonesia Kebanggaan Ku , Indonesia Tanah Air ku. 

inilah sepengal kisah dari Jenius-jenius Indonesia 

March Boedihardjo

(Tengah)

  

HONG KONG ¨C Bocah Indonesia, March Boedihardjo, mencatatkan diri sebagai 
mahasiswa termuda di Universitas Baptist Hong Kong (HKBU).

March akan memiliki gelar sarjana sains ilmu matematika sekaligus master 
filosofi matematika.
Karena keistimewaannya itu, perguruan tinggi tersebut menyusun kurikulum khusus 
untuknya dengan jangka waktu penyelesaian lima tahun(dari 2007).

Ketika ditanya tentang cara beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru, 
March mengaku tidak pernah cemas berhadapan dengan teman sekelas yang lebih tua 
darinya. ¡±Ketika saya di Oxford, semua rekan sekelas saya berusia di atas 18 
tahun dan kami kerap mendiskusikan tugas-tugas matematika,¡¯¡¯ kisahnya.
March memang menempuh pendidikan menengah di Inggris. Hebatnya, dia masuk dalam 
kelas akselerasi, sehingga hanya perlu waktu dua tahun menjalani pendidikan 
setingkat SMA itu.
Hasilnya, dia mendapat dua nilai A untuk pelajaran matematika dan B untuk 
statistik.
Dia juga berhasil menembus Advanced Extension Awards (AEA), ujian yang hanya 
bisa diikuti sepuluh persen pelajar yang menempati peringkat teratas A-level. 
Dia lulus dengan predikat memuaskan. Dalam sejarah AEA, hanya seperempat 
peserta 
AEA yang bisa mendapat status tersebut.

Prof Nelson Tansu, PhD- Pakar Teknologi Nano

(Tengah)
 

Pria kelahiran 20 Oktober 1977 ini adalah seorang jenius. Ia adalah pakar 
teknologi nano. Fokusnya adalah bidang eksperimen mengenai semikonduktor 
berstruktur nano.

Teknologi nano adalah kunci bagi perkembangan sains dan rekayasa masa depan. 
Inovasi-inovasi teknologi Amerika, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari 
seluruh orang di dunia, bertopang pada anak anak muda brilian semacam Nelson. 
Nelson, misalnya, mampu memberdayakan sinar laser dengan listrik superhemat. 
Sementara sinar laser biasanya perlu listrik 100 watt, di tangannya cuma perlu 
1,5 watt.

Penemuan-penemuanny a bisa membuat lebih murah banyak hal. Tak mengherankan 
bila 
pada Mei lalu, di usia yang belum 32 tahun, Nelson diangkat sebagai profesor di 
Universitas Lehigh. Itu setelah ia memecahkan rekor menjadi asisten profesor 
termuda sepanjang sejarah pantai timur di Amerika. Ia menjadi asisten profesor 
pada usia 25 tahun, sementara sebelumnya, Linus Pauling, penerima Nobel Kimia 
pada 1954, menjadi asisten profesor pada usia 26 tahun. Mudah bagi anak muda 
semacam Nelson ini bila ingin menjadi warga negara Amerika.

Amerika pasti menyambutnya dengan tangan terbuka. "Apakah tragedi orang tuanya 
membikin Nelson benci terhadap Indonesia dan membuatnya ingin beralih 
kewarganegaraan? " "Tidak. Hati Saya tetap melekat dengan Indonesia," katanya 
kepada Tempo. Nelson bercerita, sampai kini ia getol merekrut mahasiswa 
Indonesia untuk melanjutkan riset S-2 dan S-3 di Lehigh. Ia masih memiliki 
ambisi untuk balik ke Indonesia dan menjadikan universitas di Indonesia sebagai 
universitas papan atas di Asia.

Jawaban Nelson mengharukan. Nelson adalah aset kita.

Muhammad Arief Budiman : MERAH-PUTIH DI SAINT LOUIS

 

Saint Louis, Missouri, Amerika Serikat...

Di sebuah ruang kerja di kompleks Orion Genomic, salah satu perusahaan riset 
bioteknologi terkemuka di negeri itu, seorang lelaki Jawa berwajah 
"dagadu"¡ªsebab senyum tak pernah lepas dari bibirnya¡ªkerap terlihat sedang 
salat.

anak pekerja pabrik tekstil GKBI itu sekarang menjadi motor riset utama di 
Orion. Jabatannya: Kepala Library Technologies Group. Menurut BusinessWeek, ia 
merupakan satu dari enam eksekutif kunci perusahaan genetika itu.

Genetika adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari gen, pembawa sifat pada 
makhluk hidup. Peran ilmu ini bakal makin sentral di masa depan: dalam 
peperangan melawan penyakit, rehabilitasi lingkungan, hingga menjawab kebutu*an 
pangan dunia.

Arief tak hanya terpandang di perusahaannya. Namanya juga moncer di antara 
sejawatnya di negara yang menjadi pusat pengembangan ilmu tersebut: menjadi 
anggota American Society for Plant Biologists dan¡ªini lebih bergengsi baginya 
karena ia ahli genetika tanaman¡ªAmerican Association for Cancer Research.

Asosiasi peneliti kanker bukan perkumpulan ilmuwan biasa. Dokter bertitel PhD 
pun belum tentu bisa "membeli" kartu anggota asosiasi ini. Agar seseorang bisa 
menjadi anggota asosiasi ini, ia harus aktif meneliti penyakit kanker pada 
manusia. Ia juga harus membawa surat rekomendasi dari profesor yang lebih dulu 
aktif dalam riset itu serta tahu persis riset dan kontribusi orang itu di 
bidang 
kanker. Arief mendapatkan kartu itu karena, "Meskipun latar belakang saya 
adalah 
peneliti genome tanaman, saya banyak melakukan riset genetika mengenai kanker 
manusia," ujarnya.

Prof Dr. Khoirul Anwar : TERINSPIRASI KISAH FIRAUN

 

Dia kini menjadi ilmuwan top di Jepang.

Wong ndeso asal Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, 
Jawa Timur, itu memegang dua paten penting di bidang telekomunikasi. Dunia 
mengaguminya.
Para ilmuwan dunia berkhidmat ketika pada paten pertamanya Khoirul, bersama 
koleganya, merombak pakem soal efisiensi alat komunikasi seperti telepon 
seluler.

Prof Dr. Khoirul Anwar adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis 
OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara 
Indonesia yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, 
Jepang.Dunia memujinya.
Khoirul juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh 
Konsulat Jenderal RI Osaka pada 2007.

Pada paten kedua, lagi-lagi Khoirul menawarkan sesuatu yang tak lazim. Untuk 
mencapai kecepatan yang lebih tinggi, dia menghilangkan sama sekali guard 
interval (GI). ¡°Itu mustahil dilakukan,¡± begitu kata teman-teman penelitinya. 
Tanpa interval atau jarak, frekuensi akan bertabrakan tak keruan. Persis 
seperti 
di kelas saat semua orang bicara kencang secara bersamaan.

Dua penelitian istimewa itu mungkin tak lahir bila dulu Khoirul kecil tak 
terobsesi pada bangkai burung, balsam yang menusuk hidung, serta mumi Firaun. 
Bocah kecil itu begitu terinspirasi oleh kisah Firaun, yang badannya tetap utuh 
sampai sekarang. Dia pun ingin meniru melakukan teknologi ¡°balsam¡± terhadap 
seekor burung kesayangannya yang telah mati. ¡°Saya menggunakan balsam gosok 
yang ada di rumah,¡± kata anak kedua dari pasangan Sudjianto (almarhum) dengan 
Siti Patmi itu.

Khoirul berharap, dengan percobaannya itu, badan burung tersebut bisa awet dan 
mengeras. Dengan semangat, ia pun melumuri seluruh tubuh burung tersebut dengan 
balsam gosok. Sayangnya, hari demi hari berjalan, kata anak petani ini, 
¡°Teknologi balsam itu tidak pernah berhasil.¡±

Penelitian yang gagal total itu rupanya meletikkan gairah meneliti yang luar 
biasa pada Khoirul. Itulah yang mengantarkan alumnus Jurusan Teknik Elektro 
Institut Teknologi Bandung tersebut kini menjadi asisten profesor di JAIST, 
Jepang.

Dr Warsito P. Taruno : AKU PULANG, AKU BERJUANG, AKU MENANG

 

Dr Warsito P. Taruno, pendiri dan pemilik Edwar Technology.
Belasan tahun belajar di luar negeri. Tanpa bantuan pemerintah, penelitian 
mereka berhasil di Tanah Air.

Robot itu bernama Sona CT x001. robot yang dibekali dua lengan itu sedang 
memindai tabung gas sepanjang 2 meter. Di bagian atas robot, layar laptop 
menampilkan grafik hasil pemindaian. Selasa dua pekan lalu itu, Sona¡ªbuatan 
Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology¡ªsedang 
diuji coba. Alat ini sudah dipesan PT Citra Nusa Gemilang, pemasok tabung gas 
bagi bus Transjakarta.

Perusahaan migas Petronas, kata Warsito, tertarik kepada alat buatannya. Kini 
mereka masih dalam tahap negosiasi harga dengan perusahaan raksasa milik 
pemerintah Malaysia tersebut. Selain Sona, Edwar Technology mendapat pesanan 
dari Departemen Energi Amerika Serikat. Nilai pesanan lumayan besar, US$ 1 juta 
atau sekitar Rp 10 miliar.
Bahkan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun memakai teknologi pemindai 
atau Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) temuan Warsito.

ECVT adalah satu-satunya teknologi yang mampu melakukan pemindaian dari dalam 
dinding ke luar dinding seperti pada pesawat ulang-alik. Teknologi ECVT bermula 
dari tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Fakultas Teknik 
Jurusan 
Teknik Kimia, Universitas Shizuoka, Jepang, tahun 1991. Ketika itu pria 
kelahiran Solo pada 1967 ini ingin membuat teknologi yang mampu ¡°melihat¡± 
tembus dinding reaktor yang terbuat dari baja atau obyek yang opaque (tak 
tembus 
cahaya).

Sonja dan Shanti Sungkono: SI KEMBAR PENAKLUK BERLIN

 

Penampilan mereka memukau publik musisi klasik, dari Eropa hingga Amerika. 
Diganjar berbagai penghargaan internasional bergengsi.
Kepiawaian jari-jari mereka menari di atas tuts pianolah yang dikagumi penikmat 
musik klasik, baik di Jerman maupun di kota-kota besar lain di mancanegara.

Prestasi mereka pun patut dibanggakan. Mereka meraih Jerry Coppola Prize dalam 
lomba duet piano di Miami, Amerika Serikat, pada 1999. Dua tahun berturutturut, 
2001 dan 2002, mereka menyabet Prize Winners Juergen Sellheim Foundation di 
Hannover, Jerman. Lalu pada 2002 menjadi juara ketiga Torneo Internazionale di 
Musica di Ita lia. Terakhir, mereka menggondol Prize Winners pada National 
Piano 
Duo Competition di Saarbrucken, Jerman, pada 2003.

Album pertama mereka, Works for Two Pianos, dirilis pada 2002. Dua tahun 
berselang, Sonja-Shanti menelurkan album kedua bertajuk 20th Century Piano 
Duets 
Collection. Kedua album berformat CD itu di bawah label NCA Jerman. Peredaran 
album kedua lebih luas dari yang pertama.

Selain di Jerman, album tersebut beredar di Prancis, Ita lia, Austria, Swedia, 
Jepang, dan Amerika. Kedua album itu juga mendapat apresiasi yang cukup 
antusias 
dari sejumlah media musik klasik di Eropa. Selain itu, kedua album tersebut 
masuk arsip Perpustakaan Musik Naxos¡ªproduser musik klasik dunia yang 
menyimpan 
sekitar 36 ribu album.

Johny Setiawan, Ph.D - PENEMU PLANET PERTAMA DAN BINTANG MUDA 

 

Johny Setiawan membuat mata dunia tercengang dengan penemuan planet pertama 
yang 
mengelilingi bintang baru TW Hydrae.

PENEMUAN itu sangat spektakuler karena dari 270 planet di luar tata surya yang 
telah ditemukan astronom dalam 12 tahun terakhir, tak satu pun planet yang 
muncul dari bintang muda.

Johny yang memimpin tim peneliti di Max Planck Institute for Astronomy (MPIA), 
Heidelberg, Jerman itu menemukan planet pertama yang disebut TW Hydrae b dan 
bintang baru TW Hydrae dengan menggunakan teleskop spektrograf F EROS sepanjang 
2,2 meter di La Silla Observatory, Chile.

Dengan penemuan tim yang dipimpin Johny tersebut, peneliti dapat membuat 
kesimpulan penting tentang waktu pembentukan planet.Sejumlah pertanyaan pelik 
yang selama ini dihadapi peneliti, seperti bagaimana dan di mana sistem planet 
terbentuk?

Bagaimana arsitektur planet? Seberapa lama proses pembentukannya? Bagaimana 
posisi planet-planet seperti bumi di Galaksi Bima Sakti? Akan segera terjawab. 
Johny menyadari pentingnya penemuannya tersebut.

¡±Secara khusus saya bekerja di sejumlah proyek seperti ESPRI (Pencarian Planet 
dengan PRIMA/ Phase-Referenced Imaging and Micro-arcsecond Astrometry). Di sini 
saya menyeleksi dan mengamati karakteristik bintangbintang untuk program 
pencarian planet,¡±ungkapnya. Sejak 2003, Johny memimpin penelitian di 
observasi 
bintang dan planet ESO La Silla.
¡±Ini merupakan penemuan paling luar biasa dan spektakuler dalam studi 
planet-planet di luar tata surya.

Untuk pertama kali, kita telah menemukan langsung bahwa planet-planet terbentuk 
dalam lingkaran cakram. Penemuan TW Hydrae b membuka jalan untuk mengaitkan 
evaluasi lingkaran cakram dengan proses pembentukan dan migrasi planet,¡± papar 
Thomas Henning, direktur Planet and Star Formation Department di MPIA.

DR. Azhari Sastranegara - AHLI BENTURAN DARI MAJENE

Fujisawa-shi, Kanagawa, Jepang..

 

Doctor of engineering dari Tokyo Institute of Technology, Jepang, itu bergabung 
dengan produsen bearing dan komponen otomotif tersebut sejak April 2005. 
Awalnya 
ia berkarier sebagai research engineer di NSK Research and Development Center. 
¡°Tema penelitian saya cukup beragam, berkisar pada analisis struktur dan bahan 
terhadap benturan,¡± ujar Azhari.

Salah satu riset pria kelahiran Majene, Sulawesi Barat, itu adalah tentang 
desain kemudi kendaraan yang aman. Dalam penelitian itu, tugasnya melakukan 
perhitungan apakah rancangan kemudi yang diajukan oleh bagian desain sudah 
memenuhi syarat keamanan ketika terjadi tabrakan. Dari aneka penelitian itu, 
Azhari dan timnya di NSK menghasilkan enam paten yang kini terdaftar di Japan 
Patent Office.

NSK ternyata juga bukan tempat kerja pertamanya. Sebelumnya, Azhari¡ªyang 
meraih 
gelar doktor dengan disertasi berjudul ¡°Effect of Transverse Impact on Energy 
Absorption of Column¡±¡ªsempat menjadi asisten dosen di Tokyo Institute of 
Technology. Di kampus itu pula Azhari merampungkan pendidikan dari S-1 sampai 
S-3 (Ph.D).

Dia belajar di kampus itu setelah lulus dari SMA Taruna Nusantara, Magelang, 
Jawa Tengah, pada 1994. Modalnya: beasiswa Mitsui Bussan Indonesia Scholarship, 
Pada program S-3 (Ph.D), ia kembali mendapatkan beasiswa¡ªkali ini dari 
Moritani 
Scholarship dan Tsuji Asia Scholarship.

Setelah memperoleh gelar doktor/Ph.D, Azhari sempat ingin kembali ke Tanah Air. 
Namun, ia tak mendapatkan tempat untuk mengaplikasikan pengetahuan yang 
dimilikinya.
Untuk ikut memajukan Indonesia, ia punya cara lain.

Liem Tiang Gwan - AHLI RADAR EROPA ASLI DARI SEMARANG 
( No Photo Provide )
 

Anda yang pernah atau berkali-kali mendarat di Bandara Heathrow, London, 
Inggris 
?

barangkali tidak mengetahui bahwa radar (radio detection and ranging) yang 
digunakan untuk memantau dan memandu naik-turunnya pesawat dirancang oleh putra 
Indonesia kelahiran Semarang.Selain itu, banyak negara di Eropa serta militer 
menggunakan jasanya untuk merancang radar pertahanan yang pas bagi negaranya.

Itulah Liem Tiang-Gwan, yang selama puluhan tahun bergelut dan malang melintang 
dalam dunia antena, radar, dan kontrol lalu lintas udara. Maka, bagi mereka 
yang 
biasa berkecimpung dalam dunia itu, pasti tidak asing dengan pria kelahiran 
Semarang, 20 Juni 19 30, ini.

Namanya sudah mendunia dalam bidang radar, antena, dan berbagai seluk-beluk 
sistem gelombang elektromagnetik yang digunakan untuk mendeteksi, mengukur 
jarak, dan membuat peta benda-benda, seperti pesawat, kendaraan bermotor, dan 
informasi cuaca.

Meskipun sudah bekerja dan mendapatkan posisi yang lumayan, Liem muda masih 
berkeinginan untuk kembali ke Tanah Air. Ia masih ingin mengabdikan diri di 
Tanah Air. Maka, tahun 1963 ia memutuskan keluar dari tempatnya bekerja di 
Stuttgart dan kembali ke Indonesia.

¡±Apa pun yang terjadi, saya harus pulang,¡± ujarnya mengenang.

**


Back to top  Reply to sender  | Reply to group  | Reply via web post  
Messages in this topic  (1) 
Recent Activity
        *  1 
New MembersVisit Your Group  
Give Back
Yahoo! for Good
Get inspired
by a good cause.
Y! Toolbar
Get it Free!
easy 1-click access
to your groups.
Yahoo! Groups
Start a group
in 3 easy steps.
Connect with others.
Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily 
Digest.
Create New Topic  | Visit Your Group on the Web 
Messages | Photos | Links | Polls | Members | Calendar 
 
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to 
Traditional 

Visit Your Group  | Yahoo! Groups Terms of Use  | Unsubscribe   


      

Kirim email ke